INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

KADAR GULA DARAH SEWAKTU TINGGI SEBELUM OPERASI SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN RESIDIF PADA PASIEN KARSINOMA OVARIUM TIPE EPITELIAL DI RSUP Dr. KARIADI

Anggiyasti Vidya Hapsari - Nama Orang; Mirza Iskandar - Nama Orang;

Latar Belakang: Karsinoma ovarium epitelial merupakan penyebab utama
kematian karena kanker ginekologi, yang menyumbang 90% dari semua
keganasan ovarium. Sekitar 70% pasien karsinoma ovarium epitelial dapat
berkembang menjadi residif. Kadar glukosa darah yang tinggi merupakan salah
satu faktor prognosis yang buruk pada pasien kanker. Tujuan penelitian ini adalah
untuk membuktikan kadar glukosa darah sewaktu yang tinggi sebagai faktor risiko
kejadian residif pada pasien karsinoma ovarium epitelial di RSUP dr. Kariadi.
Metode: 60 pasien yang telah didiagnosis sebagai karsinoma ovarium epitelial di
RSUP dr. Kariadi dibagi menjadi 2 kelompok: 30 pasien pada kelompok residif
dan 30 pasien pada kelompok non-residif berdasarkan evaluasi setelah
menyelesaikan siklus kemoterapi. Data yang dianalisis meliputi usia saat
terdiagnosis, lokasi tumor, kadar Ca-125, subtipe histologi, kadar gula darah
sewaktu (GDS) sebelum operasi dan hubungannya dengan kejadian residif.
Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna dalam usia saat diagnosis, lokasi
tumor dan subtipe histologis diantara kedua kelompok. Namun, kelompok pasien
residif memiliki kadar Ca-125 yang lebih tinggi secara bermakna dibandingkan
kelompok pasien non-residif (327,8 ± 250,5 vs 183,5 ± 212,1; p = 0,01). Rerata
kadar GDS pada kelompok pasien residif juga lebih tinggi secara bermakna
daripada kelompok non-residif (150,5 ± 79 vs 110,8 ± 31,1; p = 0,006). Pasien
dengan kadar GDS > 110 mg/dl memiliki resiko 3 kali lipat untuk menjadi residif
secara bermakna dengan tingkat kepercayaan 95%.
Kesimpulan: Rerata kadar GDS pada kelompok pasien residif lebih tinggi secara
bermakna dibanding kelompok pasien non-residif. Pasien dengan kadar GDS >
110 mg/dl memiliki resiko 3 kali lipat untuk menjadi residif
Kata Kunci: Kadar GDS, Residif, Karsinoma Ovarium Epitelial


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 618.1 ANG k
007/FKUD/TS/2019
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
618.1 ANG k
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2019
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
618.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Gynecology
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?