INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Faktor risiko kejadian mortalitas pada pasien yang menunggu pelaksanaan operasi elektif bedah pintas arteri koroner : Studi kasus di RSUP dr. Kariadi Semarang

Adymas Perdana - Nama Orang; M. Arif Nugroho - Nama Orang; M. Ali Sobirin - Nama Orang;

Latar belakang: Kapasitas yang tidak mencukupi untuk operasi jantung mengakibatkan lamanya waktu tunggu pasien yang membutuhkan operasi elektif bedah pintas arteri koroner (BPAK). Penelitian sebelumnya melaporkan adanya konsekuensi peningkatan risiko mortalitas selama menunggu BPAK. Identifikasi faktor risiko mortalitas sangat penting pada pasien yang menunggu pelaksanaan operasi BPAK. Tujuan: Mengetahui angka mortalitas dan mengidentifikasi faktor risiko kejadian mortalitas pada pasien yang menunggu operasi elektif BPAK. Metode: Penelitian kohort retrospektif dilakukan pada pasien yang menunggu pelaksanaan operasi elektif BPAK di RSUP dr. Kariadi Semarang dari Januari 2018 sampai Desember 2020. Identifikasi faktor risiko yang berpengaruh terhadap mortalitas dilakukan pada pasien yang menunggu pelaksanaan operasi BPAK dengan metode logistik regresi. Hasil: Terdapat 175 pasien yang memenuhi kriteria dengan rata-rata waktu tunggu operasi 9,3 bulan. Saat menunggu operasi BPAK, terdapat 32 (18,3%) pasien meninggal karena sebab apapun. Faktor risiko independen mortalitas selama menunggu BPAK meliputi: penyakit pembuluh darah utama arteri koroner kiri (OR 3,89; 95% IK 1,36-11,14; p=0,011), kreatinin serum > 1,5 mg / dl (OR 3,57; 95% IK 1,31-9,72; p=0,013), faktor risiko penyakit jantung koroner > 3 (OR 3,40; 95% IK 1,25-9,26; p=0,016), dan fraksi ejeksi ventrikel kiri < 45% (OR 2,92; 95% IK 1,035-8,277; p=0,043). Kesimpulan: Waktu tunggu yang panjang untuk BPAK dikaitkan dengan tingginya angka mortalitas yang dipengaruhi oleh penyakit pembuluh darah utama arteri koroner kiri, kreatinin serum > 1,5 mg / dl, faktor risiko penyakit jantung koroner > 3 dan fraksi ejeksi ventrikel kiri < 45%.
Kata kunci: Waktu tunggu, Bedah pintas arteri koroner, Faktor risiko, Mortalitas


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616.12 ADY f
147/FKUD/TS/2021
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.12 ADY f
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2021
Deskripsi Fisik
xiii, 119 hlm. : tabel, ilus. ; 29 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.12
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Cardiology
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?