INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbedaan gambaran histopatologi hepar tikus wistar akibat paparan metanol dosis bertingkat sebelum dan sesudah injeksi ranitidin

Elisa Rompas - Nama Orang; Gatot Suharto - Nama Orang; Saebani - Nama Orang;

Pendahuluan : Metanol merupakan produk denaturasi alkohol (etanol) sangat berbahaya bila diminum dan dapat menyebabkan kematian .Ranitidine memiliki kemampuan untuk menginhibisi enzim alkohol dehydrogenase yang sehingga secara tidak langsung mempunyai efek antidotum pada toksisitas metanol.
Tujuan : untuk mengetahui pengaruh pemberian ranitidin terhadap histopatologi hati tikus Wistar dengan pemberian metanol dosis bertingkat.
Material dan Metode : Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Semarang dan Bagian Forensik dan Medikolegal RSUP dr. Kariadi Semarang sebagai tempat pemeliharaan dan tempat perlakuan penelitian terhadap hewan coba, Laboratorium Patologi Anatomi RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen sebagai tempat pembuatan preparat dan pemeriksaan mikroskopis dengan 35 sampel Tikus Wistar. Tikus Wistar 7 kelompok, yaitu 6 kelompok perlakuan, 1 kelompok kontrol. Organ hati diperiksa tingkat kerusakan selnya dan diklasifikasikan berdasarkan system skor Manja Roenigk. Untuk mencari perbedaan tiap kelompok, klasifikasi tersebut dianalisa dengan uji Chi-Square untuk melihat perbedaan antar kelompok.
Hasil Penelitian : kelompok kontrol signifikan terhadap kelompok ¼ LD 100 Metanol, kelompok ½ LD 100 Metanol, kelompok LD 100 Metanol, kelompok ½ LD 100 Metanol + Ranitidin dan kelompok LD 100 Metanol + Ranitidin dengan nilai p 0,005. Pada kelompok ¼ LD 100 Metanol dengan ranitidin terdapat perbaikan signifkan dibandingan dengan kelompok ¼ LD 100
Metanol tanpa pemberian Ranitidin. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ranitidin memberikan efek antidotum pada metanol dengan dosis tertentu.
Kesimpulan : ranitidin dapat mengurangi tingkat kerusakan jaringan ogan hati karena mempunyai efek antidotum pada keracunan metanol, tapi tidak sebagai antidotum.
Kata Kunci : Ranitidin, Keracunan Metanol, Organ Hati, Histopatologi


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 614 ELI p
168/FKUD/TS/2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
614 ELI p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
614
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Forensik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?