Text
PENGARUH KONDISI OPERASI DALAM OZONOLISIS ETIL ESTER MINYAK JELANTAH HASIL TRANSESTERIFIKASI KATALIS CANGKANG KERANG DARAH
Penggunaan bahan bakar diesel fosil memberikan dampak buruk terhadap
lingkungan, seperti perubahan iklim, gas rumah kaca, dan polusi udara. Tujuan dari
adanya penelitian ini yakni untuk mengembangkan metode sintesis biodiesel
dengan reaksi transesterifikasi menggunakan katalis heterogen berbahan kalsium
oksida (CaO) dari cangkang kerang dara dan dilanjutkan dengan ozonolisis dalam
berbagai variabel operasi yang diharapkan dengan menggunakan gabungan metode
ini dapat menghasilkan produk biodiesel yang lebih optimal yang dapat
menggantikan bahan bakar diesel fosil. Penelitian ini dilakukan dengan
mengidentifikasi laju alir, kecepatan pengadukan, dan waktu ozonolisis, serta
mengkaji pengaruhnya terhadap produk biodiesel. Proses ozonolisis menghasilkan
biodiesel dengan viskositas optimal (2,08-2,97 cP) yang terutama dipengaruhi oleh
kecepatan pengadukan, serta titik nyala yang memenuhi standar (154-172°C)
dengan waktu ozonolisis sebagai faktor penentu utama. Kadar air produk (0,0179-
0,0578%) berada dalam batas standar, namun terjadi peningkatan densitas (0,909-
0,927 g/mL) akibat pembentukan senyawa polar selama proses. Kendala utama
terletak pada bilangan asam yang masih tinggi (3,59-4,15 mg KOH/g) karena
pembentukan asam karboksilat. Analisis menunjukkan laju alir ozon merupakan
parameter paling kritis yang mempengaruhi densitas dan kadar air, sementara waktu
reaksi berperan penting dalam menentukan titik nyala. Temuan ini
mengindikasikan perlunya optimasi lebih lanjut terhadap kondisi ozonolisis,
khususnya dalam mengendalikan pembentukan senyawa asam untuk memperoleh
biodiesel yang memenuhi seluruh persyaratan kualitas.
Tidak tersedia versi lain