INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Pengaruh pemberian parasetamol peroral terhadap fungsi hepar pada tikus wistar dinilai dari kadar aminotransferase

Erza Wahyudhani - Nama Orang; Yulia Wahyu Villyastuti - Nama Orang; Doso Sutiyoso - Nama Orang;

Latar belakang : Hepar merupakan salah satu organ vital mempunyai peran penting dalam metabolisme. Kerusakan sel dan fungsi hepar dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya disebabkan oleh obat-obatan. Prasetamol obat yang dapat digunakan sebagai terapi penurun panas dan pereda nyeri ringan. Parasetamol dikenal sebagai salah satu penyebab kejadian gagal fungsi hepar akut. Dalam studi epidemiologi dikatakan bahwa di Amerika Serikat, sekitar 50% dari 2000 kasus gagal ginjal hepar pertahun, obat-obatan merupakan penyebab utama. Pada beberapa penelitian dilaporkan bahwa 2,6% dari 267 kasus gagal fungsi hepar akut disebabkan karena pemakaian parasetamol, bahkan di negara Asia dari seluruh kasus overdosis parasetamol, sekitar 7,3% jatuh kedalam keadaan hepatotoksik. Adanya hepatotoksik dikarenakan obat dapat didiagnosa dengan beberapa pemeriksaan antara lain dengan cara pemeriksaan kimia darah. Adanya kerusakan hepatoseluler dapat dinilai dengan peningkatan nilai serum aminotransferase.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian parasetamol terhadap perubahan fungsi hepar aminotransferase SGPT SGOT pada tikus wistar pada hari tertentu.
Metode : Penelitian eksperimental Randomized Post Test Only Control Group Design menggunakan 25 ekor tikus wistar galur murni. 20 ekor tikus wistar diberikan perlakuan berupa pemberian parasetamol oral 18 mg setiap 6 jam dan setiap hari ke 3,5,7,10,(H3, H5, H7, H10) dilakukan terminasi sebanyak 5 ekor dan diambil sampel darahnya untuk dilakukan pemeriksaan aminotransferase. 5 ekor tikus tersisa yang tidak mengalami perlakuan (K) juga dilakukan terminasi dan dilakukan pemeriksaan aminotransferase sebagai kontrol. Dilakukan uji statistik Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan Manna Whitney.
Hasil : Kadar rerata SGPT K (48,65+10,76), H3 (48+13,45), H5 (62,15+11,44), H7 (89,36+10,07), H10 (70,86+13,25) terdapat perbedaan kadar rerata SGPT signifikan pada H5 dibanding K dengan p


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 617.9 ERZ P
025/FKUD/TS/2017
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
617.9 ERZ P
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2016
Deskripsi Fisik
xiii, 36 hlm; 30cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
617.9
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Anestesiologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?