INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbandingan hasil water Drinking Test pada glaukoma sudut terbuka primer yang terkontrol dengan prostaglandin analogue dan dengan selective laser trabeculoplasty

Sara Listyani Koentjoro - Nama Orang; Fifin L. Rahmi - Nama Orang; Maharani Cahyono - Nama Orang;

Pendahuluan: Seringkali pasien glaukoma datang dengan tekanan intra okuler (TIO) yang mencapai target, tetapi tetap menunjukkan progresivitas glaukoma akibat adanya fluktuasi TIO. Water drinking test (WDT) dapat digunakan sebagai metode untuk memprediksi fluktuasi TIO.
Tujuan: Membandingkan hasil WDT pada glaukoma primer sudut terbuka (GSTaP) yang terkontrol dengan prostaglandin analogue (PGA) dan dengan selective laser trabeculoplasty (SLT).
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik intervensional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi. Subyek penelitian adalah penderita GSTaP yang dipilih secara consecutive sampling. Tekanan intraokuler diukur sebelum dan sesudah WDT. Sesudah WDT, TIO diukur tiap 15 menit hingga 1 jam. Data TIO puncak dan fluktuasi TIO dikumpulkan dan dianalisis menggunakan t-test.
Hasil: Sebanyak 42 mata dari 30 orang penderita GSTaP diperiksa dalam penelitian ini. Kelompok PGA terdiri dari 26 mata, sedangkan kelompok SLT 16 mata. Subyek penelitian sebagian besar laki-laki dan memiliki derajat glaukoma awal. Water drinking test meningkatkan TIO secara signifikan pada kedua kelompok. Mean TIO pre WDT kelompok PGA 14,58 ± 2,580 mmHg, sedangkan kelompok SLT 16,94 ± 2,645 mmHg. Mean TIO puncak sebesar kelompok PGA 22,73 ± 4,114 mmHg, sedangkan kelompok SLT 25,75 ± 5,859 mmHg. Fluktuasi TIO kelompok PGA 8,15 ± 4,202 mmHg, sedangkan kelompok SLT 8,81 ± 5,344 mmHg. Hasil uji beda TIO puncak dan fluktuasi TIO pada kedua kelompok tidak berbeda bermakna.
Simpulan: Tidak terdapat perbedaan hasil WDT pada pasien GSTaP yang terkontrol dengan PGA dan dengan SLT. Kedua jenis terapi memiliki kemampuan yang sama dalam mengendalikan fluktuasi TIO.
Kata Kunci: Glaukoma sudut terbuka primer, prostaglandin analogue, selective laser trabeculoplasty, water drinking test.


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 617.7 SAR p
117/FKUD/TS/2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
617.7 SAR p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
617.7
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Mata
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?