INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

PERBEDAAN JUMLAH VIRUS, DERAJAT FIBROSIS HATI DAN FASE INFEKSI ANTARA PENDERITA HEPATITIS B KRONIK DENGAN DAN TANPA INFEKSI HIV DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG

Annisa Irawati - Nama Orang; Hery Djagat Purnomo - Nama Orang; Muchlis Achsan Udji Sofro - Nama Orang;

Latar belakang: Prevalensi koinfeksi hepatitis B-HIV cukup tinggi di Indonesia mencapai 15%, disebabkan adanya kesamaan cara penularan dan Indonesia merupakan negara endemis hepatitis B. Penyakit hati menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien koinfeksi hepatitis B-HIV.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik klinis dan derajat fibrosis hati pasien koinfeksi hepatitis B-HIV di RSUP Dr. Kariadi.
Metode: Penelitian deskriptif analitik berdasarkan data sekunder dari rekam medis pasien koinfeksi hepatitis B-HIV dan monoinfeksi hepatitis B di instalasi rawat inap dan rawat jalan di RSUP Dr. Kariadi periode Januari 2016 sampai September 2018.
Hasil: Subjek penelitian: 35 pasien koinfeksi VHB-HIV dan 35 pasien monoinfeksi hepatitis B. Proporsi penderita VHB-HIV terbanyak laki-laki, umur 25-35 tahun, homoseksual. Jumlah virus DNA VHB pada koinfeksi terbanyak dengan nilai 10-103 berbeda bermakna dengan monoinfeksi (63.2% vs 8.6%, p= < 0,00). Fase infeksi kronik hepatitis B tersebar merata masing-masing sebesar 30% pada fase infeksi HBeAg positive chronic infection, HbeAg positive chronic hepatitis, dan HBeAg negative chronic infection. Status HBeAg positif lebih banyak pada koinfeksi dibandingkan monoinfeksi (61.9% vs 34.3%, p=0,04). Fibrosis ringan lebih banyak pada koinfeksi dibandingkan monoinfeksi ( 61.1% vs 25.7%, p=0.038).
Kesimpulan : Karakteristik klinis pasien koinfeksi hepatitis B-HIV : mayoritas jenis kelamin laki-laki, umur 25-35 tahun, dengan faktor risiko penularan HIV terbanyak homoseksual. .Jumlah virus DNA VHB pada koinfeksi lebih banyak didapatkan nilai yang rendah. Fase infeksi kronik hepatitis B pada koinfeksi tersebar merata. HBeAg positif banyak didapatkan pada koinfeksi. Derajat fibrosis ringan lebih banyak didapatkan pada koinfeksi.
Kata kunci: Koinfeksi hepatitis B-HIV, karakteristik klinis, derajat fibrosis hati


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616 ANN p
017/FKUD/TS/2019
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616 ANN p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2019
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Interna
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?