INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Suharyanto"
Hal. Awal Sebelumnya 206 207 208 209 210 Berikutnya Hal. Akhir
cover
PERAN CARCINOEMBRYONIC ANTIGEN SERUM SEBAGAI FAKTOR PROGNOSIK INSIDENSI METASTASIS HEPAR PADA PASIEN DENGAN KARSINOMA REKTUM DI RS DR. KARIADI SEMARANG PERIODE JANUARI 2014- DESEMBER 2015.
By Lay Vie Sentok ; B. Parish Budiono
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK Latar belakang : Kanker kolorektal memiliki predileksi terbesar pada rektum. penyebaran metastase kanker kolorektal terbesar di hepar. carcinoembriyonic antigen (CEA) ditemukan meningkat ekspresinya pada metastase hepar. peningkatan kadar CEA serum dapat memprediksi rekurensi setelah operasi kanker kolorektal hingga 1 tahun sebelum onset gejala klinis muncul. ekspersi kadar CEA serum merupakan faktor penting untuk menentukan strategi terapi dan tindakan yang tepat penelitian ini bertujuan mencari adanya hubungan kadar serum CEA preoperasi dengan adanya metastatis hepar pada pasien dengan kanker retrum saat diagnosis awal ditegakan. METODE penelitian cross sectional retrospektif analitik observasional ini melibatkan 59 pasien kanker rektum yang diambil dari rekam medis sejak januari 2014 sampai Desember 2015. Data tang dikumpulkan terdiri dari 26 wanita dan 33 pria , varabel umur, pekerjaan, faktor resiko merokok, makan makanan dibakar, kadar serum CEA preoprasi, stadium keganasan, jenis derajat diferensiasi histologi dan adanya ,metastatis . pengolahan data menggunakan program komputer SPSS 15. Analisa diskriptif perhitungan uji normalitas kecenderungan sentral serta sebaran data menggunakan ujian shapiro wilk, data disajikan dalam bentuk tabel dan boxplot. kemudian dilakukan analisis statik deskriptif pada masing- masing variabel berupa mean kurang lebih SD dan median, dan ditampilkan dalam bentuk tabel. analisis untuk menguji hubungan antara dua variabel menggunakan uji chi-square. batas derajat kemaknaan adalah jika p kurang dari 0,05 didapatkan korelasi. perhitungan cut-off point CEA terhadap terjadinya metastatis hepar pada pasien dengan kanker rektum menggunakan uji kurvareceiver operating characteristic (ROC)

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PENGARUH PEMBERIAN KEMOTERAPI ADRYAMISIN SIKLOFOSFAMID DENGAN HEDYOTIS CORYMBOSA TERHADAP EKSPRESI mRNA IL-12 DAN CD-4 PADA TUMOR MAMMAE TIKUS SPRAGUE DAWLEY
By PATRICO RILLAH SETIAWAN ; Selamat Budijitno ; Eriawan Agung Nugroho
-- Semarang : FK Undip, 2019

Abstrak Tumor ganas payudara merupakan penyakit keganasan dengan insidensi reklatif tinggi yaitu sebesar 20% dari seluruh penyakit keganasan. sekitar 600.000 kasus baru ditemukan stiap tahunnya dan 250.000 kasus diantaranta terdapat di negara berkembang, sedangkan 350.000 kasus lainnya dinegara maju. tahun 2005, di Amerika, didapat 211.240 kasus baru dengan jumlah kematian 40.410 wanita pertahun . tahun 2006, di Eropa, Internationall Agency for reserch on cancer (IARC) mendapatkan 429.000 kasus baru. menempati urutan pertama diatas keganasan kolorektal dan paru. kematian yang diakibatkan oleh tumor ganas payudara sebanyak 131.900 kasus, menempati urutan ketiga setelah keganasan paru dan kolorektal

