INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Reitz, John R."
Hal. Awal Sebelumnya 206 207 208 209 210 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Perbedaan Performa Akademik Pada Anak Perawakan Pendek Yang Mendapat Suplementasi Ekstrak Ikan Gabus Dan Tanpa Suplementasi Ekstrak Ikan Gabus
By Eric Agastyo Karyadi ; Asri Purwanti ; Anindita Soetadji
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK Perbedaan performa akademik pada anak perawakan pendek dengan suplementasi ekstrak ikan gabus dan tanpa suplementasi ekstrak ikan gabus Latar belakang: performa akademik dipengaruhi oleh perkembangan susunan saraf pusat yang dapat ditingkatkan dengan peningkatan kadar insuline growth factor-1 (IGF-1). Anak perawakan pendek memiliki kadar IGF-1 yang rendah Suplementasi ekstrak ikan gabus (EIG) dapat meningkatkan kadar arginine sehingga dapat meningkatkan kadar IGF-1, memperbaiki performa akademis anak Tujuan: mengetahui perbedaan performa akademik pada anak perawakan pendek dengan suplementasi dan tanpa suplementasi EIG Metode: Desain penelitian adalah belah lintang pada 80 (laki-laki 44, perempuan 36) anak perawakan pendek yang sehat usia 8-12 tahun di Brebes, Jawa Tengah Perawakan pendek didefinisikan HAZ antara -2 SD dan -3 SD berdasarkan kurva pertumbuhan WHO 2007. Subjek terdiri dari 40 anak yang telah diberikan suplementasi EIG 500 mg/hari dan 40 mendapatkan placebo. Performa akademik dilihat dengan melihat hasil rapor rata-rata siswa pada akhir pemberian suplementasi, analisis statistik menggunakan independent 1-test dan korelasi Pearson. Hasil: Tidak terdapat perbedaan rapor anak pada kelompok suplementasi 76,03 (SD 4,16) dibandingkan pada kelompok tanpa suplementasi 76,75 (SD 4,00), serta tidak terdapat perbedaan nilai matematika pada kelompok suplementasi 74,18(SD 5,55) dibandingkan pada kelompok tanpa suplementasi 75,36 (SD 6,24) Simpulan: Tidak didapatkan perbedaan performa akademik pada anak perawakan pendek dengan atau tanpa suplementasi EIG baik yang dinilai menggunakan nilai rapor rata-rata maupun nilai matematika. Kata kunci: performa akademik, perawakan pendek, ekstrak ikan gabus

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PENGARUH SUPLEMENTASI NIGELLA SATIVA TERHADAP KADAR SERUM INTERLEUKIN-18 PADA PENDERITA AKNE VULGARIS Studi pada penderita Akne Vulgaris yang Mendapat terapi Tretinoin
By Devi Arini ; Puguh Riyanto ; Asih Budiastuti
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK PENGARUH SUPLEMENTASI NIGELLA SATIVA TERHADAP KADAR SERUM INTERLEKIN-18 PADA PENDERITA AKNE VULGARIS Studi pada penderita Akne Vulgaris yang Mendapat terapi Tretinoin Latar belakang : akne vilgaris merupakan penyakit kulit yang sering terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda. P. acnes dapat berperan pada perkembangan lesi inflamasi dengan melepaskan zat kemotatik, dan merangsang sekresi IL-6 dan IL-8 oleh keratinosit folikular, dan IL-1B dan IL-1B dan nekrosis tumor faktor menyebabkan hiperkeratinisasi folikel lebih lanjut dan lesi inflamasi yang khas pada akne. pilihan penatalaksanaan AV terdiri dari terapi topikal dan sestemik. terapi AV yg tersedia selain mahal, juga memiliki efek samping dalam pengunaan jangka panjang, serta penggunanya memerlukan indikasi khusus dan membutuhkan waktu terapi lama. pilihan terapi AV dg suplementasi menggunakan bahan alam yang cukup aman, efektif dan murah, seperti nigella sativa (n.sativa) yang memiliki efek sebagai anti inflamasi diharapkan dapat menurunkan kadar serum IL-1B pada paien akne vulgaris, sehingga menghasilkan perbaikan lesi akne vulgaris Tujuan: mengetahui pengaruh suplementasi N. sativa terhadap kadar serum IL-1B pada penderita AV yang mendapat terapi tretinoin Metode: desain penelitian Double-Blind - Randomized Controlled Trial dengan rancangan 2 pre and post tes desain. Hasil Penelitian Dan Kesimpulan: terhadap penurunan rerata kadar IL-1B yang bermakna sesudah terapi antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p= 0.042) namun rerata delta penurunan kadar IL-1B pada kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol secara statistik tidak bermakna (p=0,467) kata kunci: Akne vulgaris IL-1B, nigella sativa

