Text
LAPORAN MAGANG PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA, Tbk. CITEUREUP – BOGOR QUALITY ASSURANCE RESEARCH DIVISION (1 JULI 2021 s/d 27 AGUSTUS 2021)
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan salah satu pabrik semen milik swasta
dengan produksi semen terbesar di Indonesia dan memiliki kapasitas produksi klinker sekitar
24,9 juta ton per tahun. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk memiliki 13 plant di Indonesia
dengan 10 plant berlokasi di Citeureup, Bogor, 2 plant di Palimanan, Cirebon, dan 1 plant di
Tarjun, Kalimantan Selatan. Jenis semen yang dihasilkan oleh PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk meliputi ±9 jenis semen, yaitu semen Portland tipe I, II, dan Oil Well Cement
(OWC); Portland Composite Cement (PCC); Portland Pozzolan Cement (PPC); White
Cement, White Mortar TR-30, dan slag cement. Dalam kerja praktek di PT Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk, dilaksanakan pada periode 1 Juli hingga 27 Agustus 2021 di Quality
Assurance Research Division. Pada landasan laporan menggunakan data plant 7 dengan jenis
semen yang khusus diproduksi pada plant 7 yaitu PCC (Portland Composite Cement). Bahan
baku yang digunakan dalam pembuatan semen yaitu batu kapur (limestone), pasir silika, tanah
liat, pasir besi, dan gypsum. Proses produksi semen yang digunakan oleh PT Indocement
Tunggal Prakarsa Tbk merupakan proses kering.
Proses pembuatan semen secara kering dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu
penambangan dan penyediaan bahan baku (quarrying), penggilingan bahan baku (drying dan
grinding), pembakaran bahan baku dan pendinginan clinker (kiln burning dan cooling),
penggilingan akhir (finish grinding), dan pengantongan semen (packing). Pada plant 7, proses
utama dalam memproduksi semen mencakup beberapa unit yaitu raw mill unit, kiln unit,
finish mill unit, coal mill unit, dan packing unit. Proses pembuatan hingga hasil produksi
semen yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk telah mengikuti dan
memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), American Institute Petroleum (API),
International Standard Organization (ISO), OSHAS, maupun Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Standar- standar yang ada diterapkan oleh PT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melalui kegiatan teknis di lapangan seperti pemberian dan
penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pemberian jaminan kesejahteraan dalam berbagai
bidang bagi seluruh pekerja pabrik. Dari perhitungan neraca massa diketahui massa produksi
yang dihasilkan sebesar 279.529,728kg dengan efisiensi 55,30% dan pada perhitungan neraca
panas didapatkan efisiensi panas sebesar 76,410%.
Tidak tersedia versi lain