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
NILAI SENSITIVITAS DAN SPESIFITAS ANTARA SURVEY OF AUTONOMIC SYMPTOMS (SSR) DENGAN SYMPATHETIC SKIN RESPONDEN (SSR) UNTUK DIAGNOSIS DIABETIC AUTONOMIC NEUROPATHY (DAN) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BARU
By Zulkarnain Prakoso ; Tjokorda Gde Dalem Pemayun
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK NILAI SENSITIVITAS DAN SPESIFITAS ANTARA SURVEY OF AUTONOMIC SYMPTOMS (SSR) DENGAN SYMPATHETIC SKIN RESPONDEN (SSR) UNTUK DIAGNOSIS DIABETIC AUTONOMIC NEUROPATHY (DAN) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BARU Latar belakang : DAN merupakan komplikasi yang sering terjadi. DAN dapat didiagnosa dengan kuesioner SAS atau pemeriksaan SSR. Peneliti ingin mengetahui berapakah nilai sensitivitas dan spesifitas antara SAS dengan Ssr untuk diagnosis DAN pada pasien Dm Tipe 2 yang didiagnosis kurang dari 1 tahun. Metode : Penelitian uji diagnostik dengan metode belah lintang ilakukan di RSUP Dr Kariadi Semarang pada pasien DM Tipe 2 yang idiagnosis kurang dari 1 tahun menggunakan kuesionrer Sas untuk menilai gejala neuropati otonom dibandingkan hasil pemeriksaan SSR untuk mengetahui sensistivitas dan spesifitas SAS. Hasil : Subyek penelitian 25 responden DM Tipe 2 yang didiagnosis kurang dari 1 tahun yang terdiri dari: a) laki-laki : perempuan (3:22); b) rerata usia 48 _+7 tahun ; c) perokok 2 (8%); d) hipertensi 2 (8%) ; e) IMT obese : non obese (22:3) ; f) terkontrol (19:6); h) hasil SAS neuropati : normal (18:7); i) hasil SSR neuropati : normal (21:4). Uji diagnostik didapatkan nilai sensitivitas 81, spesifitas 75% dan akurasi 80% Simpulan : SAS memiliki spensitivitas, spesifitas, dsan akurasi yang lebih rendah ibaningkan pemeriksaan SSR untuk diagnosis DAN pada pasien DM Tipe 2 yang didiagnosis kurang dari 1 tahun Kata kunci ; dM tipe 2, SAS, SSR, DAN

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
HUBUNGAN ANTARA TOTAL WAKTU ISKEMIK PADA TRANSPLAN GINJAL DENGAN LAMA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT: A SINGLE CENTER REPORT
By Muhamad Azwin Kamar ; Eriawan Agung Nugroho
-- Semarang : FK Undip, 2019

Abstrak latar belakang: Transplatasi ginjal diakui sebagai kemajuan utama pengobatan modern yang memberikan kehidupan berekualitas tinggi kepada pasien dengan gagal ginjal yang tidak dapat disembuhkan ( penyakit ginjal setadium akhir/ end strage renal disease (ESRD) diseluruh dunia. ima puluh tahun yang lalu transplan ginjal adalah pilihan pengobatan eksperimental. beresiko dan sangat terbatas, namun saat ini menjadi praktik klinis rutin dilebih dari 80 negara. awalnta terbatas pada pusat akademik dan tekemuka di Indonesia dengan ekonomi berpenghasilan tinggi, kini berubah sebagai prosedur rutin disebagian besar berpenghasilan tinggi dan menengah. angka terbesar transplansi di austria, AS, Kroasia, Norwegia, Portugal dan Spanyol.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PENGARUH OPERASI PENGANGKATAN BATU "COMMON BILE DUCT" TERHADAP PEMULIHAN SEL HEPATOSIT DAN "SURVIVAL RATE"
By Noer Tommy Prastya ; Erik Prabowo
-- Semarang : FK Undip, 2019

Abstrak Latar Belakang Salah satu penyebab kerusakan sel hepatosit adalah karena ikterus obstruksi. untuk mengetahui derajat kerusakan sel hepatosit, dilakukan pemeriksaan uji fungsi hepar. dengan adannya sumbtan pada saluran empedu berupa batu CBD, dapat memicu kerusakan sel hepatosit. pelepasan sumbatan dengan pengangkatan batu dapat memperbaiki fungsi sel hepatosit. Tujuan Mengetahui hubungan antara pemulihan sel hepatosit setelang pengangkatan sumbatan saluran empedu berupa batu CBD dengan melakukan uji fungsi hepar, dan mengetahui survival rate pasien setelah 6 bulan pengangkatan batu CBD. Metode Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain "Cohort". Subyek penelitian berjumlah 54 pasien dengan icterus obstruktif oleh karena batu CBD, dilakukan pengangkatan batu CBD. diambil sempel darah vena sebelum dan 7hari setelah pengangkatan batu. data bilirubin total, bilirubin direk, SGOT, SGPT, ALT, ASP, dan Gamma GT. Setelah data terkumpul, dilakukan uji normalitas distribusii data dengan kolmogrov-smirnov, bila normal dilanjutkan dengan paired t, bila tidak normal, dilanjutkan uji wilcoxon. Hasil hasil uji wilcoxon mendapatkan hasil hubungna yang bermakna secara statistic (p5 mg/dl, dan 10 pasien dengan nilai bilirubin pre op >15 mg/dl, ternyata tidak mengalami malignancy, berlawanan dengan penelitian sebelumnya, dimana nilai bilirubin >5 mg/dl, dan >15 mg/dl memiliki probability malignancy diatas 87% dan 97% survival selama 6bulan post op didapatkan pada 50 dari 54 pasien. dengan 4 pasien meninggal karena penyebab ekstra hepatal kesimpulan uji fungsi hepar 1 minggu setelah pengangkatan batu CBD, menggunakan fakta pemulihan sel hepatosit belum mencapai normal. diperlukan pemeriksaan pada waktu yang lebih panjang, yaitu 1bulan, survival rate 6 bulan mencapai 100% bils mengeksklusi penyebab kematian ekstra hepatal. nilai bilirubin total pre op >5 mg/dl dan >15mg/dl, ternyata bukanlah penanda kemungkinan malignancy. hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut dengan penelitian dengan jumlah subyek dan rentang waktu penelitian yang lebih panjang. kata kunci: batu CBD, uji fungsi hepar, survival rate

