Text
PROPOSAL PENELITIAN TERAPAN PENGEMBANGAN KATALIS HETEROGEN BIODIESEL DARI TULANG AYAM DAN IKAN LELE YANG TERIMPREGNASI KOH
Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi besar dan Tingkat
konsumsi energi yang terus meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2023 sendiri,
konsumsi bahan bakar di Indoneseia, khususnya solar mencapai angka 17,5 juta KL
per tahun. Namun Indonesia masih bergantung pada penggunaan energi fosil yang
merupakan non-renewable energy, dan cenderung tidak ramah lingkungan. Oleh
karena itu, pemerintah Indonesia pun menetapkan kebijakan yaitu penggunaan
bahan bakar B35, yaitu campuran dari 35% biodiesel, dan 65% solar. Dengan
begitu, penggunaan biodiesel diharapkan akan menjadi solusi untuk menggantikan
energi fosil. Penggunaan biodiesel sendiri diprediksi akan terus meningkat setiap
tahunnya, yang mana akan menjadi peluang tersendiri bagi produsen biodiesel
untuk mengembangkan produk biodiesel yang berkualitas tinggi. Biodiesel
umumnya diproduksi dengan menggunakan katalis homogen atau katalis
heterogen. Namun katalis basa homogen dalam proses transesterifikasi memiliki
beberapa kelemahan seperti katalis tersebut dapat larut sebagian dalam biodiesel
dan dapat bercampur dalam gliserol sehingga sulit untuk dipisahkan, dan tidap
dapat digunakan kembali. Untuk itu pada penelitian ini diadakan pengembangan
katalis heterogen dari tulang ayam dan ikan lele terimpregnasi KOH yang lebih
efektif dalam pemisahan serta dapat di-recycle. Tulang ayam dan yang dikalsinasi
mengandung kalsium karbonat, kalsium hidroksida, dan hidroksiapatit
[Ca10(PO4)6(OH)2], yang sangat berpori dan juga memiliki luas permukaan besar
yang memungkinkan katalis tersebar secara luas dan efektif. Dalam hal ini,
digunakan KOH sebagai impregnan untuk meningkatkan aktivitas katalitik dari
katalis sehingga diharapkan dapat meningkatkan konversi biodiesel. Sebagai
sumber trigliserida, digunakan minyak jelantah karena jumlahnya yang melimpah
di lingkungan dan mudah didapatkan. Dalam penelitian ini, dilakukan pengamatan
terkait pengaruh beberapa variabel terhadap pembuatan katalis yang meliputi
persen tulang ayam terhadap tulang ikan (25, 50, 75%), suhu kalsinasi (600, 800,
900oC), dan konsentrasi KOH (20, 40, 60%). Adapun variabel tetap yang digunakan
ialah, waktu kalsinasi (4 jam), konsentrasi katalis (10 wt%), rasio metanol dan minyak jelantah (10:1), suhu reaksi transesterifikasi (65oC), dan waktu reaksi
transesterifikas (120 menit). Variabel penelitian dirancang dengan metode respons
permukaan/Response Surface Methodology (RSM). Hasil pengamatan berupa nilai
keefektifan katalis yang ditinjau dari besarnya nilai kebasaan. Kemudian, sampel
katalis terbaik akan digunakan untuk reaksi transesterifikasi, dan hasilnya akan
dibandingkan dengan sampel katalis yang tidak terimpregnasi dengan KOH.
Tidak tersedia versi lain