INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Efektivitas difenhidramin dan klonidin untuk mencegah agitasi pasca anestesi sevofluran pada pasien pediatri

Riken Mediana Eka Putri - Nama Orang; Heru Dwi Djatmiko - Nama Orang;

Latar Belakang: Labioplasti merupakan salah satu tindakan pembedahan yang banyak dilakukan pada pasien pediatri. Anestesi terpilih pada operasi labioplasti yaitu general anestesi dengan agen inhalasi sevoflurane. Efek samping sevoflurane yang sering muncul adalah agitasi pasca anestesi.. Beberapa obat sering digunakan untuk mengurangi agitasi pasca anestesi dengan agen inhalasi sevoflurane, diantaranya difenhidramin dan klonidin.
Tujuan: Membandingkan pengaruh pemberian difenhidramin dan klinidin intravena dosis tunggal sebelum ekstubasi terhadap insiden agitasi saat pulih sadar dari anestesi umum pada pasien pediatrik yang menjalani prosedur pembedahan dengan anestesi umum dengan gas inhalasi sevofluran.
Metode: Dilakukan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized, double-blind, controlled trial pada 50 pasien pediatri sebagai subjek penelitian yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak masing-masing kelompok terdiri dari 25 anak yang menjalani operasi labioplasti dengan anestesi umum inhalasi menggunakan agen inhalasi sevoflurane. Kelompok I mendapat perlakuan injeksi difenhidramin 0,5 mg/kgbb 15 menit sebelum agen inhalasi dimatikan. Kelompok II mendapat klonidin 2 mcq/kgbb 15 menit sebelum agen inhalasi dimatikan. Dievaluasi kejadian agitasi dengan membandingkan skor PAEDS pre operasi, 1 menit post ekstubasi, saat mulai pulih sadar, dan 15 menit post ekstubasi.
Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa klonidin lebih efektif dibandingkan dengan difenhidramin dalam menurunkan angka kejadian agitasi dan emergence delirium pasca anestesi umum dengan sevofluran pada pasien pediatrik, tetapi tidak berbeda bermakna dengan nilai p≤0,05

Kesimpulan: Pemberian klonidin intravena sebelum ekstubasi lebih efektif dibandingkan dengan difenhidramin dalam menurunkan angka kejadian agitasi saat pulih sadar dari anestesi umum pada pasien pediatrik yang menjalani labioplasti dengan gas inhalasi sevofluran tetapi tidak berbeda bermakna

Kata Kunci : Sevoflurane, Agitasi, PAEDS Score, klonidin, difenhidramin


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 617.9 RIK e
147/FKUD/TS/2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
617.9 RIK e
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
617.9
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Anestesiologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?