INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Kejadian malnutrisi rumah sakit pada pasien bedah digestif dengan reseksi dan anastomosis usus di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2017

Nuri Nurhasanah Sugandi - Nama Orang; Muhammad Sulchan - Nama Orang; Erik Prabowo - Nama Orang;

Latar belakang : Malnutrisi rumah sakit disebabkan multifaktorial dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Pasien dengan operasi reseksi gastrointestinal lebih berisiko malnutrisi
Tujuan: Mengetahui prevalensi malnutrisi rumah sakit dan faktor-faktor yang berhubungan pada pasien bedah digestif
Metoda : Penelitian cross sectional, dilakukan di RSUP Dr. Kariadi, mengambil data pasien rawat inap bedah digestif yang memenuhi kriteria inklusi secara consecutive sampling selama bulan Agustus-Oktober 2017. Data usia, jenis penyakit, status gizi awal, penggunaan ERAS dan terapi gizi. Berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas diukur saat masuk dan keluar RS, kemudian dihitung perubahannya. Independen t-test menguji hubungan antar variabel.
Hasil: Subyek 41 responden, rerata usia 47 tahun, berat badan 53 kg, dan IMT 21,1 kg/m2. Semua responden malnutrisi menurut kriteria ASPEN. Penurunan berat badan, IMT, dan LLA responden yang mendapat terapi gizi selama perawatan tidak bermakna (p 0,41; 0,41; 0,56) dan lama rawat inap pasien yang mendapat terapi gizi lebih panjang (p 0,001). Penurunan berat badan, IMT dan LLA yang menjalani prosedur ERAS lebih rendah secara bermakna (p 0,013; 0,010; 0,005). Penurunan berat badan, IMT, dan LLA pada pasien kanker tidak bermakna (p 0,208; 0,224; 0,515). Penurunan berat badan, IMT, dan LLA pasien geriatri tidak bermakna (p 0,264; 0,262; 0,205). Lama rawat inap pasien dengan malnutrisi berat lebih panjang secara bermakna dibandingkan pasien dengan malnutisi ringan-sedang (p 0,036).
Simpulan: Pasien yang menjalani ERAS, terapi gizi, pasien non kanker dan yang masuk dengan malnutrisi ringan-sedang mengalami penurunan berat badan, IMT dan LLA yang lebih rendah. Pasien malnutrisi berat lebih panjang masa rawat inapnya.
Kata kunci: malnutrisi rumah sakit, bedah digestif, ERAS, lama rawat inap


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616.39 NUR k
140/FKUD/TS/2018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.39 NUR k
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.39
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Gizi Klinik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?