Text
PENELITIAN TERAPAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI PELEPAH PISANG DENGAN METODE OZONOLYSIS – SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF)
Pelepah pisang (Musa paradisiaca) memiliki potensi sebagai bahan baku alternatif untuk
pembuatan bioetanol. Dikarenakan pelepah pisang mengandung lignosellulosa yang merupakan
bahan baku bioetanol generai-2. Namun, tingginya kandungan lignin dapat menghambat enzim
dalam mengakses serat selulosa, sehingga diperlukan metode pretreatment untuk mengurangi
lignin. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah ozonolisis, proses ini menggunakan ozon
sebagai oksidan kuat untuk menghancurkan struktur lignin. Selain itu, Proses hidrolisis dan
fermentasi untuk produksi bioetanol umumnya dilakukan secara terpisah, yang dikenal sebagai
Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF). Metode ini kurang efisien karena melibatkan
dua reaktor dan tidak berlangsung secara berkesinambungan. Untuk mengatasi kelemahan ini,
diterapkan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF), di mana hidrolisis
dan fermentasi dilakukan secara bersamaan dalam satu reaktor. Proses SSF ini lebih unggul
karena mengahemat waktu, energi, dan dapat menghemat biaya operasional. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ozonolisis dan efisiensi metode Simultaneous
Saccharification and Fermentation (SSF) dalam membuat bioetanol dari pelepah pisang (Musa
paradisiaca). Pada penelitian ini variabel yang digunakan adalah lama waktu tinggal proses
Simultaneous Saccharification and Fermentation dan konsentrasi ragi saccharomyces
cereviceae. Hasil bioetanol akan dilakukan beberapa analisis diantaranya analisis kadar ozon,
analisis kadar lignin, analisis densitas, dan analisis gas kromatografi.
Tidak tersedia versi lain