INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbandingan efektivitas remifentanyl dengan fentanyl dalam respon perubahan hemodinamik pasca intubasi endotrakeal

Sekarayuningtias - Nama Orang; Doso Sutiyono - Nama Orang; Dina Paramita - Nama Orang;

Latar belakang: Intubasi endotrakeal menghasilkan rangsangan simpatoadrenergik yang emnyebabkan peningkatan tekanan darah, takikardia dan bahkan aritmia. Fentanyl adalah opioid yang umum digunakan tetapi dapat menyebabkan bradikardia, mual dan depresi pernafasan pasca operasi dalam prosedur bedah durasi pendek. Remifentanil adalah agonis opioid µ selektif dengan 2 kali lebih poten disbanding fentanil. Onset cepat dan durasi yang singkat menjadikan remifentanil pilihan yang berguna untuk intubasi pada pasien berisiko. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara remifentanil dengan fentanyl dalam menurunkan respon perubahan hemodinamik pasca intubasi endotrakeal. Metoda: Dilakukan uji klinis acak tersamar terhadap 86 pasien di RSUP dr. Kariadi yang direncanakan intubasi endotrakeal serta memenuhi criteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberikan premidekasi remifentanil 1 µg/Kg BB IV bolus selama 1 menit dan kelompok II diberikan 2 µg/Kg BB IV 5 menit sebelum dilakukan laringoskopi dan intubasi endotrakeal. Pada menit 1, 3 dan ke 5 pasca laringoskopi dan intubasi endotrakeal dilakukan pencatatan tekanan sistolik, tekanan diastolic, tekanan arteri rerata dan nadi. Uji hipotesis menggunakan independent T-test dengan hasil sebaran data normal. Hasil: Remifentanil di banding dengan fentanyl dapat menurunkan perubahan hemodinamik (sistolik, diastolic, tekanan arteri rerata dan nadi) pasca intubasi endotrakeal secara signifikan pada menit 1, dan 3 namun tidak signifikan pada menit ke 5. Kesimpulan : Premidekasi remifentanil 1 µg/Kg BB IV terbukti lebih efektif menurunkan perubahan hemodinamik pasca intubasi endotrakeal baik nadi dan tekanan darah dibandingkan fentanyl 2 µg/Kg BB IV.
Kata kunci: fentanil, intubasi, remifentanil, premedikasi


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 617.96 SEK p
048/FKUD/TS/2021
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
617.96 SEK p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2020
Deskripsi Fisik
x, 54 hlm. : tabel ; 29 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
617.96
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Anestesiologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?