BACKGROUND: High fat diets are known to cause a positive fat balance and consequently to the accumulation of adipose mass, this diet does not seem to stimulate fat oxidation in the same way in obese and lean subjects. HFD was an inducing factor for ICAM-1 expression in the aorta of Wistar rats. HFD effect on ICAM-1 seems to be time dependent. ICAM-1 is one of the first events in the formation of atherosclerotic lesions. HFD up-regulated Cav-1, regulated expression other biomarker in HFD is eNOS. METHOD: Study design was experimental study, by used Randomized Post Test only Control Group Design with Kruskal-Wallis test was used to analyze the differences among groups and followed by a Mann Whitney test. Treatment is ethanolic of Eurycoma longifolia Jack, and out come are sICAM-1 and eNOS levels. Thirty Sprague Dawley (SD) Rat, were divided into 6 groups. C(-) was SD group, C(+) was group with HFD, X1 (SD treated with EL dosage 10 mg/kg), X2 (SD treated with EL dosage 15 mg/kg), X3 (HFD treated with EL dosage 10 mg/kg), X4 (HFD treated with EL dosage 15 mg/kg). RESULT: No significant difference in ICAMs that was found among the studied groups (p = 0.087). Significant difference in eNOS among six group studied (p = 0.033). The control negative group was not significance different than control positive, X2, X3, and X4 (p = 0.841; p = 0.310; p = 0.056; p = 0.095), respectively. CONCLUSION: Non significant difference on level of ICAM-1 was found among groups with or without HFD treatment. non Significant difference on the level of eNOS was found among groups with or without HFD treatment. Keywords: Eurycoma longifolia Jack, sICAM, eNOS, HFD.
Pendahuluan : Insiden kanker payudara di dunia terus meningkat. Pembedahan merupakan pilihan utama dengan modalitas lain berupa kemoterapi, radiasi, dan imunoterapi seperti Artemisia vulgaris (AV). Tujuan : Membuktikan pemberian ekstrak AV terhadap ekspresi Granzyme dan pertumbuhan diameter massa tumor adenokarsinoma mammae mencit C3H. Metode : Sampel adalah 24 ekor mencit C3H betina secara acak dibagi menjadi: K (kontrol), P1 (kemoterapi), P2 (ekstrak), P3 (kombinasi). Adenokarsinoma mammae berasal dari inokulasi mencit donor. Kemoterapi Adriamycin 0,18 mg dan Cyclophosphamide 1,8 mg diberikan 2 siklus intravena. AV diberikan 13 mg (0,2 ml) sekali sehari peroral. Ekspresi Granzyme dinilai dengan pengecatan imunohistokimia sedangkan pertumbuhan diameter massa tumor diukur dengan kaliper tumor. Hasil : Rerata ekspresi Granzyme dan pertumbuhan diameter massa tumor didapatkan K, P1, P2, P3 berturut-turut 14,96 + 0,60, 24,86 + 1,21, 17,14 + 1,01, 26,90 + 0,70 dan 12,52 + 1,49, 6,20 + 1,04, 9,94 + 1,21, 3,94 + 0,76. Perbedaan bermakna pada ekspresi Granzyme antara K vs P1 (p = 0,001), K vs P2 (p = 0,010), K vs P3 (p = 0,001), P1 vs P2 (p = 0,001), P1 vs P3 (p = 0,047), P2 vs P3 (p = 0,001) dan pertumbuhan diameter massa tumor antara K vs P1 (p = 0,001), K vs P2 (p = 0,017), K vs P3 (p = 0,001), P1 vs P2 (p = 0,001), P1 vs P3 (p = 0,044), P2 vs P3 (p = 0,001). Analisis korelasi antara ekspresi Granzyme dengan pertumbuhan diameter massa tumor didapatkan korelasi bermakna (p = 0,001 dan r = -0,911). Kesimpulan : Artemisia vulgaris meningkatkan efek apoptosis kemoterapi Adriamycin-Cyclophosphamide dalam hal meningkatkan ekspresi Granzyme dan menurunkan pertumbuhan diameter massa tumor pada adenokarsinoma mammae mencit C3H. Kata kunci : Artemisia vulgaris, adenokarsinoma mammae, ekspresi Granzyme, diameter massa tumor.
Buku ini terdiri dari 14 bab. Pembahasan yang disajikan antara lain; inflamasi dan penyembuhan; imunopatologi, neoplasia dan abnormalitas kromosom; patologi kardiovaskular, penyakit pernapasan; penyakit sendi degeneratif dan patologi tulang, artritis reumatoid dan kondisi terkait; gangguan neurologis, luka bakar dan kondisi kulit; gangguan endokrin, metabolik dan nutrisional; penyakit infeksius; kondisi sistem reproduksi wanita dan pria; penyakit sistem pencernaan dan perkemihan; perawatan intensif; pasien geriatri.
Buku ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama membahas latar belakang, terdiri dari: keamanan dan pengkajian mutu, pengantar urinalisis serta fungsi ginjal. Bagian kedua membahas urinalisis terdiri dari: pemeriksaan fisik urine; pemeriksaan kimia urine; pemeriksaan mikroskopik urine; penyakit ginjal serta skrining urine untuk gangguan metabolik. Bagian ketiga membahas cairan tubuh lainnya, seperti: cairan serebrospinal, semen, cairan sinovial, cairan serosa, cairan amnion, analisis feses serta sekret vagina.
Brock biologi mikroorganisme vol.1 ed. 14. Terdapat I unit pembahasan yaitu; dasar dasar mikrobiologi, pada pembahasan tersebut dibagi menjadi lima bab dengan materi sebagai berikut; mikroorganisme dan mikrobiologi ; struktur dan fungsi sel mikroba; metabolisme mikroba; mikrobiologi molekuler; pertumbuhan dan pengendalian mikroba. Pada setiap bab diawali dengan membahas materi ; mikrobiologi saat ini. Pada bab satu dan bab lima dipaparkan materi menjelajah dunia mikroba.
Buku ini disusun dan di reka ulang enam tema utama mikrobiologi abad ke-21 Pokok-pokok revisi Bab 18 Peralatan modern ekologi mikroba diuraikan dengan contoh bagaimana masing-masing telah mengukir sains. Dibahas Bagaimana metode ekologi terbaru telah menghasilkan kultur laboratorium bakteri laut. Bab 19 Perbandingan sifat dan keragaman mikroba pada ekosistem mikroba utama. Data sensus lingkungan baru untuk habitat air tawar dan ekologi mikroba di dataran gersang. Bab 20 Kemampuan mikroorganisme yang luar biasa untuk respirasi oksida logam padat dalam siklus besi dan mangan. Mempelajari bagaimana menusia mempengaruhi siklus nitrogen dan karbon dan bagaimana hal tersebut memberikan umpan balik ke perubahan iklim. Bab 21 Bab baru mengenai "lingkungan yang sudah dibangun" Bab 22 Ditemukan cakupan luas bagaimana mikroorganisme sangat mempengaruhi fisiologi tumbuhan dan hewan melalui hubungan simbiotik. Mengetahui bagaimana mekanisme yang umum digunakan oleh bakteri dan fungi. Peralatan belajar lain Dilengkapi dengan dua apendiks; perhitungan bio-energetik dan daftar taksa tingkat tinggi Kata kunci: mikroorganisme, biologi