INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbandingan gambaran histopatologi lambung tikus wistar setelah pemberian deksketoprofen ketorolak

Datu Abdul Rahman Hakim - Nama Orang; Hari Hendriarto Satoto - Nama Orang;

Latar belakang : Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) merupakan obat yang memiliki kemampuan untuk mengatasi nyeri, sehingga dapat digunakan untuk pengelolaan nyeri pasca bedah. Ketorolak dan desketoprofen merupakan OAINS bekerja dengan cara menghambat aktifitas ezim siklooksigenase (COX) baik enzim siklooksigenase-1 (COX-1) maupun enzim siklooksigenase-2 (COX-2) sehingga sintesis dari prostaglandin (PG) juga terhambat. PG khususnya prostaglandin E2 (PGE2) sebenarnya merupakan zat yang bersifat protektor untuk mukosa saluran cerna atas. HAmbatan sintesis PG akan mengurangi ketahanan mukosa, dengan efek berupa lesi akut mukosa lambung bentuk ringan sampai berat.
Tujuan : Mengetahui perbedaan gambaran histopatologi lambung tikus wistar setelah pemberian deksketoprofen dan ketorolak.
Metode : Dilakukan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan randomized post test control group design pada 14 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor tikus wistar yang diberi luka incisi. Kelompok I mendapatkan deksketoprofen 0,9 mg intramuskular tiap 8 jam selama 5 hari dan kelompok II mendapatkan ketorolak dengan dosis 0,54 mg intramuskuler tiap 8 jam selama 5 hari. Setelah itu dilakukan terminasi serta pengambilan jaringan lambung dan dianalisis gambaran histopatologisnya. Uji statistik normalitas data dengan menggunakan Saphiro wilk uji beda dengan menggunakan Independent t Test.
Hasil : Dari hasil uji Independent T Test didapatkan nilai p antara kelompok I terhadap kelompok II P=0,029 sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok I dan kelompok II.
Kesimpulan : Terdapat perubahan gambaran histopatologis lambung tikus wsitar setelah pemberian deksketorpofen dan ketorolak, dimana perubahan gambaran histopatologi lambung tikus wsitar pada pemberian desketoprofen lebih sedikit dibandingkan dengan ketorolak.
Kata kunci : deksketoprofen, ketorolak, gambaran histopatologi lambung


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 617.9 DAT p
072/FKUD/TS/2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
617.9 DAT p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
617.9
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Anestesiologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?