INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Hubungan kecepatan waktu kematian dan gambaran makroskopis serta mikroskopis organ dalam dengan pemberian brodifakum dalam berbagai pelarut

Julia Ike Haryanto - Nama Orang; Gatot Suharto - Nama Orang; Saebani - Nama Orang;

Pendahuluan : Obat pengencer darah sudah lama digunakan sebagai terapi anti pembekuan darah dan sudah digunakan di seluruh dunia. Selain memiliki khasiat terapi obat tersebut juga dikembangkan secara rodentisida. Salah satu contoh rodentisida yang saat ini banyak digunakan adalah brodifakum, yang merupakan obat generasi kedua dari anti koagulan warfarin dan biasa disebut dengan "super warfarin". Dewasa ini penggunaan rodentisida sering disalahgunakan untuk menghilangkan nyawa seseorang.
Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan waktu kematian dengan menggunakan brodifakum dalam beberapa pelarut yaitu kopi, teh, susu, air kelapa yang diberikan secara oral pada tikus putih galur wistar, serta gambaran makroskopis dan mikroskopis dari organ dalam (paru, jantung, hati, ginjal). Jumlah tikus yang digunakan 25 ekor terbagi menjadi 5 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan (brodifakum dengan pelarut kopi, teh, susu, air kelapa) dan 1 kelompok kontrol yaitu brodifakum aquadest.
Hasil : Didapatkan waktu kematian tercepat yaitu brodifakum dengan pelarut teh dengan rerata 4,4 hari. Nilai brodifakum LD100 25 mg/kgBB. Statistik analitik uji Kruskal-Wallis antara kecepatan waktu kematian dengan pemberian brodifakum dengan berbagai pelarut menunjukkan perbedaan bermakna (P=0,001). Analisa pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis pada organ dalam dilakukan dengan statistik deskriptif.
Simpulan : Pemberian brodifakum dengan pelarut teh menyebabkan kematian tercepat dengan temuan kelainan organ paling banyak. Sedangkan kelainan paling sedikit dengan pelarut susu.
Kata kunci : brodifakum, kecepatan kematian, gambaran makroskopis, gambaran mikroskopis, pelarut


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 614.1 JUL h
103/FKUD/TS/2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
614.1 JUL h
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
614.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Forensik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?