Text
BERAS ANALOG BERBAHAN DASAR TEPUNG UBI KAYU DAN TEPUNG TALAS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PISANG SEBAGAI INOVASI MAKANAN POKOK FUNGSIONAL
Pada dasarnya nasi adalah makanan pokok penduduk Indonesia sebagai sumber utama
karbohidrat, biasanya diproduksi di pertanian dalam negeri atau luar negeri.
Permasalahan beras adalah besarnya permintaan masyarakat namun tidak diimbangi
dengan penurunan produksi beras setiap tahunnya, sehingga Indonesia masih impor beras
dalam memenuhi kebutuhan beras penduduk. Alternatif yang dapat dilakukan adalah
menggunakan bahan non-beras sebagai pengganti. Beras analog adalah pengganti beras
yang berasal dari bahan non-beras, seperti ubi, biji-bijian, atau kacang-kacangan, yang
berbentuk seperti beras dan memiliki kandungan gizi yang sama dengan beras, dan justru
lebih banyak dari beras. Di penelitian ini talas dan ubi kayu dipakai sebagai bahan pokok
dalam pembuatan beras analog, kemudian ditambahkan dengan tepung pisang sebagai
penambah nilai kandungan beras analog. Penelitian ini diharapkan dapat membuat beras
analog lebih termodifikasi dan lolos beberapa pengujian yaitu uji pada kadar abu, kadar
air, protein, karbohidrat dan lemak. Hasil dari kadar air pada penelitian ini sesuai dengan
SNI dimana rentang hasil kadar air yang diperoleh yaitu sebesar 9,28% - 11,76%, untuk
kadar protein hampir mendekati SNI yaitu nilai paling besar didapat adalah 5,68%, untuk
kadar lemak masih mendekati SNI yaitu dibawah 3%, untuk karbohidrat sudah memenuhi
SNI yaitu mendapatkan nilai lebih dari 78,9%, untuk kadar abu sudah memenuhi SNI
karena hasil yang didapatkan pada penelitian ini kurang dari 3%.
Tidak tersedia versi lain