Text
Deteksi kanker Paru Citra Computed Tomography Menggunakan Metode Segmentasi Active Contour Untuk Treatment Palnning System
Telah dilakukan distilasi uap rimpang temu kunci dari daerah Bandungan, Jawa Tengah dan identifikasi minyak atsiri yang dihasilkan menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectrometer (GC-MS). Komponen minyak atsiri temu kunci daerah Bandungan dibandingkan dengan komponen minyak atsiri temu kunci daerah Karanganyar dan Wonogiri. Penelitian diawali dengan distilasi uap rimpang temu kunci yang telah dipotong-potong selama 5 jam. Identifikasi sifat fisis minyak atsiri meliputi indeks bias, berat jenis, dan putaran optik. Identifikasi minyak atsiri menggunakan GC-MS menunjukkan adanya 18 komponen minyak atsiri. Dalam penelitian ini, ada enam puncak komponen yang diidentifikasi, yaitu α-pinene, camphene, 1,8-cineole, trans-β-ocimene, linalool, dan camphor. Komponen minyak atsiri camphene, 1,8-cineole, trans-β-ocimene, dan camphor juga ditemukan dalam temu kunci daerah Karanganyar dan Wonogiri, seperti tertulis dalam penelitian Arniputri. Komponen minyak atsiri α-pinene dan linalool hanya terdapat dalam temu kunci daerah Bandungan saja.
Tidak tersedia versi lain