Text
OPTIMASI PROSES EKTRAKSI HESPERIDIN DARI EUREKA LEMON [Citrus limon (l.) Burm.f.] SEBAGAI PENINGKAT IMUN UNTUK MENCEGAH COVID-19 MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION (MAE)
Lemon (Citrus limon) merupakan bahan pangan yang banyak digunakan secara komersial sebagai bahan baku pada berbagai industri. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada awal tahun 2020 impor buah-buahan mengalami penurunan hingga 76,21% dari tahun sebelumnya akibat wabah Covid-19, sehingga permintaan buah-buahan lokal termasuk lemon meningkat. Lemon menjadi salah satu buah yang banyak dicari untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kulit lemon memiliki kandungan senyawa fenolik, kelompok terbesar dari senyawa fenolik adalah flavonoid, senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meningkatkan pertahanan diri dari penyakit yang diinduksi oleh radikal bebas. Kandungan flavonoid yang dominan ditemukan di dalam lemon yaitu senyawa hesperidin, yang memberikan rasa tajam dan pahit. Pengambilan senyawa flavonoid pada kulit lemon dapat dilakukan melalui proses ekstraksi. Ekstraksi dengan bantuan gelombang mikro (MAE) adalah proses menggunakan energi gelombang mikro untuk memanaskan pelarut yang kontak dengan sampel untuk mempartisi analit dari matriks sampel ke dalam pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi senyawa aktif hesperidin pada kulit lemon menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) dengan pelarut methanol pada kondisi proses yang optimal. Kajian penelitian ini dilakukan dengan berbagai variabel antara lain: suhu (50, 55, dan 60oC), waktu ekstraksi (4, 6, dan 8 menit), dan rasio umpan:pelarut (1:20, 1:25, dan 1:30). Variabel penelitian dirancang dengan metode respon permukaan/Response Surface Methodology (RSM). Setelah proses ekstraksi, hesperidin diukur kadarnya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis.
Kata Kunci : Lemon, Hesperidin, Microwave Assisted Extraction
Tidak tersedia versi lain