PT Petrokimia Gresik adalah perusahaan milik negara yang menjadi produsen pupuk terlengkap di Indonesia, menghasilkan berbagai jenis pupuk seperti Urea, ZA, SP-36, NPK Phonska, DAP, NPK Kebomas, ZK, dan pupuk organik seperti Petroganik. Selain itu, perusahaan juga memproduksi berbagai produk non-pupuk seperti Asam Sulfat, Asam Phospat, Amoniak, Dry Ice, Aluminum, Fluoride, Cement Retarder, dan lain sebagainya. Saat ini, PT Petrokimia Gresik terbagi menjadi tiga unit produksi: Departemen Produksi I (Pabrik Pupuk Nitrogen), Departemen Produksi II (Pabrik Pupuk Phospat), dan Departemen Produksi III (Pabrik Asam Phospat dan Asam Sulfat). Asam Sulfat adalah cairan bening yang umumnya digunakan dalam pembuatan pupuk, produksi minyak, dan katalisis. Asam Sulfat memiliki berbagai kegunaan, termasuk sebagai reagen dalam pembuatan pupuk fosfat dan ammonium sulfat. Proses pembuatan asam sulfat menggunakan belerang sebagai bahan utama. Belerang biasanya diperoleh dalam bentuk senyawa sehingga perlu dipisahkan untuk mendapatkan belerang dengan konsentrasi dan kemurnian tinggi. Proses pembuatan juga membutuhkan bahan tambahan seperti udara dan air, di mana udara digunakan untuk mengambil oksigen dan air sebagai pengencer atau sumber H2. Pembuatan asam sulfat melalui empat tahap utama yaitu penanganan sulfur, pembuatan SO2 dan konversi SO2, pengeringan udara dan absorpsi SO3, serta penyimpanan dan distribusi H2SO4. Departemen Produksi III B PT Petrokimia Gresik memiliki unit utilitas yang disebut Service Unit (SU). Unit ini berfungsi mendukung proses produksi di Departemen Produksi III B PT Petrokimia Gresik dengan menghasilkan air bersih, air pendingin, air umpan boiler, listrik, uap, dan udara bertekanan, termasuk demineralized water, cooling water, boiler feed water, power generator, steam, serta instrument and plant air.
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang industri semen. Perusahaan yang berlokasi di Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Kota Tuban, Jawa Timur ini merupakan perusahaan produsen semen terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memiliki 4 pabrik di Tuban, Jawa Timur dengan memproduksi semen jenis Portland Pozzolan Cement (PPC) dan Ordinary Portland Cement (OPC) yang dipasarkan dalam bentuk kemasan zak (kg). Selain itu penjualan produk semen juga dapat dalam bentuk curah. Bahan baku utama semen yaitu batu kapur dan tanah liat. Bahan koreksinya yaitu copper slag dan pasir silika dengan bahan pembantunya yaitu gypsum, trass, dolomite, dan fly ash. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban III memiliki kapasitas produksi sebesar 6,1 juta ton/tahun. Proses pembuatan semen terdiri dari unit penyiapan bahan baku, unit pengolahan bahan, unit pembakaran dan pendinginan, unit penggilingan akhir, dan unit pengemasan. Peralatan utama yang digunakan terdiri dari Roller Mill, Blending Silo, Suspension Preheater, Rotary Kiln, Clinker Cooler, dan Finish Mill. Sarana penunjang PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban terdiri dari unit penyediaan air, unit penyediaan tenaga listrik, unit penyedia udara tekan, dan unit penyediaan bahan bakar. Laboratorium PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. meliputi pengujian bahan mentah, bahan setengah jadi maupun produk jadi. Dari perhitungan neraca massa diketahui massa produk yang dihasilkan sebesar 473.341,685 kg dengan yield 70,754 % dan pada perhitungan neraca panas didapatkan heatloss sebesar 6,321 %.
PT Petrokimia Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam lingkup Departemen Perindustrian RI yang berdiri sejak tahun 1961. Pada tahun 2012 hingga sekarang PT Petrokimia Gresik menjadi anggota PIHC (Pupuk Indonesia Holding Company). Pabrik ini menempati areal seluas 450 ha. Plant Asam Sulfat merupakan salah satu plant di PT. Petrokimia Gresik yang menggunakan bahan baku produksi berupa belerang padat yang berasal dari Yodarnia dan Kanada, lalu bahan pendukung berupa V2O5 (Vanadium Pentaoksida), udara kering dan air proses. Produksi dari Plant Asam Sulfat berupa asam sulfat dengan kada 98,5%. Kapasitas produksi Plant Asam Sulfat 550.000 ton/tahun. Proses pembuatan asam sulfat di Departemen III A PT. Petrokimia Gresik menggunakan proses Double Contact Double Absorber. dalam pembuatan asam sulfat, bahan baku belerang padat sebanyak 21.129,863 kg/jam, serta bahan pembantu udara sebanyak 91,893 m3/jam. Produk yang dihasilkan asam sulfat 98,5% sejumlah 64.709,661 kg/jam dengan nilai Yeild 93%. Efesiensi energi yang digunakan dalam proses pembuatan asam sulfat 87% dengan presentase total panas yang hilang dalam proses sebesar 13% dari panas masuk. Hasil dari produksi asam sulfat selanjutnya digunakan untuk kebutuhan produksi pabrik Petrokimia Gresik, dan sebagian dijual ke PT Choil Samsung Industri, PT Ajinomoto.
