INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Faktor-faktor risiko yang mempengaruhi peningkatan risiko malnutrisi pasien dewasa rawat inap

Iflan Nauval - Nama Orang; Hertanto Wahyu Subagio - Nama Orang;

Pendahuluan : Malnutrisi rumah sakit masih merupakan persoalan yang belum tertangani dengan baik. Angka prevalensi malnutrisi rumah sakit berkisar pada angka 20%-60%. Malnutrisi dapat terjadi sebelum pasien mendapat perawatan di rumah sakit dan dapat pula timbul saat pasien mendapat perawatan di rumah sakit yang disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah rujukan kepada tim gizi klinis.
Tujuan : Untuk Mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi peningkatan risiko malnutrisi pasien rawat inap dewasa pada hari ke-7 rawat inap beradasarkan skrining Malnutrition Universal Screening Tool (MUST).
Material dan Metode : Kami menggunakan metode nested case control pada 65 pasien. Alat skrining MUST digunakan untuk menentukan risiko malnutrisi saat admisi dan hari ke-7 rawat inap. Kriteria kasus merupakan pasien dengan peningkatan risiko malnutrisi. Analisa rasio odds dilakukan untuk melihat faktor-faktor risiko yang mempengaruhi peningkatan risiko malnutrisi.
Hasil Penelitian : Responden total adalah sebanyak 65 orang. Sebesar 67% pasien berada dalam risiko tinggi malnutrisi saat admisi dan 52% saat hari rawatan ke 7. Persentasi pasien yang dirujuk kepada dokter gizi klinis yakni hanya 28%. Adapun factor risiko yang mempengaruhi peningkatan risiko malnutrisi pasien rawat inap dewasa adalah tidak adanya rujukan kepada dokter gizi klinis (OR=10,67; IK 2,68-42,52), usia pasien > 40 tahun saat admisi (OR=3,5; IK 1,19-10,47), dan waktu rujukan >48 jam (OR=11; IK 0,81-147,86).
Kesimpulan : Risiko malnutrisi pasien saat admisi dan saat rawatan hari ke-7 memiliki persentase yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan risiko malnutrisi pasien rawat inap dewasa adalah tidak adanya rujukan kepada dokter gizi klinis, dan usia pasien > 40 tahun saat admisi.
Kata kunci : malnutrisi; skrining gizi; rujukan gizi klinis; rawat inap; Malnutrition Universal Screening Tool


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616.39 IFL f
142/FKUD/TS/2018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.39 IFL f
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2018
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.39
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Gizi Klinik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?