Kegiatan magang adalah salah satu proses pembelajaran bagi mahasiswa yang dilakukan secara langsung di suatu instansi layaknya dunia kerja. Kegiatan magang ini dilakukan selama 6 bulan atau 180 hari kerja dengan mengikuti syarat-syarat yang telah tercantum dalam pedoman magang. Lokasi untuk melaksanakan magang yang dipilih yaitu pada Proyek Pembangunan Apartemen EleVee Penthouses and Residences dengan kontraktor utama PT. Acset Indonusa Tbk di Jalan Jalur Sutera Boulevard No. Kav.28, Panunggangan Timur, Pinang, Tangerang. Dalam penyusunan laporan magang digunakan 4 metode pengumpulan data yaitu metode observasi, wawancara, informasi dokumen tertulis internal dan studi literatur. Dalam pelaksanaan magang ini, penulis meninjau pekerjaan struktur atas yakni kolom, balok, pelat lantai, dinding geser dan pekerjaan pasangan dinding serta mengamati manajemen proyek dan permasalahan yang terjadi. Dengan adanya kegiatan magang ini, penulis dapat mengetahui dan memahami terkait metode pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan di lapangan serta untuk mengidentifikasi masalah yang ditemukan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Kata kunci : Kolom, Balok, Plat Lantai, Dinding Geser, Dinding
Proyek Pembangunan Gedung Instalasi 7 Lantai RSI “Sunan Kudus” merupakan proyek pembangunan yang dikerjakan oleh Tenaga Ahli / Tim Swakelola RSI “Sunan Kudus”. Pembangunan Gedung ini berlokasi di Jl. Raya Kudus Permai No. 1, Tersono, Garung Lor, Kec. Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59332. Gedung ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas medis yang lebih modern, luas, dan berorientasi pada nilai-nilai Islam serta persaingan antar instansi kesehatan di Kudus. Keterbatasan ruang dan fasilitas yang dimiliki oleh gedung instalasi lama tidak lagi mampu memenuhi tuntutan akan pelayanan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Sehingga diharapkan Gedung Instalasi 7 Lantai RSI “Sunan Kudus” mammpu menjawab beberapa tuntutan masyarakat. Pada proses pelaksanaan terdapat pekerjaan struktur bawah dan struktur atas. Pada struktur bawah terdapat pekerjaan tiang pancang, pondasi rakit, tie beam dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan pekerjaan ini. Sedangkan pada struktur atas terdapat pekerjaan beton bertulang kolom, balok, plat lantai, dan tangga serta pekerjaan lain terkait proyek ini. Selain itu juga terdapat pekerjaan arsitektur yaitu pekerjaan dinding, plesteran dan acian. Laporan ini membahas dan meneliti tentang pelaksanaan pekerjaan struktur atas yaitu kolom, balok, plat lantai, dan tangga serta pekerjaan arsitektur yaitu dinding, plesteran dan acian. Kata kunci : kolom, balok, plat lantai, tangga, dinding
PT. Firmenich Aromatics Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perisa atau flavor yang didirikan pada tanggal 25 Oktober 2013 berlokasi di Karawang, Jawa Barat. PT Firmenich Aromatics Indonesia terdapat tiga unit yaitu unit Continuos Durarome Line 3 yang memproduksi perisa berupa Durarome®, lalu ada unit Pilot Plant yang memproduksi perisa berupa Flexarome® dan Spray Dry®, dan yang terakhir merupakan unit Meat Reaction yang memproduksi Meat Paste®. Perusahaan ini memproduksi perasa dengan teknologi flavor encapsulated untuk menghasilkan produk yang memiliki waktu simpan yang lebih lama. Proses produksi Durarome® menggunakan teknologi berupa Hot Melt Extrusion di mana hasilnya nanti akan berupa perasa yang sudah tersalut atau terenkapsulasi yang berbentuk butiran padat dan dapat digunakan hingga 2-4 tahun. Tugas khusus yang bertujuan untuk menganalisis dan meminimalisasi hasil waste pada produksi Lime Durarome, didapatkan bahwa saran perbakan yang sesuai yaitu dengan menetapkan parameter level disintegrator yaitu sebesar 80-82,5%, untuk pressure die head yaitu sebesar 1,7-3,5 bar, dan untuk flow dryer yaitu sebesar 3773-3874 kg/h. Dengan ketentuan parameter tersbut diharapkan dapat menghasilkan total waste yang kurang dari atau sama dengan 7,6% Kata Kunci : Perisa, flavor encapsulated, HME