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBEDAAN EKSPRESI HSP70 SECARA IMUNOHISTOKIMIA PADA KUSTA MULTIBASILER DENGAN DAN TANPA REAKSI ERITEMA NODOSUM LEPROSUM (ENL) YANG DITERAPI MDT
By Ika Midiasari ; soejoto ; Muslimin
-- Semarang : FK Undip, 2019

PERBEDAAN EKSPRESI HSP70 SECARA IMUNOHISTOKIMIA PADA KUSTA MULTIBASILER DENGAN DAN TANPA REAKSI ERITEMA NODOSUM LEPROSUM (ENL) YANG DITERAPI MDT ABSTRAK Latar belakang :kusta (morbus Hansen) adalah penyakit infeksi yang disebabkan Mycombacterium laprae (M. Laprae) yang bersifat kronik progresif. salah satu penyebab terjadinya kecatatan adalah reaksi kusta. Eritma Nodosum Leprosum (ENL) merupakan reaksi kusta tipe 2 , dimana lebih sering terjadi pada tipe kusta borderline (BB) , borderline lepromatous(BL) , leppromatous lepromatous(LL) yang dapat terjadi sebelum pegobatan, tetapi terutama selama atausetelah pengobatan dengan Multi Drug Thherapy(MDT) . Heat Shock Protein 70 (Hsp 70) merupakan protein stress respons yang meningkat pada kondisi inflamasi serta memainkan peran perlindungan terhadap efek toksik dari Reactive Oxygen Sepecies(ROS) dan sitokin. Belum ada penelitian tentang perbedaan ekspresi Hsp 70 secara imunohistokimia pada jaringan pasien kusta MB dengan dan tanpa reaksi ENL. Tujuan : mengetahui perbedaan ekspresi Hsp 70 secara imunohistokokimia pada jaringan pasien kusta multibasiler dengan tanpa reaksi ENL yang diterapi MDT metode ; esain penelitian observasional dengan rancangan belah lintang. Hasil penelitian dan kesimpulan ; uji beda rerata ekspresi Hsp 70 (proporsi sel mast ) antara dua kelompok dengan uji Mann Whitney idapatkan p > 0,05 (p= 0,000). tidak terdapat perbedaan bermakna proporsi sel mast antara kelompok kusta MB engan dan tanpa reaksi ENL. uji beda proporsi intensitas Hsp 70 antara uakelompok dengan uji Chi-square di dapatkan p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaru Program Berjalan 10.000 Langkah Terhadap Keseimbangan Remaja Obesitas
By Gita Handayani ; Tanti Ajoe K. ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK Handayani G. Pengaruh Program Berjalan 10.000 Langkah terhadap Keseimbangan Remaja Obesitas Tujuan : Membuktikan pengaruh program berjalan 10.000 langkah terhadap Tujuan keseimbangan pada remaja obesitas Rancangan: Penelitian randomized controlledpre and post experimental Subjek :dua puluh empat remaja obesitas usia 15-17 tahun Tempat : SMA Nusaputera dan SMAN 11 Semarang Waktu: Februari-Maret 2018 Perlakuan: Latihan berjalan 10.000 langkah per hari sebanyak 30 kali; seminggu 5 kali dalam 6 minggu pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan pedometer dan mencatat jumlah langkah harian tanpa diberikan target jumlah langkah Hasil pengukuran utama: Keseimbangan statis yang diukur dengan Balance Error Scoring System (BESS) dan keseimbangan dinamis dengan Timed Up & Go Test (TUG). Dinilai sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan terakhir. Hasil: Pada awal perlakuan tidak didapatkan perbedaan yang signifikan dalam skor keseimbangan statis (BESS) dan dinamis (TUG) dari kedua kelompok. Terdapat peningkatan bermakna skor BESS (p- 0,00) dan TUG (p- 0,00) serta selisih rerata skor keseimbangan di akhir perlakuan dibandingkan dengan sebelum perlakuan setelah diberikan Latihan berjalan 10.000 langkah per hari sebanyak 30 kali. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan adanya peningkatan signifikan pada skor keseimbangan statis dan dinamis, serta selisih rerata skor keseimbangan. Simpulan: Latihan berjalan 10.000 langkah per hari berpengaruh terhadap keseimbangan statis dan dinamis pada remaja obesitas Kata kunci: Latihan berjalan 10.000 langkah per hari, BESS, TUG, keseimbangan, remaja obesitas

