Text
Implementasi Biji Petai Cina (Leucaena leucocephala) sebagai Foaming Agent Instant Fruitghurt Ekstrak Buah Pisang dengan Metode Foam Mat Drying
Fruitghurt merupakan yoghurt yang dalam proses pembuatannya dilakukan penambahan sari buah
sebagai penambah cita rasa, warna dan aroma. Buah pisang mengandung glukosa yang dapat
memberi tambahan nutrisi bakteri asam laktat selain laktosa yang hanya di peroleh dari susu.
Foam-mat drying merupakan teknik pengeringan bahan berbentuk cair dan peka terhadap panas
melalui teknik pembusaan dengan penambahan zat pembuih. Petai cina mengandung protein yang
memungkinkan untuk diaplikasikan sebagai foaming agent. Penelitian ini bertujuan mengetahui
kondisi operasi yang optimal pada pembuatan instant fruitghurt. Pada pembuatan serbuk fruitghurt
metode penelitian yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel
perubahan suhu pengeringan, konsentrasi maltodekstrin sebagai bahan pengikat dan waktu
pencampuran. Serbuk fruitghurt yang dihasilkan akan dianalisis rendemen, analisis kadar air,
analisis total asam dan analisis pH. Data penelitian diolah dengan menggunakan software
statistica. Hasil serbuk fruitghurt terbaik terdapat pada variabel ke-10 dengan kondisi optimum
(konsentrasi maltodekstrin 1,84 gram, suhu pengeringan 70ºC dan waktu pengadukan 6 menit).
Variabel fruitghurt 10 memiliki pH 4 setelah pengeringan yang sesuai dengan SNI 01-2981-2009,
kadar air 0,631; nilai rendemen 36,85%; dan total asam 1,62%
Kata kunci : fruitghurt, foam mat drying, foaming agent, Leucaena leucocephala
Tidak tersedia versi lain