INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Identifikasi Bidang Gelincir Area Longsor Ngasinan Kelurahan Srondol Kulon Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 2D dengan Konfigurasi Dipole-Dipole

Ade Dosmaria Purba - Nama Orang;

Kota Semarang mempunyai riwayat terjadinya bencana longsor.
Daerah Ngasinan, Kelurahan Srondol Kulon merupakan salah satu daerah di Kota
Semarang yang telah terjadi longsor. Bencana terjadi pada bulan Juni dan Oktober
di area yang sama. Bencana longsor biasa terjadi akibat adanya bidang gelincir di
lapisan bawah permukaannya. Berdasarkan nilai resistivitas pada batuan bawah
permukaan dapat digunakan untuk mendapatkan hasil dari tujuan yaitu
mengidentifikasi bidang gelincir pada area Ngasinan. Penggunaan geolistrik
resistivitas dinilai efektif untuk identifikasi lapisan-lapisan bawah permukaan
sehingga dapat mengetahui bidang gelincir pada area kejadian longsor dan potensi
pergerakan tanah di sekitar area kejadian longsor. Metode geolistrik resistivitas
dengan konfigurasi dipole-dipole pada penelitian ini menggunakan 9 lintasan
akuisisi, 5 lintasan di area kejadian longsor dan 4 lintasan di area yang belum terjadi
longsor. Menggunakan alat Naniura NRD 22S, data akuisisi didapatkan dan diolah
menggunakan software Res2Dinv, Surfer, dan Sketchup sehingga menghasilkan
bahwa terdapat 2 lapisan penyusun di area longsor Ngasinan yaitu tanah lempung
dan batu pasir dengan rentang resistivitas 0,483-484 Ωm. Pada area kejadian
longsor, lempung yang diindikasikan sebagai bidang gelincir didapatkan pada
resistivitas 1,20-8,43 Ωm serta material longsoran berupa batu pasir didapatkan
pada resistivitas 6,7-484 Ωm. Material batu pasir tersebut tergelincir ke arah utara.
Pada area sekitar yang belum terjadi longsor juga terdapat lempung, didapatkan
pada resistivitas 0,483-7,9 Ωm dan berpotensi sebagai bidang gelincir serta dapat
menyebabkan gerakan tanah di area tersebut.
Kata kunci: Longsor, resistivitas, mitigasi, bidang gelincir, lempung.


Ketersediaan — Fakultas Sains dan Matematika

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1614 D 2022
Penerbit
SEMARANG : DEPARTEMEN FISIKA FSM UNDIP., 2022
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ade Dosmaria Purba / Dr.Drs. Tony Yulianto,MT/ Dr. Gatot Yuliyanto,S.Si.,M.Si.
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?