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBEDAAN EKSPRESI SUPEROXIDE DDISMUTASE (SOD) SECARA IMUNOHISTOKIMIA PADA PENDERITA KUSTA MULTIBASILER DENGAN DAN TANPA REAKSI ERITEMA NODOSUM LEPROSUM YANG DITERAPI MDT
By Arinal Pahlevi ; soejoto ; Diah Adriani
-- Semarang : FK Undip, 2019

ABSTRAK PERBEDAAN EKSPRESI SUPEROXIDE DDISMUTASE (SOD) SECARA IMUNOHISTOKIMIA PADA PENDERITA KUSTA MULTIBASILER DENGAN DAN TANPA REAKSI ERITEMA NODOSUM LEPROSUM YANG DITERAPI MDT Latar Belakang : kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh M. lepae yang merupakan masalah kesehatan masyarakat karena kecacatan yang ditimbulkan. Salah satu penyebab terjadinya kecatatan adalah reaksi kusta tipe-2 atau eritma nodosum leprosum(ENL) yang sering terjaipada kusta tipe multibasiler(MB). stres okidatif memiliki peran penting pada kusta dengan ditemukanya peningkatan reactive oxigen species (ROS) dan penurunan antioksidan. Sistem perlindungan tubuh terhadap stres oksidatif berupa antioksidan endogen yang meliputi komponen enzimatik antara lain superoxide dismutase(SOD) Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi SOD pada penderita kusta MB dengan dan tanpa reaksi ENL yang diterapi MDT. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasi engan rancangan belah lintang. Ekspresi SOD dinilai dengan skor Allred untuk menghitung proporsi kepadatan dan intensitas pewarnaan. Hasil penelitian dan kesimpulan: Didapatkan subyek penelitian sebanyak 17 orang dengan reaksi ENL dan 18 orang tanpa reaksi ENL. Uji beda ekspresi SOD antara dua kelompok dengan uji Mann-Whitney didapatkan nilai p = 0,014. Terdapat perbedaan bermakna ekspresi SOD antara kelompok subbyek penelitian dengan dan tanpa reaksi ENL kata kunci : kusta tipe MB, ENL, SOD

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBEDAAN ATHEROGENIC INDEX OF PLASMA, OX-LDL DAN TROPONIN I PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER STABIL DAN SINDROM KORONER AKUT
By Eti Dwi Purwanti ; Purwanto Adhipireno ; Muji Rahayu
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang. Penyakit jantung koroner (PJK) disebabkan aterosklerosis pada arteri koroner. kelainan lipid lipoprotein yang menjadi dasar patogenesis aterosklerosis dapat dinilai dengan aherogenetic index of plasma (AIP), oxidized low density lipoprotein (ox_LDL). troponim i berperan pada kerusakan otot jantung akibat iskema pada PJK. Tujuan. Membuktikan perbedaan nilai AIP, kadar ox-LDL dan troponim I pada pasien PJK stabil dan SKA Metode. penelitian observasi analitik dengan pendekatan belah lintang dilakukan pada 34 pasien PJK stabil dan 34 pasien SKA di RSUP Dr. Kariadi Semarang penetapan trigliserida (TG) dan HDL menggunakan kimia otomatik , AIP dihitung dari log TG//HDL, kadar ox-LDL menggunakan metode ELISA troponim i menggunakan metode ELFA. analisis stastik AIP menggunakan independent t-test sedangkan kadar ox-LDL dan troponom i menggunakan Mann whitney U test. perbedaan bermakna apabila p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
HUBUNGAN KADAR S100B SERUM TERHADAP KELUARAN KLINIS NEUROLOGIS PASIEN STROKE ISKEMIK AKUT
By Windri Kartikasari ; Amin Husni ; Retnaningsih
-- Semarang : FK Undip, 2019

