Text
Analisis Potensi Produksi Bioetanol dari Limbah Kulit Nanas Madu (Ananas comosus L. Merr) Kecamatan Belik Pemalang Jawa Tengah
Kabupaten Belik - Kabupaten Pemalang adalah penghasil nanas madu dengan kontribusi sekitar 27.162 ton per tahun di Jawa Tengah, merupakan produk unggulan, yang memiliki potensi besar dan andal untuk mengembangkan ekonomi daerah. Ada beberapa usaha kecil dan menengah yang memproduksi madu nanas olahan yang dibuat menjadi produk jus nanas, keripik nanas, dodol nanas dan juga beberapa usaha kecil dan menengah yang menjual nanas kupas. Kegiatan ini menghasilkan limbah kulit nanas madu yang cukup banyak, pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi bioetanol diharapkan menjadi energi potensial untuk kebutuhan rumah tangga. Limbah kulit nanas mengandung kadar selulosa sekitar 12% sehingga berpotensi menjadi bioetanol dengan melakukan proses fermentasi dan destilasi. Satu kilogram buah nanas dapat menghasilkan 250 gram limbah kulit nanas, atau 1 ton dapat menghasilkan sekitar 250 kg limbah kulit kering. Penelitian ini menggunakan bahan baku limbah kulit nanas dengan metode fermentasi LSF (liquid state fermentation) dan proses destilasi. Menggunakan 2,5 Kg kulit dapat menghasilkan 1 liter bioetanol dengan kadar 95,13 % pada kulit basah dan kadar 95,66% pada kulit kering. Di Kecamatan Belik menghasilkan limbah kulit nanas sekitar 4.125 Kg per hari, maka dapat dihasilkan bioetanol sekitar 1.650 liter per hari.
Kata Kunci: Limbah nanas, fermentasi, distilasi, bioetanol
Tidak tersedia versi lain