INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbandingan efektivitas kombinasi dexamethasone-dipenhidramin dengan ketamin tunggal terhadap kejadian agitasi paska anestesi umum sevofluran pada pediatri

Mukhaiar - Nama Orang; Danu Soesilowati - Nama Orang; Doso Sutiyono - Nama Orang;

Latar belakang : Operasi urogenital dan abdomen bawah merupakan tindakan yang sering dilakukan pada pasien pediatric yang membutuhkan pembiusan dengan agen inhalasi sevofluran. Efek samping akibat sevofluran yang tidak disukai adalah agitasi ketika pulih sadar. Beberapa obat yang direkomendasikan sebagai profilaksis agitasi diantaranya ketamin, difenhidramin dan dexamethasone. Tujuan: Membandingkan pengaruh pemberian kombinasi difenhidramin-deksamethasone dengan ketamin tunggal terhadap insiden agitasi pulih sadar pada pasien pediatric yang menjalani pembiusan menggunakan sevofluran. Metode : Penelitian ini berupa eksperimental dengan rancangan randomized, double blind, controlled trial pada 32 pasien pediatric usia 6 bulan sampai 10 tahun yang dibagi ke dalam 2 kelompok. Semua pasien diberikan midazolam 0,1 mg/kgbb dan blok caudal. Kelompok 1 mendapat injeksi deksamethason 0,2 mg/kgbb sebelum pembiusan dan dipenhidramin 0,5 mg/kgbb sebelum sevofluran dimatikan. Kelompok 2 mendapatkan injeksi ketamin 0,5 mg/kgbb saja sebelum sevofluran dimatikan. Setelah itu dievaluasi dengan skor PAED dan WATCHA pada menit ke 1, 15 dan 30 paska ekstubasi. Dievaluasi juga durasi waktu pemulihan serta efek samping yang muncul pada kedua kelompok. Data dianalisa secara statistic menggunakan uji Chi Square dan Mann Whitney dianggap bermakna jika p0,05). Pada kelompok 2 ditemukan 1 kejadian agitasi pulih sadar (6,3%) dan efek samping berupa kejadian mual muntah dan bronkospasme (6,3%). Waktu pemulihan pada kelompok 1 (38,75 ± 19,54) tidak berbeda bermakna dengan kelompok 2 (39,38 ± 14,48) dimana p>0,570. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi deksamethason-difenhidramin serta pemberian ketamin tunggal sebelum ekstubasi sama-sama efektif dalam menurunkan insiden agitasi pulih sadar pada psien pediatric dan tidak memperpanjang waktu pemulihan.
Kata kunci : Agitasi, sevofluran, dipenhidramin, dexamethasone, ketamin, pediatrik


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 617.96 MUH p
054/FKUD/TS/2021
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
617.96 MUH p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2020
Deskripsi Fisik
xiii, 71 hlm. : tabel, ilus. ; 29 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
617.96
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Anestesiologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?