INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Optimasi Proses Ekstraksi Theaflavin Dari Fermentasi Daun Teh Dengan Pancaran Sinar UV

Text

Optimasi Proses Ekstraksi Theaflavin Dari Fermentasi Daun Teh Dengan Pancaran Sinar UV

M. Makhdum Ibrahim - Nama Orang;

Theaflavin dibentuk dari proses fermentasi teh yang berpengaruh terhadap warna, rasa, dan aroma serta kejernihan teh. Theaflavin (TF) menyebabkan teh berwarna coklat kekuningan dengan rasa sepat, Kadar theaflavin berkisar 0,5% – 2,5% dari berat kering, kandungan theaflavin berpotensi digunakan dalam makanan fungsional dan nutraceuticals dalam pencegahan beberapa penyakit, Seperti, obesitas, kanker, atau diabetes, Selain itu hasil salah satu skrining dari struktur kimia yang paling berpotensi sebagai inhibitor RdRp yang aktif pada SARS-CoV-2 adalah senyawa theaflavin.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Sinar UV terhadap kadar theaflavin yang dihasilkan. Pembuatan Theaflavin ini meggunakan metode Fermentasi daun teh yang dilanjutkan dengan Ekstraksi konvensional dan Analisis Kandungan total Theaflavin dengan analisis spektrofotometer UV-Vis. Hasil yang didapat pada percobaan dengan variabel Theaflavin dengan pancaran sinar UV, dengan waktu ekstraksi sebesar 20 menit diperoleh kadar theaflavin sebesar 0,703 %, sedangkan untuk ekstraksi dengan waktu 35 menit diperoleh kadar theaflavin sebesar 0,939 %, dan ekstaksi dengan waktu 63,284 menit diperoleh kadar theaflavin sebesar 0,336 %, pada waktu ekstraksi waktu 63,284 menit terjadi penurunan, hal ini disebabkan karena semakin lama waktu fermentasi menyebabkan perubahan senyawa bioaktif theaflavin menjadi senyawa bioaktif thearubigin, sedangkan untuk hasil pengaruh suhu, mendapatkan hasil berbanding lurus antara suhu dengan hasil theaflavin yaitu pada suhu 23,786 oC diperoleh kadar theflavin 0,642 %, Pada suhu 45 oC diperoleh kadar theaflavin 0,703% dan pada suhu 66,213 oC diperoleh kadar theaflavin 0,757%. Hasil ini menunjukkan bahwa Sinar UV memiliki pengaruh signifikan terhadap theaflavin yang dihasilkan.
Kata Kunci : Theaflavin, Fermentasi Teh, Ekstraksi, Sinar UV


Ketersediaan — Sekolah Vokasi
#
Perpustakaan Sekolah Vokasi Undip Location name is not set
LPT_40040117640042
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: ., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kimia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
M. Makhdum Ibrahim
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Optimasi Proses Ekstraksi Theaflavin Dari Fermentasi Daun Teh Dengan Pancaran Sinar UV
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?