INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Kernel K-Means Clustering untuk Pengelompokan Sungai di Kota Semarang Berdasarkan Faktor Pencemaran Air DB

Anestasya Nur Azizah - Nama Orang;

K-Means Clustering merupakan salah satu jenis analisis cluster non-hierarki yang
sering digunakan. K-Means memiliki kelemahan memproses data yang nonlinearly separable (tidak memiliki pembatas yang jelas) dan terjadi overlap, yaitu
ketika secara visual hasil suatu cluster berada di antara cluster lainnya. Fungsi
Kernel Gaussian dapat digunakan untuk mengatasi pengelompokan data yang
bersifat non-linearly separable dan overlap pada analisis cluster. Salah satu
metode cluster non-hierarki yang menggunakan fungsi Kernel Gaussian yaitu
Kernel K-Means Clustering. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsep
langkah dan hasil Kernel K-Means Clustering untuk pengelompokan sungai di
Kota Semarang berdasarkan faktor pencemaran air. Data real yang digunakan
adalah data 47 sungai dan 18 indikator pencemaran air sungai yang diperoleh dari
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang pada semester pertama tahun
2019. Algoritma Kernel K-Means Clustering pada prinsipnya hampir sama
dengan metode K-Means, perbedaannya terletak pada data inputnya yang harus
dipetakan pada dimensi baru menggunakan fungsi kernel. Evaluasi hasil cluster
yang digunakan adalah indeks Calinski-Harabasz, Silhouette, dan Xie-Beni karena
memiliki performa yang baik dalam aspek terhadap dampak kemonotonan dan
kepadatan. Dari hasil studi, evaluasi hasil cluster menunjukkan jumlah cluster
terbaik adalah K=4. Anggota untuk 4 cluster adalah 12, 14, 11, dan 10 sungai
dengan 6 variabel pada klaster 1 dan klaster 2 memiliki rata-rata kandungan faktor
pencemaran air lebih tinggi dibandingkan pada klaster lainnya.
Kata Kunci: Kernel Gaussian, Kernel K-Means Clustering, Evaluasi Hasil
Cluster


Ketersediaan — Fakultas Sains dan Matematika

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
940 E 2022
Penerbit
SEMARANG : Departemen Statistika FSM., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Anestasya Nur Azizah / Dr. Tatik Widiharih,M.Si./ Arief rahman Hakim,S.Si,M.Si.
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?