Abstrak Latar belakang: Cedera otak pada stroke iskemik menyebabkan berbagai perubahan patologis mengakibatkan kerusakan neuronal yang mempengaruhi neuron dan sel glia pada jaringan otak yang diikuti terjadinya pelepasan biomarker neuronal dan sel glia yang spesifik seperti protein S100B. Protein S100B sebagai salah satu penyusun sitoskeleton sel glia akan dilepaskan setelah terjadi kerusakan neuron pada sek glia serta kerusakan sawer darah otak yang terjadi akibat kaskade iskemik pada stroke iskemik. kadar biomarker serum S100B memiliki korelasi dengan derajat kerusakan klinis pasien stroke iskemik akut. tujuan: mengetahui hubungan kadar S100B serum dalam 72 jam onset terhadap perubahan skor NIHSS antara onset hari ke3 dan hari ke7 pada pasien stroke iskemik akut. metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. subyek adalah pasien yang diagnosis stroke iskemik akut yang memnuhi kriteria inklusi. uji hubungan variabel berkala numerik dan kategorial dilakukan uji Mann whitney. uji hubungan antara variabel kategorial dengan uji x2, uji fischer dan uji kolmogorovo smirnov 2 sampel. hasil analisis bivariat dengan p=

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBEDAAN KADAR ELEKTROLIT DAN PETANDA JANTUNG PADA PASIEN NSTEMI DENGAN STEMI
By Freddy Ciptono ; Banundari Rachmawati ; Meita Hendrianingtyas
-- semarag : FK Undip, 2019

ABSTRAK Latar belakang; sindrom koroner akut merupakan penyebab utama kematian di dunia. perbedaan kadar natrium , kalium, klorida, troponim I dan NT-ProBPN pada Pro BPN terdahulu memberikan hasil berbeda tujuan ; menganalisis perbedaan kadar natrium , kalium, kloria, troponin I dan NT-ProBPN serum pada pasien NSTEMI dan STEMI. Metode ; penelitian observasi analitik dengan pendekatan belah lintang dilakukan pada bulan februari-mei 2019 melibatkan 35 paasien NSTEMI dan 35 pasien STEMI di IGD RSUP Dr.KARIADI yang memenuhi kriteria inklusi bdan eklusi. Kadar natrium, kalium, dan klorida diukur menggunakan metode ISE alat Advia biochemistry system. Pemeriksaan kadar troponim I menggunakan metpde ELFA pada mini Vias dan kadar NT-ProBPN menggunakan metode ELISA. Kadar natrium, kalium, dan klorida antar kelompok dianalisis menggunakan independent t-test, kadar troponim I dan NT-ProBNP antar kelompok menggunak dan Mann Whitney U test. p< 0,05 di anggap beremakna Hasil: Terdapat perbedaan bermakna kadar natrium (p=0,001), klorida (p= 0,030), troponim I (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PENGARUH MUROTALL AL QURAN TERHADAP TINGKAT ANSIENTAS DEPRESI, PERUBAHAN KADAR INTERLEUKIN 6, DAN KELUARAN KLINIS NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK ALUT
By Sumarji ; Dodik Tugasworo ; Amin Husni
-- Semarang : FK Undip, 2019

