Text
Memacu Infrastruktur di Tengah Krisi
Populasi penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 230 juta jiwa dan tersebar di luas wilayah sekitar 1.919.440 km2, serta kegiatan perekonomian yang tengah tumbuh, menuntut dukungan infrastruktur yang memadai untuk menunjang aktivitas perekonomian.
Dukungan infrastruktur itu antara lain berupa infrastruktur sumber daya air, transportasi, perumahan, serta telematika. Saat ini ketersediaan lnfrastruktur di Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Timur, bahkan kualitas infrastruktur di Indonesia, menurut Asian Development Bank Institute, masih di bawah negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Sebetulnya hal ini patut disayangkan, karena ketersediaan lnfrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan nasional. Agar infrastruktur dapat berperan maksimal dalam menunjang perekonomian, para ahli seringkali menggunakan angka 5%-6% dari PDB sebagai rule of thumb alokasi
anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Sebelum krisis ekonomi 1997 investasi Indonesia di bidang infrastruktur mencapai angka di atas 7% PDB nasional. Investasi sebesar ltu telah berhasil menjadi sokoguru pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga pada saat itu Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sejajar dengan negara-negara lainnya di kawasan Asia, seperti Malaysia, Korea Selatan, dan India.
Tidak tersedia versi lain