PT. Semen Gresik Tbk. yang berlokasi di Desa Kajar, Kec, Gunem, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Pabrik ini adalah perusahaan yang memproduksi semen jenis Ordinary Portland Cement (OPC), Pozzolan Portland Cement (PPC), dan Portland Composite Cement (PCC). PT. Semen Gresik Tbk. memiliki kapasitas produksi sebesar 3 juta ton/tahun. Dimana ratarata bahan yang masuk ke dalam raw mil sebesar 722.67 ton/jam yang terdiri dari batu kapur, tanah liat, Copper slag dan pasir silika. Proses pembuatan semen menggunakan proses kering, dimana peralatan utama yang digunakan terdiri dari Roller Mill, Blending silo, Suspension Preheater, Rotary Kiln, Clinker Cooler dan Finish mill. Untuk menjaga mutu produksi, PT. Semen Gresik Tbk, Pabrik Rembang melakukan pemantauan dan analisa terhadap bahan baku yang terdiri dari Mix (Limestone dan Clay), Limestone, Pasir Silika, Copper slag, bahan setengah jadi yang berupa terak atau clinker, serta bahan jadi dan produk yang berupa semen. Sarana penunjang PT. Semen Gresik Tbk. terdiri dari unit penyediaan air, unit penyediaan tenaga listrik, unit penyedia udara tekan dan unit penyediaan bahan bakar. Laboratorium PT. Semen Gresik Tbk. adalah disesuaikan dengan SNI 03-6427 yang meliputi adanya pengujian bahan mentah, bahan setengah jadi maupun produk jadi. Begitu pula adanya pengujian pada bahan koreksi, bahan tambahan dan juga pengujian pada bahan bakar yang digunakan. PT. Semen Gresik Tbk. mendistribusikan produk semen oleh Departemen Pemasaran dan Departemen Distribusi, dimana semen dari sub distributor selanjutnya akan disebarkan ke retail shop (toko pengecer) kemudian ke konsumen. Dari perhitungan neraca massa diketahui massa produk yang dihasilkan sebesar 359.503,81 kg dengan efisiensi 47% dan pada perhitungan neraca panas didapatkan efisiensi panas sebesar 98,35 %.
PT Mulia Harvest Agritech (Mulia Harvest) menjadi salah satu penanaman modal asing dari negeri tirai bambu yang meramaikan industri feedmill dalam negeri. Dengan fokus memproduksi beragam produk unggulannya berupa pakan broiler (ayam pedaging) dan layer (ayam petelur), Mulia Harvest memulai produksi pada Mei 2018. Perusahaan ini berlokasi di Kabupaten Grobogan – Jawa Tengah. Produksi pada PT MHA pada tahun 2019 menghasilkan produk berdasarkan macam pakan 36% produk pakan brolier (ayam pedaging), 53% produk pakan layer (ayam petelur), dan 11 % produk lainnya. Total produksi berdasarkan jenis pakan, 49 % berupa pakan jenis pellet, 37% pakan jenis mash, dan 14% berupa konsentrat. Pada proses pembuatan pakan ternak di PT. MHA terdapat 4 proses utama yaitu drying, milling, mixing, packing. PT. Mulia Harvest Agritech memproduksi pakan ternak khususnya pakan ayam dengan bahan baku utama adalah jagung. Bahan baku pembantu yang digunakan adalah Soybean Meal (SBM), Dedak Padi (Rice Bran Fresh), Dried Distillers Grainswith Solubles (DDGS), Wheat Bran, Menir (Broken Rice), Meat Bone Meal (MBM), Corn Gluten Meal (CGM), Chiken Feather Meal (CFM), Lime Stone Fine (Tepung Batu), Lime Stone Chip (Biji Batu). Terdapat pula bahan baku penunjang seperti suplemen makanan, zat aditif, dan olein. Pengiriman dan penerimaan bahan baku keseluruhan menggunakan jalur darat dengan transportasi truck. Untuk produk utama akan dipasarkan ke wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Neraca massa pada Produk Pakan Tipe K788 yang merupakan pakan konsentart adalah massa 2098,3 kg, Produk Pakan Tipe L786 yang merupakan pakan layer adalah 1992,8 kg, Produk Pakan Tipe BR711-SP yang merupakan pakan boiler adalah 2129,8 kg. Neraca panas pada boiler ΔH suplai = 184.567.80,635 kJ/hari, neraca panas pada dryer total ΔH bahan keluar = 7.768.005,11 kJ. Neraca panas pada heat exchanger ΔH suplai = 206.784.295,15 kJ/hari. Laboratorium pada PT. Mulia Harvest Agritech untuk mengecek kualitas sampel pada pakan ternak. Utilitas pada PT MHA yaitu unit kelistrikan(unit PLN), unit laboratorium dan QA/QC (Quality Assurance / Quality Control), unit pengeringan (drying),dan unit penampungan limbah sebagai tempat pembuangan limbah hasil pengeringan jagung seperti abu hasil pembakaran, akan tetapi di PT. MHA tidak memiliki unit pengolahan limbah karena produk yang gagal produksi akan diolah kembali di unit produksi.