Abstrak Latar belakang : Bacaan murotall Al Qurán merupakan salah satu cara atau metode membaca Al Qur'an memiliki kelebihan dibandsingkan dengan mendengarkan musik karena bacaan Al Quran memiliki nilai spiritualitas dan religiositas yang tinggi. spiritalitas dapat berpengaruh terhadap Hommocystein , Interleukin-6, C-reactive protein, dan marker inflamasi yang lain, tetapi mekanismennya masih belum jelas. efek spiritualitas dan religiositas terhadap pemilihan stroke diyakini sangat berepengaruh dan penting karena kenyamanan hidup dan kualitas kehidupan dapat berpengaruh positif. Metode: Desain penelitian menggunakan Ramdomized Pretest-post test control goup design dengan cara simpel ramdomized sampling. subyek merupakan pasien stroke akut dengan onset kurang dari 72 jam. sebyek dikelompokan menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. perlakuan diberikan dengan mendengarkan murrotal Al- quran juz ämma melalui handphonbe durasi 30menit pada puku 06.00 dan 16.00 selama 7hari. data yang diambil meliputi penilaian skor HADS, kadar IL6, dan skor NIHSS sebelum dan sesudah perlakuan. faktor- faktor yang lain yang berpengaruh pada keluaran klinis stroke dianalisia secara multivariat. Hasil: Subyek yang diperoleh sebanyak 40 dilakukan random alokasi sebagai kelompok perlakuan atau kontrol. didapatkan hubungan bermakna antara memperdengarkan murotall Al qurán dan skor HADS ansietas (p=0,047). tidak terdapat hubungan bermakna antara meperdengarkan Al Qur'än dan skor HADS depresi (p=407) terdapat hubungan bermakna antara mendengarkan murotal Al Qurän dan perbaikan kadar IL6 serum (p=0,019) terdapat hubungan bermakna antara mendengarkan murottal Al Quran dan perbaikan skor NIHSS (p=0,018) analisa regresi logistik memperdengarkan murotal Al Qurän berpengaruh pada perbaikan NIHSS (OR =7,421, p=0.022). Simpulan: memperdengarkan murottal alquran dapat mengurangi kecemasa dan penurunan kadar IL6 serum pada pasien stroke iskemik akut. mendengarkan murotal Al Quran dapat memperbaiki keluaran klinis pasien strok iskemik akut sebesar 7,421 kali. Kata Kunci: Murotall Al Quran, kadar IL6 Serum, NIHSS, HADS, Stroke iskemik akut

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
HUBUNGAN ANTARA LEBAR PANGGUL , LEBAR PINGGANG DAN TINGGI BADAN
By Stephanie Renni Anindita ; Sigit Kirana Lintang Bhima ; Arif Rahman Sadad
-- Semarang : FK Undip, 2018

HUBUNGAN ANTARA LEMBAR PANGGUL, LEBAR PINGGANG DAN TINGGI BADAN ABSTRAK Pendahuluan ; dalam mengidentifikasi korban mati, proses identifikasi sangat diperlukan untuk alasan etik dan humanititarian. penentuan tinggi badan merupakan salah satu kategori dasar identitas individual seseorang. penggunaan tulang panggul dalam antoropologi forensik banyak digunakan dalam menentukan jenis kelamin , akan tetapi sebuah penelitian di manado menujukan adanya hubungan antara lebar panggul dan tinggi badan . perbaningan lebar pinggang terhadap tinggi badan merupakan parameter antropometik yang digunakan untuk memprediksi status gizi . atas dasar itu maka dilakukan penelitian untuk menentukan hubungan antara lebar panggul , lebar pinggang dan tinggi badan. tujuan ; untuk membuktikan adanya hubungan antara lebar panggul , lebar pinggang, dan tinggi badan. material metode ; penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang. dilakukan di bagian forensik dan stui medikolegal RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan sempel sebanyak 500orang yang terdiri dari 250 orang laki-laki dan 250 orang perempuan. penelitian dilakukan dengan mengukur lebar pinggul dan lebar pinggang menggunakan pelvimetri serta tinggi badanmenggunakan alat stature 2M yang telah dikalibrasi. Pengambilan sampel alam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian ; hasil analisis multivariant menunjukan adanya hubungan antara lebar pinggang dengan tinggi badan. pada kelompok subjek penelitian laki-laki, didapatkan hubungan yang lebih kuat antara lebar pinggang dan tinggi badan, sementara pada kelompok subjek perempuan diapatkan hubungan yang lebih lemah dibaningkan dengan tulang panjang. kesimpulan ; ada hubungan yang signifikan antara lebar panggul , lebar pinggang, dan tinggi badan kata kunci ; antropologi, lebar panggul , lebar pinggang , tinggi badan.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 206 207 208 209 210 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?