INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbedaan kejadian korioamnionitis histopatologi pada persalinan prematur dengan dan tanpa ketuban pecah dini

Budi Irawan - Nama Orang; Agoes Oerip Poerwoko - Nama Orang;

Latar Belakang : Ketuban pecah dini (KPD) dan korioamnionitis merupakan komplikasi pada persalinan yang dapat menimbulkan risiko pada ibu maupun bayi. Sebagian besar komplikasi tersebut terjadi pada kasus persalinan prematur. Korioamnionitis ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi selaput ketuban. Penelitian yang menilai adanya korioamnionitis histopatologi pada kasus persalinan prematur masih sedikit dan perlu dilakukan penilaian adanya korioamnionitis secara histopatologi pada kasus persalinan prematur dengan ketuban pecah dini dan tanpa KPD.
Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain belah lintang (cross sectional) pada wanita hamil prematur dengan dan tanpa KPD yang bersalin di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan Rumah Sakit Jejaring Obsgin FK UNDIP selama periode tahun 2017. Sampel ketuban diperiksa di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. Kariadi
Tujuan : Mengetahui adanya perbedaan kejadian korioamnionitis secara histopatologi serta derajat korioamnionitis pada persalinan prematur dengan dan tanpa KPD.
Hasil : Data yang berhasil dikumpulkan adalah sebanyak 70 sampel, yang terbagi 35 sampel pada kelompok KPD dan 35 sampel pada kelompok tanpa KPD. Kejadian korioamnionitis secara histopatologi pada persalinan prematur dengan KPD didapatkan sebesar 82,9% sedangkan pada kelompok tanpa KPD sebesar 68,6% dengan nilai p 0,265 dan PR 1,2 (IK 95% 0,922-1,583) yang menunjukkan bahwa wanita yang mengalami ketuban pecah dini mempunyai kemungkinan 1,2 kali mengalami kejadian korioamnionitis dibandingkan wanita yang tidak mengalami ketuban pecah dini
Simpulan : Kelompok KPD pada persalinan prematur memiliki kecenderungan terjadinya korioamnionitis yang lebih besar dan derajat korioamnionitis yang lebih berat dibandingkan kelompok tanpa KPD, namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang bermakna.
Kata Kunci : Korioamnionitis; histopatologi Korioamnionitis; Persalinan Prematur; Ketuban Pecah Dini


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 618.1 BUD p
103/FKUD/TS/2018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
618.1 BUD p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
618.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Obstetri-Ginekologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?