Text
PROYEK PEMBANGUNAN BLUERAY OFFICE TOWER GAMBIR JAKARTA PUSAT & MITRA TIGA REKANAN (MTR) OFFICE KEBAYORAN JAKARTA SELATAN
Proyek Pembangunan Blueray Office Gambir Jakarta Pusat dan Proyek Pembangunan Mitra Tiga Rekanan (MTR) Office Kebayoran Jakarta Selatan adalah
proyek yang dimiliki oleh PT. Putra Indonesia Berjaya dan PT. Mitra Tiga Rekanan,dengan kontraktor utamanya adalah PT Wijaya Kusuma Contractors. Laporan ini
membahas pengalaman magang pada Proyek Pembangunan Blueray Office Tower di Gambir, Jakarta Pusat, dan Proyek Pembangunan Mitra Tiga Rekanan (MTR)
Office di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Magang bertujuan untuk mengenal metode pelaksanaan proyek, pengendalian mutu, biaya, dan waktu, serta memahami
permasalahan di lapangan beserta solusinya. Laporan ini diusun dengan melakukan pengamatan secara langsung selama enam bulan dari mulai persiapan dan
pelaksanaan proyek. Pada Proyek Blueray Office Tower, fokus utama adalah pada pekerjaan struktur bawah dengan fondasi bore pile dan soldier pile, sementara pada
Mitra Tiga Rekanan (MTR) Office, pekerjaan melibatkan pekerjaan struktur atas seperti kolom, balok, dan plat lantai. Magang ini memberikan pemahaman
mendalam tentang teori perkuliahan yang diaplikasikan pada kondisi lapangan nyata. Selain itu, laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
mahasiswa, perusahaan konstruksi, dan dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM di bidang teknik sipil dan perancangan arsitektur.
Pekerjaan yang dilakukan selama proses Pembangunan pada dua proyek, dilaksanakan sesuai dengan Rencana Kerja Syarat (RKS) dari mulai pekerjaan
strukrur bawah dimulai dari pengeboran hingga pengecoran serta pekerjaan struktur atas dari mulai pemasangan bekisting hingga proses curing, beberapa proses
pengendalian biaya dengan selalu membuat progress setiap bulan untuk mebghitung kesesuaian pekerjaan yang dilaksanakan dengan Rancangan Anggaran
Biaya rencana, pengendalian waktu yang dilakukan dengan time schedule dan kurva s, dan pengendalian mutu dengan melakukan pengujian slump test pada saat di
lapangan hingga pengetesan uji tekan beton dan uji tarik tekuk besi juga dilaksanakan dengan metode yang sama. Mahasiswa diharapkan mendapat
pengalaman lebih berbekal studi kasus yang terjadi seperti segregasi pada beton setelah proses pengecoran dengan me-repair menggunakan mortar instan, hingga
uji tekan beton yang tidak memenuhi kuat tekan rencana selama masa pelaksanaan Pembangunan diupayakan dengan mengetes sample silinder cadangan.
Tidak tersedia versi lain