INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Korelasi antara rasio adenoid nasofaring dengan ukuran perforasi membran timpani pada anak dengan OMSK

Intan Hertina Purnamasari - Nama Orang; F. Mardiana Wahyuni - Nama Orang; Zulfikar Naftali - Nama Orang;

Pendahuluan: Pembesaran atau hipertrofi adenoid terutama muncul pada anak-anak sebagai respons multiantigen. Hipertrofi adenoid menyebabkan obstruksi nasofaring dan tuba auditiva, diketahui dengan pemeriksaan Rasio Adenoid Nasofaring (RAN). Obstruksi tuba eustakius berperan pada gangguan telinga tengah. Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan gangguan telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan otore. Beberapa penelitian menyebutkan hubungan antara OMSK dengan hipertrofi adenoid, walaupun belum dilakukan pengukuran perforasi membran timpani pada OMSK. Berdasar hal tersebut penulis ingin mengetahui korelasi antara RAN dengan ukuran perforasi membran timpani.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional, secara prospektif pada September hingga Oktober 2017. Analisis statistik menggunakan uji Spearman’s rank.
Hasil Penelitian: Pada penelitian, terkumpul 23 sampel anak dengan OMSK. Uji Spearman’s rank tidak menunjukkan korelasi signifikan antara RAN dengan ukuran perforasi membran timpani, namun menunjukkan korelasi signifikan antara ukuran perforasi membran timpani dengan lama OMSK.
Pembahasan: Tidak ada korelasi signifikan antara RAN dengan ukuran perforasi membran timpani meskipun dalam penelitian sebelumnya terdapat hubungan antara OMSK dan hipertrofi adenoid, dapat disebabkan adanya perancu dan kelemahan penelitian. Lama OMSK sebagai perancu, berkorelasi signifikan dengan ukuran perforasi membran timpani. Tidak dilakukannya pemeriksaan sitokin dan bakteri penyebab yang berperan pada perforasi, menjadi kelemahan penelitian ini.
Simpulan dan Saran: Tidak terdapat korelasi bermakna antara RAN dengan ukuran perforasi membran timpani pada anak dengan OMSK. Lama terjadinya OMSK merupakan perancu terhadap ukuran perforasi membrana timpani. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian dengan mengendalikan variabel perancu yaitu lama OMSK.
Kata kunci: Rasio adenoid nasofaring, ukuran perforasi membran timpani, OMSK


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 616.075 INT k
67/FKUD/TS/2018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
616.075 INT k
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
616.075
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Radiologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?