Magang merupakan mata kuliah wajib untuk mahasiswa Sarjana Terapan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro untuk memenuhi syarat semester 7 dengan kurun waktu 6 bulan atau 180 hari kerja. Magang mempunyai tujuan, yaitu untuk mempersiapkan mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi lapangan itu sendiri sebelumnya nantinya terjun langsung ke dalam dunia kerja setelah lulus dari dunia perkuliahan. Adapun tempat penulis magang berlokasi di Menteng Dalam, Jakarta Selatan yang merupakan proyek Rumah Sakit Toto Tentrem dan Taman Mini, Jakarta Timur yang merupakan Proyek Toll Corridor Development Phase 2 & 3. Penulis melaksanakan magang dengan mengamati proses pekerjaan struktur atas, yang terdiri dari pekerjaan kolom, balok, dan plat lantai. Metode pengumpulan data dalam laporan magang ini menggunakan metode wawancara, observasi, dokumen dari proyek dan data teknis. Dalam laporan ini akan membahas mengenai proses kegiatan selama magang berlangsung, pelaksanaan pekerjaan struktur di lapangan, dan penugasan yang diberikan selama magang. Kata Kunci : Kolom, Balok, Plat Lantai, Magang
PT Pupuk Kujang merupakan salah satu perusahan yang berada di bawah naungan PT. Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang memproduksi pupuk maupun non pupuk. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 9 Juni 1975 yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Kellog Overseas Corporation (USA) dan Toyo Engineering Corporation (Japan). Kapasitas produksi yang dihasilkan PT. Pupuk Kujang sebesar 570.000 MT/tahun urea dan 330.000 ton/tahun ammonia. Proses yang digunakan di Unit Urea 1A PT. Pupuk Kujang dalam pembuatan urea menggunakan proses Mitsui Toatsu Total Recycle C Improved (TRIC), dimana gas CO2 dan NH3 yang tidak bereaksi menjadi urea direcycle kembali dan dikirim ke Reaktor Sintesa Urea. Proses pembuatan urea terdiri dari empat seksi, yaitu seksi sintesa, seksi purifikasi, seksi recovery dan seksi kristalisasi dan pembutiran. Alat utama terdiri Reactor, High Pressure Decomposer, Low Pressure Decomposer, Gas Separator, Off Gas Absorber, High Pressure Absorber, High Pressure Absorber Cooler, Crystallizer, dan Prilling Tower. Dari hasil perhitungan, diperoleh jumlah bahan baku yang digunakan sebanyak 56.917 kg ammonia dan 32.243,75 kg karbon dioksida, menghasilkan 50.967,918 kg urea dengan efisiensi produk adalah 57 %. Jumlah panas yang masuk adalah 680.895.752,341 kkal dan jumlah panas yang dilepas adalah 57.545.746,580 kkal. Untuk % panas yang hilang (heatloss) didapatkan 8,451 % dan % efisiensi panas adalah 91,549 %. Utilitas Departemen Produksi 1A PT. Pupuk Kujang menyediakan sarana penunjang operasional Pabrik Urea 1A yang meliputi unit penyediaan air, unit penyediaan uap, unit penyediaan listrik, unit penyediaan udara, dan unit pengolahan limbah. Jenis limbah pada PT. Pupuk Kujang adalah limbah gas, limbah padat, dan limbah cair. Untuk meningkatkan tingkat efisiensi dalam pengendalian dan pengawasan mutu di dalam suatu pabrik, PT. Pupuk Kujang memiliki laboratorium analisa untuk menganalisa bahan baku, bahan setengah jadi, dan bahan jadi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi standart yang ditentukan. Kata Kunci : Pupuk Urea, Kellog dan TEC, TRIC.
Tanaman Nangka atau dikenal dengan nama latin Artocarpus heterophyllus Lamk merupakan suatu tanaman daerah tropis yang biasanya hanya dimanfaatkan pada bagian daging buahnya saja. Sedangkan terdapat kandungan pati dan selulosa pada kulit buah nangka yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Salah satunya yaitu untuk pembuatan plastik . Pemanfaatan kulit nangka untuk dijadikan plastik mampu mengurangi limbah organik dan limbah plastik yang tidak dapat terurai yang jumlahnya cukup banyak di Indoneseia. Pada penelitian ini dikajii proses pembuatan plastik dari kulit nangka dengan penggunaan variasi yang berbeda yaitu suhu pemanasan, volume gliserol, serta konsentrasi pati dari kulit nangka. Dilanjutkan analisa atau pengujian yaitu analisa ketebalan plastik, ketahanan panas, ketahanan air, serta kemampuan biodegradasi. Didapatkan keadaan optimasi pada proses pembuatan plastik biodegradable dari limbah kutit buah nangka yaitu dengan variabel ekstrak pati kulit nangka (M) 14 gr, suhu pemanasan (T) 80oC, dan volume gliserol (V) 11 mL. Menghasilkan plastik biodegradable dengan ketebalan 0,59 mm, ketahanan panas 131oC, ketahanan air 72,88%, dan kemampuan biodegradasi 80,26%. Kata Kunci: Kulit Nangka, Bioplastik, Biodegradasi
Laut merupakan tempat dimana aliran air sungai-sungai bermuara. Namun, air sungai mengalir ke laut dengan membawa bahan pencemar dari daratan sehingga menyebabkan pencemaran laut. Salah satu bahan pencemarnya adalah sampah plastik. Sampah plastik akan mengalami degradasi menjadi potongan kecil