INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pengaruh Kadar Air Terhadap Penurunan Kadar Free Fatty Acid
Crude Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)
dengan Pelarut N-Heksana dan menggunakan Factorial Design
Experiment

Text

Pengaruh Kadar Air Terhadap Penurunan Kadar Free Fatty Acid Crude Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) dengan Pelarut N-Heksana dan menggunakan Factorial Design Experiment

Farah Salsabillah Maulidinoor - Nama Orang;

Tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) merupakan tanaman yang
banyak tersebar di Indonesia, terutama di daerah pesisir pantai hingga ketinggian
200 dpl. Biji buah nyamplung memiliki kadar minyak yang cukup tinggi yaitu
berkisar antara 40%-73% yang berpotensi dijadikan sebagai bahan baku biodiesel.
Kandungan utama minyak biji nyamplung berupa asam oleat 37,57%, asam
linoleat 26,33%, dan asam stearate 19,96%, dan memiliki kandungan asam
miristat, asam palmitat, asam linolenat, asam arachidat, dan asam erukat. Minyak
biji nyamplung memiliki kadar FFA yang tinggi yaitu berkisar antara 15%-30%,
hal tersebut menjadi salah satu kekurangan dari minyak biji nyamplung karena
semakin tinggi kadar FFA suatu minyak, maka akan semakin rendah hasil
biodiesel yang akan diperoleh. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu
dilakukan penurunan kandungan kadar air yang ada dalam biji nyamplung. Proses
pengambilan ekstrak minyak biji nyamplung dilakukan dengan metode soxhletasi
karena dianggap paling efisien dan menggunakan pelarut n-heksana yang
memiliki sifat non polar dan dapat meningkatkan hasil minyak (lebih dari 50%).
Pada penelitian ini akan menggunakan metode factorial design level 2 untuk
mengetahui variabel proses yang paling berpengaruh sehingga menghasilkan
kondisi operasi optimum dalam pembuatan minyak biji nyamplung dengan kadar
FFA paling rendah.
Kata kunci: Calophyllum inophyllum L., minyak biji nyamplung, kadar air, Free
Fatty Acid (FFA), ekstraksi soxhletas


Ketersediaan — Sekolah Vokasi
#
Perpustakaan Sekolah Vokasi Undip Location name is not set
LPT_40040119650091
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: ., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Kimia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Farah Salsabillah Maulidinoor
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Pengaruh Kadar Air Terhadap Penurunan Kadar Free Fatty Acid Crude Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) dengan Pelarut N-Heksana dan menggunakan Factorial Design Experiment
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?