Text
PROSES PRODUKSI ALKOHOL KAPASITAS 25.000 LITER/HARI DI PT. MADU BARU PS MADUKISMO YOGYAKARTA (02 Februari 2022 s/d 30 Maret 2022) DI PT. MADU BARU PS MADUKISMO YOGYAKARTA
PS Madukismo didirikan di Desa Padokan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan
Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk utama yang dihasilkan
adalah spiritus dan alkohol yang bahan bakunya berasal dari tetes. Bahan baku tetes diperoleh
dari limbah yang dihasilkan oleh Pabrik Gula (PG Madukismo). Kapasitas produksi PS
Madukismo sekitar 25.000 liter alkohol/hari, yang terdiri dari 22.500 liter alkohol prima dan
sekitar 2.500 liter alkohol teknis. Hasil produksi lain adalah alkohol prima, alkohol teknis,
spiritusdan hasil samping berupa minyak fusel, pupuk cair pucamadu, handsanitizer.
Tetes dan yeast/ragi merupakan bahan baku utama pembuatan alkohol dan sprirtus,
sedangkan bahan pendukung lainnya terdiri dari urea (CO2(NH2)2), NPK (Single Super
Fosfat), Asam Sulfat (H2SO4), Superflok dan TRO (Turker Red Oil). Proses meribuatan
alkolhol dilakukan melalui 4 tahap proses yaitu pemasakan, pembibitan, farmentasi, dam
penyulingan. Pada proses pemasakan dilakukan pengenceran, pengaturan pH, penambahan
asam dan zat-zat yang dibutuhkan yeast. Proses premibibitan meliputi 2 proses yaitu
pembuatan starter dilaboratorium dan pembibitan dalam tangki. Sedangkan pada proses
fermentasi, bibit-bibit dari proses pembibitan akan difermentasi hingga menghasilkan beslag.
Beslag ini kemudian akan disuling pada unit distilasi. Untuk pembuatan spiritus, alkohol
yang dihasilkan akan diproses pada unit metilasi. Pada proses ini alkohol akan ditambah
dengan methylen blue, minyak tanah dan metanol.
Limbah yang berasal dari proses produksi di PS Madukismo ada 3 macam meliputi:
limbah gas, limbah cair dan limbah padat. Limbah gas berupa CO2 yang berasal dam unit
peragian dipompa kemudian dicuci dengan air untuk mengambil alkohol yang terikut
didalamnya dan CO2 yang sudah dicuci dibuang keudara. Limbah cair berupa vinase dan
luther wasser diolah dalam unit pengolahan limbah cair waste water treatment atau sawage
treatment plant. Limbah padat berupa endapan lumpur sisa peragian. Endapan lumpur ini
hanya sebesar 10% dari berat bahan sehingga terhanyut bersama air pada saat
pencucian tangki.
Tidak tersedia versi lain