Text
KOTA UNTUK SEMUA Hunian yang Selaras dengan Sustainable Development Goals dan New Urban Agenda
Urbanisasi merupakan fenomena global yang tidak dapat dihindari. Selain
menimbulkan banyak masalah, urbanisasi juga menawarkan solusi. Karena itu,
peran kola dalam pembangunan yang berkelanjutan semakin lama semakin besar
seiring dengan meningkatnya persentase penduduk perkotaan di dunia. Tak
dapat dimungkiri, jika melihat berbagai laporan resmi lembaga-lembaga dunia,
peningkatan urbanisasi sangat berkorelasi dengan pertumbuhan penghasilan per
kapita suatu negara.
Sayangnya, keterkaitan antara peningkatan urbanisasi dan penghasilan per kapita
di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan hal yang sama di negara Asia
lain seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand. Artinya, urbanisasi di Indonesia
kalah menyejahlerakan rakyal dibanding dengan yang terjadi di negara-negara
tetangga tersebut. Sistem yang ada sekarang membuat mereka yang mampu
mengakses ruang kota strategis lebih mampu mengambil manfaat dari
keberadaan kota daripada mereka yang tidak mampu. Mereka yang tidak mampu
cenderung terpinggirkan atau terpaksa meninggali ruang-ruang kota yang padat,
kumuh, seringkali ilegal dan rawan bencana.
Lantas bagaimana? Komitmen global masyarakat dunia, termasuk Indonesia,
dalam wujud Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB) dan New Urban Agenda (NUA) atau Agenda Baru Perkotaan
menawarkan rujukan arah bagi pembangunan secara umum maupun pemĀ
bangunan kota pada khususnya.Intinya, kota haruslah untuk semua pihak. Dan
oleh karena itu, kota harus direncanakan, dirancang, dibangun, dan dikelola oleh
semua serta memanfaatkan sumber daya dari semua. Dengan begitu, kota dan
urbanisasi pun tu rut berkontribusi dalam keterwujudan SDGs.
Buku ini memaparkan dengan jelas dan rinci kota seperti apa yang dapat
menyejahterakan semua pihak sekaligus turut berkontribusi pada.pewujudan
pembangunan yang berkelanjutan. Kota menjadi sangat penting tetapi tidak boleh
terjadi "urban bias" (kebijakan yang condong mementingkan kota). Kota tidak
untuk diri sendiri, apalagi untuk segelintir mereka yang punya akses ke ruang
kota. Kola pun harus dapat berperan dalam penyejahteraan masyarakat desa
perlindungan hutan, sungai dan laut serta hal-hal lain yang berpengaruh pada
keberlanjutan kehidupan di bumi satu-satunya bagi manusia ini.
Tidak tersedia versi lain