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbandingan Efektivitas Antara Fentanil Dengan Klonidin Dalam Menurunkan Respon Perubahan Hemodinamik Pasca Laringoskopi Dan Intubasi Endotrakeal
By Rio Kristian Nugroho ; Ery Leksana ; Doso Sutiyono
-- Semarang : FK Undip, 2019

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA FENTANIL DENGAN KLONIDIN DALAM MENURUNKAN RESPON PERUBAHAN HEMODINAMIK PASCA LARINGOSKOPI DAN INTUBASI ENDOTRAKEAL ABSTRAK Latar Belakang Pengendalian jalan nafas pada anestesi umum dapat dilakukan dengan menggunakan teknik laringoskopi dan intubasi endotrakeal. Laringoskopi dan intubasi endotrakeal dapat menghasilkan rangsangan mekanik dan kimia yang meningkatkan aktivitas simpatoadrenergik yang menyebabkan peningkatan tekanan darah, takikardia dan bahkan aritmia. Berbagai metode farmakologis & non-farmakologis telah digunakan untuk mengurangi respon perubahan hemodinamik terhadap laringoskopi & intubasi endotrakeal. Penggunaan fentanil dan klonidin diharapkan dapat menurunkan perubahan hemodinamik terhadap laringoskopi & intubasi endotreal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara fentanil dengan klonidin dalam menurunkan respon perubahan hemodinamik pasca laringoskopi dan intubasi endotrakeal Metode Dilakukan uji klinis acak tersamar ganda terhadap 48 pasien elektif di IBS RSUP dr Kariadi yang direncanakan laringoskopi dan intubasi endotrakeal serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. 48 Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I diberikan premedikasi fentanil 2ug/Kg BB IV dan kelompok II diberikan klonidin I ug/Kg BB IV 5 menit sebelum dilakukan laringoskopi dan intubasi endotrakeal. Pada menit 1. 3 dan ke 5 pasca laringoskopi dan intubasi endotrakeal dilakukan pencatatan tekanan sistolik. tekanan diastolik, Mean Arterial Pressure. dan nadi. Hasil: Premedikasi klonidin Iag/Kg BB IV dapat menurunkan perubahan hemodinamik pasca laringoskopi dan intubasi endotrakeal pada menit 1. 3 dan ke 5 dibandingkan premedikasi fentanil 2ug/Kg BB IV secara signifikan (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
KARAKERISTIK KLINIK ANEMIA PADA PASIEN HIV/AIDS (STUDI KASUS DI RSUP dr.KARIADI SEMARANG)
By Dian Mutiara ; C. Suharti ; Muchlis Achsan Udji Sofro
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK KARAKERISTIK KLINIK ANEMIA PADA PASIEN HIV/AIDS (STUDI KASUS DI RSUP dr.KARIADI SEMARANG) Dian Mutiara**, Muchlis Achsan Udji Sofro**, Catharina Suharti*** *PPSD 1 Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro / RSUP Dr.Kariadi Semarang ***Sub bagian penyakit Tropik dan Infeksi Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro / RSUP Dr. Kariadi Semarang ***Sub Bagian Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro / RSUP Dr. Kariadi Semarang Latar Belakang : Anemia merupakan kelainan hematologi yang paling sering didapatkan pada pasien HIV/AIDS. Anemia terbukti sebagai faktor resiko independen moralitas ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinik anemia pada pasien HIV/AIDS yang dirawat inap di RSUP dr. Kariadi Semarang. Metode : Penelitian deskripsi berdasarkan data sekunder dari rekam meis penderita HIV/AIDS yang mengalami anemia di Instalasi Rawat Inap RSUP dr.Kariai Semarang selama periode Januari 2018 sampai Desember 2018 Hasil : Didapatkan 170 persien HIV / Aids yang mengalami anemia, (67,6%) laki-laki,(85,3%), usia 21-50 tahun. Sebagaian besar mengalami anemia derajat ringan pada laki-laki (49,6%),umur 50-70 tahun (47,8%), tingkat pendidikan SD(62,5%), CD4>200 sel/mm (80%),stadium IV (51,9%), konifeksi hepatitis B anemia derajat ringan (41,5%). Ditemukan jenis anemia akibat penyakit kronis 42,9%, anemia definisi besi 21,2, anemia zidovudine 7,7%, anemia makrositer 18,8% dan anemia tipe lain% 7,7% Kesimpulan : Derajat animea pasien HIV - AiDSterbanyak anemia ringan, sedangkan jenis anemianya akibat penyakit kronis. Kata Kunci : Anemia, pasien HIV/AIDS

