INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

KESESUAIAN LINGKAR BETIS DENGAN MASSA OTOT YANG DIUKUR DENGAN BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) PADA LANSIA UNTUK MENEGAKKAN SARKOPENIA

Novi Diah Pusparini - Nama Orang; Enny Probosary - Nama Orang; Etisa Adi Murbawani - Nama Orang;

Latar belakang: Bertambahnya populasi lansia mengakibatkan meningkatnya sarkopenia, suatu masalah geriatri yang menimbulkan kualitas hidup yang rendah, kerentanan terhadap penyakit, malnutrisi, bahkan kematian. Massa otot sebagai parameter sarkopenia dapat diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Deteksi penurunan massa otot dengan mudah dan sederhana melalui pengukuran lingkar betis diharapkan bisa mendiagnosis sarkopenia sejak awal sehingga dapat diberikan intervensi dini untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Menganalisis kesesuaian lingkar betis dengan massa otot untuk menegakkan diagnosis sarkopenia. Metode penelitian: Penelitian melibatkan 126 lansia usia 60 -80 tahun di komunitas yang memenuhi kriteria inklusi. Massa otot diukur menggunakan BIA dan lingkar betis diukur dengan pita pengukur. Analisis dilakukan sesuai kurva receiver operating characteristic (ROC) untuk menentukan titik potong beserta nilai sensitivitas (Se) dan spesifisitas (Sp), nilai duga positif (NDP) dan negatif (NDN) lingkar betis sebagai acuan massa otot yang rendah. Hasil: Sebanyak 40 (31,7%) dari 126 subjek mengalami sarkopenia. Titik potong optimal antara lingkar betis dan massa otot 32,9 cm pada perempuan (Se 80,8%,Sp 79,1%, NDP 75,9%, NDN 87,5%) dan 33,5 cm pada laki-laki (Se 78,6%,Sp 74,4%, NDP 50%, NDN 91,4%) untuk menunjukkan massa otot yang rendah. NDP laki-laki lebih rendah dibanding perempuan oleh karena prevalensi penurunan massa otot lebih rendah pada laki- laki dibandingkan perempuan. Kesimpulan: Terdapat kesesuaian lingkar betis massa otot sehingga bisa digunakan sebagai skrining penurunan massa otot untuk menegakkan sarkopenia.
Kata kunci : sarkopenia, lansia, lingkar betis, massa otot


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616.39 NOV k
187/FKUD/TS/2021
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.39 NOV k
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2021
Deskripsi Fisik
xviii, 66 hlm. : tabel, ilus. ; 29 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.39
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Gizi Klinik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?