Text
LAPORAN PENELITIAN TERAPAN PRETREATMENT SINAR UV-C TERHADAP EKSTRAKSI AIR SUBKRITIS SENYAWA FITOKIMIA DAN SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI KOPI ARABIKA
Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam,
dan Kolombia, menurut International Coffee Organization (ICO). Sedangkan dari sisi
konsumsi, Indonesia berada di peringkat ketujuh. Kopi pertama kali dibawa ke Indonesia pada
abad ke-17 oleh penjajah Belanda. Kopi memiliki berbagai manfaat pada tubuh kita. Kopi dapat
bermanfaat sebagai antioksidan, kandungan antioksidan pada kopi lebih banyak daripada teh
dan coklat. Selain itu, kopi dapat merangsang kinerja otak dan menurunkan resiko kanker.
Bagian-bagian dari kopi secara umum memiliki kandungan senyawa kimia polifenol dan
flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan
aktivitas antioksidan ekstrak kopi arabika. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Subcritic
Water Extraction (SWE) yang biasa disebut ekstraksi air panas bertekanan merupakan metode
ramah lingkungan yang umumnya diterapkan untuk ekstraksi kopi. Dalam penelitian ini, proses
optimalisasi ekstraksi fenolik dilakukan dengan variabel tetap berupa sampel bubuk kopi
arabika sebanyak 350 gram dengan pelarut 4 L dan waktu ekstraksi 10 menit dengan variabel
bebas yaitu daya lampu UV-C 10 watt, 20 watt, dan 30 watt; waktu penyinaran 30 menit 45
menit, dan 60 menit. Variabel penelitian dirancang dengan metode respons permukaan atau
Response Surface Methodology (RSM) untuk mendapatkan kondisi operasi optimum pada
proses ekstraksi air subkritis sehingga dihasilkan senyawa fenolik yang optimal. Uji aktivitas
antioksidan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis.
Tidak tersedia versi lain