INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Text

Perbandingan gambaran histopatologi pada saluran napas bawah fase intravital perimortem dan postmortem tikus wistar yang diberi paparan panas langsung dan tidak langsung

Agung Hadi Pramono - Nama Orang; Intarniati Nur Rohmah - Nama Orang; Bianti Hastuti Machros - Nama Orang;

Pendahuluan : Angka kasus luka bakar akibat paparan panas yang semakin meluas sering menimbulkan tantangan bagi investigator, ahli forensik penegak hukum. Hal tersebut untuk membedakan apakah luka bakar akibat paparan panas terjadi saat korban masih hidup (antemortem), sesaat setelah korban meninggal (perimortem), atau saat korban sudah meninggal (postmortem) untuk menutupi penyebab kematian yang sebenarnya.
Tujuan : Mengetahui perbandingan histopatologi saluran napas bawah fase intravital, perimortem, dan postmortem tikus wistar yang diberi paparan panas secara langsung maupun tidak langsung.
Material dan metode : Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratorik dengan desain yang dipakai adalah post test only with kontrol group design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUP Dr. Kariadi Semarang dan Labaoratorium Patologi Anatomi Akurat Semarang sebagai tempat pembuatan preparat dan pemeriksaan mikroskopis dengan 35 sampel. Untuk mencari perbandingan dari tiap perlakuan, klasifikasi tersebut dianalisis dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbandingan antar kelompok.
Hasil penelitian : Terdapat perbandingan yang signifikan L1 nilai p 0,003 jelaga dan radang. L2 nilai p 0,005 radang dan nilai p 0,003 jelaga. L3 nilai p 0,003 radang dan nilai p 0.005 jelaga. TL 1 nilai p 0,004 radang dan nilai p 0,003 jelaga. TL2 nilai p 0,003 radang dan nilai p 0,005 jelaga. TL3 nilai p 0,004 radang dan nilai p 0,317 pada jelaga tidak ada perbedaan yang bermakna. Berdasarkan hasil penelitian dan uji statistik, pada perdarahan tidak dapat diuji nilai statistik, karena didapatkan hasil yang sama tiap perlakuan terdapat perbedaan.
Kesimpulan : Paparan panas secara langsung (L) dan tidak langsung (TL) dapat membandingkan gambaran histopatologi saluran napas bawah tikus wistar fase intravital, perimortem dan postmortem.
Kata kunci : paparan panas, saluran napas bawah, histopatologi


Ketersediaan — Fakultas Kedokteran
#
Rak Tesis (RT) 614 AGU p
30/FKUD/TS/2018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
614 AGU p
Penerbit
Semarang : FK Undip., 2017
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
614
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Forensik
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?