Text
Entomologi Kedokteran
Sejak ditemukannya mikroskop sebagai alat pembesar pada abad ke 16, para ahli ilmu kedokteran berpendapat bahwa serangga dapat menjadi penular atau vektor penyakit pada manusia. Selanjutnya pada abad ke-19 sejumlah ahli mulai memastikan bahwa nyamuk, lalt, kutu, dan pinjal dapat menularkan berbagai jenis penyakit pada manusia maupun hewan.rnrnSecara langsung, serangga dapat menyebabkan alergi, dermatitis, envenomisasi, miasis, ataupun skabies. Serangga juga dapat menularkan sejumlah penyakit berbahaya seperti demam berdarah, malaria, demam kuning, chikungunya, ensefalitis, tifus, filariasis, penyakit tidur, antraks, tuleremia, leismaniasis, dan lain-lain.rnrn
Tidak tersedia versi lain