Buku ini memberikan ulasan secara komprehensif terkait sistem pendekatan pada terapi nutrisi medis. Adapun materi yang dibahas secara khusus: *). Penggabungan proses asuhan gizi yang memberikan keuntungan dalam memfasilitasi proses belajar secara lebih baik *). Studi kasus yang memberikan contoh tentang cara pengaplikasian proses asuhan gizi dalam situasi klinik umum dengan lebih dari satu diagnosis medis. *). Setiap bab ditulis oleh praktisi klinik sehingga memberikan informasi praktik. *). Informasi tentang pasien pediatrik, kebutuhan bayi baru lahir, kebutuhan zat gizi yang unik untuk pasien geriatri. *). Informasi tentang dukungan gizi pada lingkungan perawatan akut. *). Opini pakar. Buku ini berfokus pada praktik berbasis bukti dan mencakup pedoman untuk membantu dietisien baru dalam mencapai standar praktik.
Buku Manajemen terkini kanker paudara edisi 2, terdiri dari 29 bab. Pada edisi ini ada beberapa perubahan pada enam bab, seperti: pada bab 14, 17, 18, 19, 25 dan 26. Terdapat dua bab baru yang dirasakan semakin penting perannya namun jarang dilakukan pembahasannya. Adapun aspek yang dimaksud adalah aspek: 1. Psikososial pasien kanker payudara 2. Komunikasi pada pasien kanker payudara. Kata kunci: Breast Cancer 616. 994 49
Buku Seni menulis resep teori & praktek berisi materi kuliah dan praktikum Ilmu Farmasi Kedokteran, terdiri dari 7 aspek. Pembahasan materi kuliah terbagi dalam : Bab 1. Perihal Resep Bab 2. Peraturan Perundang-Undangan Bab 3. Pengelolaan Obat Bab 4. Landasan Pemilihan Bentuk Sediaan Obat Bab 5. Bentuk Sediaan Obat (BSO) Bab 6. Seni Menulis Resep Bab 7. Praktikum Kata kunci: Prescriptions, Drug 615.14
Pengaruh Lama Operasi Terhadap Kadar ETCO2 Pada Laparoskopi Dengan Anastesi Umum ABSTRAk Latar Belakang : Metode pembedahan laparoscopy dengan penggunaan CO2 ini ternyata juga membawa beberapa resiko yang dapat menyebabkan komplikasi emboli gas sekitar 0.014-0.6% dari operasi laparoskopi. dengan tingkat kematian sekitar 28% dan emfisema subkutan terjadi pada 0.3-3.0% operasi laparoscopy. insuflasi gas CO2 dipengaruhi oleh peningkatan tekanan intraperitoneal dan kemudian menyebabkan hiperkapnia. Tujuan : Menilai dengan membuktikan bahwa lama operasi laparoscopy dapat mempengarhi kadar ETCO2. Metode : dilakukan penelitian uji analitik observasional dengan total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 3 bulan dengan 30 sample. selama operasi dipasang alat capnografi di ujung endotracheal tube. akan menampilkan kadar CO2 dalam bentuk numerik . seluruh data dikumpulkan dan di catat pada menit ke 1, ke 15, ke 30, ke 60, dan seterusnya untuk dianalisis statistik. Hasil: Rerata usia untuk operasi laparoscopy adalah 47.33 -+ 7.82 ( P= 0.646). bahwa usia pada subjek penelitian diantara tiga kelompok jenis operasi tidak berbeda bermakna. Nilai ETCO2 setelah intubasi pada kelompok dengan port 3 adalah 35.90 -+ 3.13 tidak berbeda makna dengan rerata nilai ETCO2 pada kelompok dengan port 4, yaitu 42.67 -+ 2.58 (P= 0.279) secara statistik tidak berbeda bermakna. Kadar ETCO2 dengan IAP 11-14 mmHg setelah insulasi adalah 38.95 -+ 5.24 dan pada kelompok dengan IAP >- 15 adalah 44.35 -+ 6.43. tidak berbeda bermakna dengan nilai p = 0.376. Kesimpulan : Lama operasi laparoscopy secara statistic tidak dapat mempengaruhi kadar ETCO2. Kata Kunci : Laparoscopy ETCO2, lama operasi, hypercapnia
ABSTRAK HUBUNGAN ANTAR KADAR VITAMIN D SERYM DENGAN RESISTENSI INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS LANJUT USIA Latar belakang : Selama 10 tahun terakhir angka kejadian DM meningkat lebih cepat di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia. Riskesdas2013 diketahui bahwa proporsi penderita DM meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Proporsi subyek dengan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) dikatakan meningkat seiring usia dengan angka kejadian tertinggi menduduki peringkat ke 5 dari 10 masalah pada lanjut usia. penelitian Telei menyimpulkan bahwa kadar vitamin D berperan dalam menurunkan resistensi insulin pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Metode : Penelitian belah lintang dilakukan melibatkan pengukuran HOMA IR dan kadarvitamin D. Dimana HOMA IR menunjukan kondisi resistensi insulin. Hasil : Subjek penelitian : 41 responden DM lanjut usia, didapatkan hasil sebanyak 25 orang responden (61%) dengan HOMA IR >2 dan hasil HOMA IR 2 kadar vitamin D mengalami penurunan. Vitamin D dan HOMA IR memiliki korelasi negatif yang bermakna dengan p 0,001 dan r - 0,513 Kesimpulan : terdapat hubungan antaraHOMA IR dengan vitamin D, imana makin meningkatkan HOMA IR maka makin rendah kadar vitamin D Kata kunci : DM, iabetes militus, DM usia tua, vitamin D
ABSTRAK Latar belakang: Karsinoma sel squamousa rongga mulut adalah keganasan epitelial yang invasif memiliki berbagai derajat diferensiasi. secara global, terdapat 389.650 kasus skuamous sel karsinoma pada 2000 angka kejadian dimana 266.672 kasus terjadi di rongga mulut. Bcl2 dan p53 protein yang berperan dalam proses apoptosis dan proliferalif yang dapat mempengaruhi prognotic dan angka harapan hidup. Objectif : Pada penelitian ini, peneliti ingin membuktikan perbedaan ekspresi immunohistokimia Bcl2 dan p53 pada berbagai derajat diferensisi. Metode ; Penelitian ini menggunakan design analitik observasional. Blok parrafin yang telah didiagnosis sebagai karsinoma sel skuamousa rongga mulut di cat dengan antibody Bcl2 dan p53 dinilai distribusi intensitas dan skor pada Bcl2 didapatkan rerata 0,63 + 1,30 pada diiferensiasi baik dan rerata skor 1,09 + 1,92 pada diferensiasi sedang dengan dengan ujian non parametric Mann Whitney didapatkan nilai p 1000 (p