INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Pengaruh suplementasi zink pada jumlah eosinofil mukosa hidung penderita rinitis alergi persisten sedang berat

Atik Masdarinah - Nama Orang; Riece Hariyati - Nama Orang; Anna Mailasari - Nama Orang;

Latar belakang : Rinitis alergi merupakan kelainan akibat paparan alergen yang menyebabkan inflamasi mukosa hidung. Pemeriksaan eosinofil mukosa hidung merupakan salah satu pemeriksaan sitologi yang dapat digunakan untuk mendukung diagnosis RA. Pengobatan RA adalah mengatasi gejala yang terjadi selama reaksi alergi fase cepat (RAFC) maupun reaksi alergi fase lambat (RAFL) dengan pemberian kortikosteroid intranasal dan antihistamin. Zink sebagai zat gizi mikro yang mempunyai efek anti inflamasi, diharapkan dapat menurunkan jumlah eosinofil sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderita RA.
Tujuan: Mengetahui pengaruh suplementasi zink pada jumlah eosinofil mukosa hidung dan kualitas hidup penderita RA persisten sedang berat.
Metode: Uji intervensi pre test and post test design dengan metode single blind. Pemberian tablet zink 40 mg/24 jam pada penderita RA persisten sedang berat yang yang diterapi dengan cetirizin (kelompok perlakuan) dibandingkan dengan pemberian cetirizin saja (kelompok kontrol). Penilaian kadar zink dalam darah, jumlah eosinofil mukosa hidung dan kualitas hidup dilakukan pada awal dan minggu kedua setelah terapi, kemudian dibandingkan antara kedua kelompok. Uji statistik : Independent t, Wilcoxon dan Mann Whitney.
Hasil : Didapatkan 34 penderita RA persisten sedang berat dengan rentang usia kelompok kontrol 20-46 tahun dan kelompok perlakuan 21-42 tahun. Pemberian zink 40 mg/hari selama 2 minggu menurunkan jumlah eosinofil pada kelompok perlakuan p=0,002 dan kelompok kontrol p=0,001. Namun bila dibandingkan antara kelompok kontrol dan perlakuan, penurunan jumlah eosinofil tidak bermakna dengan nilai p=0,375. Skor Kualitas Hidup (SKH) setelah perlakuan menurun pada kelompok perlakuan p=0,000 dan kelompok kontrol p=0,000 dan bila dibandingkan antara SKH kelompok perlakuan dan kontrol berbeda bermakna dengan nilai p


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616.21 ATI p
87/FKUD/TS/2018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.21 ATI p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.21
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
THT
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?