Text
Optimasi Proses Produksi Minyak Biji Pepaya (Carica papaya L.) dengan Metode Ekstraksi Soxhletasi Menggunakan Factorial Design
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan metodologi ekstraksi minyak biji
pepaya (Carica papaya L.) menggunakan rancangan faktorial level 2. Biji pepaya merupakan
komponen yang signifikan dalam buah pepaya, dengan kandungan sekitar 14.3% dari
keseluruhan buah. Biji pepaya mengandung minyak nabati sekitar 25% dan sebagian besar
terdiri dari asam lemak tak jenuh, yang memiliki potensi untuk diolah menjadi minyak
konsumsi. Metode ekstraksi yang digunakan adalah soxhletasi dengan pelarut non-polar, nheksana. Ekstraksi soxhletasi memungkinkan kontak bahan secara langsung dan
berkelanjutan, sehingga menghasilkan ekstrak yang lebih murni dan kuantitas minyak yang
lebih tinggi, sambil memungkinkan penggunaan ulang pelarut. Rancangan faktorial level 2
digunakan untuk menentukan variabel proses yang paling berpengaruh. Variabel yang
dipertimbangkan adalah rasio massa biji pepaya dan volume pelarut (1:7 dan 1:11), ukuran
partikel (10 dan 30 mesh), dan waktu ekstraksi (170 dan 190 menit).Optimasi dilakukan dengan
menggunakan metode perhitungan quicker method, di mana penentuan efek terbesar dan efek
utama terbesar adalah faktor penentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio massa biji
pepaya dan volume pelarut memiliki efek utama terbesar, dengan nilai efek sebesar 0.1217.
Berdasarkan hasil ini, dilakukan optimasi tambahan dengan memvariasikan rasio tersebut
menjadi 1:7, 1:8, 1:9, 1:10, dan 1:11. Dari analisis tersebut, didapatkan bahwa variabel rasio
1:7 menghasilkan minyak dengan kadar FFA (asam lemak bebas) terendah, yaitu 0.5076%,
yang sesuai dengan standar SNI (0.36-0.82). Selanjutnya, dari variabel rasio 1:7 dilakukan
analisis densitas, viskositas, dan kadar air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio 1:7
menghasilkan minyak dengan densitas 0.924 gr/mL, kadar air 0.07127%, dan kadar FFA
0.5076%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio massa biji pepaya dan
volume pelarut, kadar FFA cenderung meningkat. Namun, berdasarkan teori, peningkatan
kadar FFA akan menurunkan kualitas minyak. Semakin tinggi rasio maka kadar air dan
densitas juga akan semakin besar. Dapat disimpulkan bahwa minyak biji pepaya yang
dihasilkan dalam penelitian ini sesuai dengan standar SNI (01-3555-1998) dengan kadar FFA
(0.36-0.82), kadar air (maks 0.15) dan densitas (0.924-0.929).
Kata kunci : Carica papaya L., minyak biji pepaya, ekstraksi soxhletasi, factorial design
Tidak tersedia versi lain