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Efektivitas Deksametason Untuk Mengurangi Inflamasi Berdasarkan Kadar C-REACTIVE PROTEIN Plasma Pada Bedah Jantung
By Hanugra Julius Sayoga ; Widya Istanto Nurcahyo
-- Semarang : FK Undip, 2019

BSTRAK Latar belakang: Bedah jantung terbuka merupakan salah satu jenis operasi dengan trauma yang cukup besar, dalam pelaksanaannya menggunakan mesin Cardiopulmonary Bypass (CPB). Penggunaan mesin CPB menyebabkan respon inflamasi yang besar dan ditandai dengan peningkatan C-Reactive Protein (CRP). cara untuk menekan produksi CRP ini dengan menggunakan deksametason. Dosis deksametason dengan teknik pemberian premedikasi yang Salah satu sering digunakan yaitu 1 mg/kgbb dan 2 mg/kgbb. Tujuan: Membandingkan deksametason dengan dosis mg/kgbb dan dosis 2 mg/kgbb sebagai premedikasi terhadap kadar CRP post CPB pada operasi jantung Metode: Penelitian ini merupakan percobaan klinik mengikutsertakan 18 pasien bedah jantung dengan general anestesi dan menggunakan mesin CPB. Sampel dibagi 2 kelompok, antara pemberian deksametason dosis mg/kgbb dan dosis 2 mg/kgbb menggunakan teknik premedikasi. Membandingkan jumlah CRP pada masing-masing dosis deksametason antara preoperasi dan 6 jam postoperasi. Hasil: Pada penelitian ini kadar CRP post operasi pada pemberian deksametason I mg/kgBB didapatkan perbedaan yang tidak signifikan (p 0,813). Sedangkan pada pemeriksaan post operasi untuk pemberian deksametason 2 mg/kgBB mengalami peningkatan yang tidak signifikan (p 0,115). Perbandingan kadar CRP post operasi pada kelompok deksametason 1 mg/kgbb dengan 2 mg/kgbb didapatkan perbedaan yang tidak signifikan (p 0,596) Simpulan: Pemberian premedikasi deksametason dosis I mg/kgbb mengurangi kejadian inflamasi lebih baik dibandingkan pemberian premedikasi mg/kgbb yang dinilai berdasarkan CRP plasma. Kata kunci: CPB. CRP, deksametason, premedikasi

