Text
“Optimasi Ekstraksi Soxhletasi Minyak Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dengan Pelarut Petroleum Eter”
Pepaya (Carica Papaya L.) adalah tanaman buah yang telah tersebar merata di Indonesia.
Pepaya merupakan tanaman dari famili Caricaceae. Salah satu bagian yang dapat dimanfaatkan
dari pepaya adalah biji pepaya. Manfaat dari biji pepaya diantaranya sebagai sebagai penghitam
rambut karena memiliki kandungan senyawa Glucoside carcirin dan dapat menjadi obat untuk
menyembuhkan penyakit gangguan saluran pencernaan dan dapat mencegah penyakit gagal
ginjal. Selain itu biji pepaya juga bisa menjadi sumber untuk mendapatkan minyak dengan
kandungan asam-asam lemak tertentu. Salah satu cara untuk mendapatkan kandungan asam lemak
dari biji pepaya yaitu dengan melalui proses ekstraksi. Metode ekstraksi yang dipakai pada
penelitian ini adalah ekstraksi soxhletasi. Pada metode ini pelarut dapat kontak langsung dengan
bahan dan berlangsung secara kontinyu dan pelarut yang sudah digunakan dalam proses ekstraksi
dapat digunakan kembali. Dan pada metode ini membutuhkan lebih sedikit pelarut dibandingkan
dengan metode maserasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel proses yang
paling berpengaruh terhadap ekstrak minyak biji pepaya. Matode penelitian yang digunakan
adalah factorial desain level 2 dengan variabel waktu ekstraksi, ukuran partikel, dan rasio bahan
dengan pelarut. Dari hasil yang diperoleh selanjutnya dilakukan optimasi, dan dianalisis yield,
densitas, kadar FFA, dan kadar air. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu variabel proses yang
paling berpengaruh untuk proses optimasi ekstraksi minyak biji pepaya adalah variabel ukuran
partikel (s) dengan jumlah atau nilai efek sebesar 11,928. Dari optimasi yang dilakukan pada
variabel ukuran partikel diperoleh hasil optimum nilai yield sebesar 57,029% yaitu pada ukuran
partikel sebesar 20 mesh, waktu ekstraksi selama 180 menit, dan rasio bahan dengan pelarut
sebesar 1:9 (35 gram : 500 mL). Densitas yang dihasilkan yaitu 0,926 gr/mL yang sesuai SNI yaitu
0,924 - 0,929. Kadar FFA (Free Fatty Acid) yang dihasilkan yaitu 0,58% yang sesuai SNI yaitu
0,36% - 0,82%. Dan kadar air yang dihasilkan yaitu 0,077% yang sesuai SNI yaitu maksimal
0,15%.
Pada penelitian dengan judul “Optimasi Ekstraksi Soxhletasi Minyak Biji Pepaya (Carica
Papaya L.) dengan Pelarut Petroleum Eter” akan menggunakan metode rancangan percobaan
factorial design level 23
yaitu dengan 8 kali running sehingga dapat mengetahui variabel proses
yang paling berpengaruh, serta mendapatkan informasi mengenai interaksi antar variabel untuk
mendapatkan hasil atau kondisi yang optimum.
Tidak tersedia versi lain