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbandingan Efektivitas Anestesi Spinal menggunakan Bupivakain Hiperbarik Dengan Isobarik Pada Pasien Yang Menjalani Prosedur Operasi Abdomen Bagian Bawah Di RSUP DR.Kariadi
By Hening Tyas Pusparani ; Jati Listiyanto Pujo
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar Belakang: Lebih dari 300 juta prosedur bedah dilakukan di seluruh dunia setiap tahun. Sekitar 5% atau 15 juta prosedur bedah dilakukan dengan teknik anestesi spinal. Bupivakain hidroklorida adalah anestesi lokal aminoasil dan merupakan anestesi lokal yang paling umum digunakan. Ada dua jenis bupivakain yang digunakan yaitu hiperbarik dan isobarik. Perbedaan kepadatan dari dua jenis obat ini diyakini mempengaruhi pola difusi obat tersebut dan dengan demikian menentukan efektivitas, hemodinamik, penyebaran blok, dan efek samping obat Tujuan: Membandingkan efektivitas bupivakain hiperbarik dengan bupivakain isobarik pada pasien yang menjalani operasi abdomen bagian bawah Metode: 48 pasien yang menjalani prosedur operasi elektif ASA I-1I abdomen bagian bawah di RSUP dr. Kariadi yang sesuai dengan kriteria inklusi Dibagi menjadi 2 kelompok; kelompok I mendapatkan bupivakain hiperbarik 0.5 %15 mg dan kelompok II mendapatkan bupivakain isobarik 0.5% 15 mg. Posisi kedua pasien saat dilakukan spinal dalam posisi duduk. Tusukan dilakukan di L3-4. Setelah dilakukan anestesi spinal pasien diposisikan tidur terlentang dengan bantal. Dilakukan pencatatan hemodinamik, ketinggian blok serta efek samping pada menit ke 1, 3, 6,9, 12, 15, dan 30 Hasil: onset dari bupivakain hiperbarik lebih cepat daripada bupivakain isobarik (2,00 versus 5,13 t 0,34 (p 0,001). Durasi kelompok isobarik lebih panjang dibandingkan hiperbarik (180 menit150 menit Ketinggian blok sensoris dan motorik tidak berbeda bermakna (p 0,05). Efek samping berupa mual dan muntah lebih tinggi pada kelompok hiperbarik (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PENGARUH PENAMBAHAN KURKUMIN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN MIELOMA MULTIPEL YANG MENDAPAT MELPHALAN PREDENISON DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG
By Anindhita Roesenda Eka Hendrawati ; Santosa
-- Semarang : FK Undip, 2018

PENGARUH PENAMBAHAN KURKUMIN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN MIELOMA MULTIPEL YANG MENDAPAT MELPHALAN PREDENISON DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG Aninita Roesenda EH*, C Suharti**,Santosa ABSTRAK Latar Belakang : Mieloma multipel (MM) merupakan keganasan sel plasma yang belum dapat disembuhkan. Tujuan terapi MM adalah menontrol praktik, memperpanjang survival, dan meningkatkan kualitas hidup. kurkumin berefek terhaap sitokin pro inflamasi. Belum ada penelitian mengenai efek kurkumin terhadap kualitas hidup pasien MM. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh pemberian kurkumin terhadap kualitas hidup pasien MM yang mendapat regimen MP. Metyode Penelitian : Penelitian RCT terhadap 24 pasien MM dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=12) dan kontrol (n=12). Kelompok perlakuan mendapat melphala 4mg/m2, prednison 40mg/m2 (MP) selama 7 hari dan kurkumin 8gram /hari selama 28 hari. Kelompok kontrol mendapatkan MP dan plasebo.n penelitian ini merupakan bagian ari penelitian payung pengaruh Penambahan Kurkumin Terhadap Status Resmi Dan Kesintasan PadaPasien Mieloma Multiple. Evaluasi skor QoL dilakukan paa awal diagnosis dan setelah 4 siklus pengobatan, dengan kuesioner EORTC QLQ-C30 mencakup skor Qol, 5 skor fungsi, dan 9 skor symptom. uji beda antara 2 kelompok dengan Mann-Withney U-Test Hasil : Demografi dan karakeristik dasar populasi penelitian antar dua kelompok tidak didapatkan perbedaan bermakna pada variabel : umur, jenis kelamin, klirens kreatinin , kadar hemoglobin, skor Qol baseline, status pperformans,faktur,lesi titik tulang, infeksi berulang , stadium , dan tingkt pendidikan . skor Qol kelompok perlakuan vs kontrol saat baseline dan akhir 4 siklus adalah 54,92_+8,88 vs 58,33_+10,11:80,55_+1,39 vs 73,61_+8,57:p+ 0,214. skor fungsi peran kelompok perlakuan vs kontrol saat baseline dan akhir 4 siklus adalah 41,66-+3,85 vs 23,61_+3,36; 95,83 _+1,03 vs 76,39_+2,51 ; p = 0,022. Terdapat peningkatan skor fugsi fisik, emosi, kognif, sosial pada kelompok perlakuan dan kontrol yang tidak berbeda bermakna. skor symptom insomnia kelompok perlakuan vs kontrol saat baseline dan akhir 4 siklus adalah 41,67_+3,79 vs 58,33; 9,72_+ vs 25_+1,32: p=0,017. terdapat penurunan skor symptom lelah , mual muntah, nyeri, dyspneu, penurunan nafsu makan, konstipasi , diare, konsultan finansial pada kelompokj perlakuan dan kontrol yang tidak berbeda bermakna. Kesaimpulan : penambahan kurkumin pada pasien mm dengan regimen MP meningkatkan skor kumulatif hidup , meningkatkan skotr fungsi peran , dan menurunkan symptom insomnia kata kunci : MM, kurkumin, skor Qol, fungsi peran , symptom insomnia

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 206 207 208 209 210 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?