INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Reitz, John R."
Hal. Awal Sebelumnya 201 202 203 204 205 Berikutnya Hal. Akhir
cover
EFEK ASTAXANTHIN ORAL TERHADAP KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE-1 (SOD-1) HUMOR AKUOS KELINCI NEW ZEALAND MODEL GLAUKOMA
By Gilang Sekarfitri ; Fifin Luthfia Rahmi ; Maharani Cahyono
-- Semarang : FK Undip, 2019

Pendahuluan : Glaukoma berkorelasi dengan resistensi aliran humor akuos. Peningkatan tekanan intraokuler (TIO) akan menginduksi iskemia yang akan menyebabkan peningkatan radikal bebas (seperti O2-, H2O2, dan OH-) sehingga meningkatkan aktivitas antioksidan enzimatis untuk mengatasi radikal bebas. Superoksida dismutase merupakan antioksidan enzimatis utama yang berperan dalam menetralisir anion superoksida dan mengkatalis menjadi H2O2 yang level toksisitas lebih rendah daripada O2-. Salah satu antioksidan oral yang telah diteliti memiliki efek meningkatkan kadar antioksidan enzimatik pada humor akuos adalah astaxanthin. Tujuan: Menganalisa efek astaxanthin oral terhadap kadar superoksida dismutase (SOD-1) di dalam humor akuos kelinci New Zealand model glaukoma. Metode : Kelompok perlakuan (P) diberi astaxanthin oral satu kali sehari selama 2 minggu. Pemeriksaan SOD-1 dilakukan terhadap humor akuos menggunakan ELISA kit. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan uji Independent t-test digunakan untuk uji beda kedua kelompok jika data terdistribusi normal (Uji Shapiro-Wilk p>0.05) Hasil : Pada 16 kelinci New Zealand dipilih secara random untuk dibagi menjadi 2 kelompok yang mendapat placebo atau astaxanthin 0,42 mg (setara dengan 6 mg pada manusia dewasa 70 Kg) per hari. Rerata kadar SOD-1 pada kelompok K = 0,715±0,054 ng/ml; kelompok P = 0,264 ± 0,026 ng/ml. Hasil uji beda kadar SOD-1 dengan uji t independent terdapat perbedaan bermakna kadar SOD-1 pada kelompok kontrol dibandingkan kelompok perlakuan (p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
EFEK DLBS 1425 TOPIKAL TERHADAP EKSPRESI MATRIX METALLOPROTEINASE – 9 DI TRABECULAR MESHWORK TIKUS WISTAR
By Kartika Cindy Fibrian ; Fifin Luthfia Rahmi ; Trilaksono Nugroho
-- Semarang : FK Undip, 2019

Pendahuluan : Matrix Metalloproteinase – 9 (MMP-9) merupakan enzim yang berperan dalam degradasi matriks ekstraseluler di trabecular meshwork (TM). Pemberian obat anti-inflamasi jangka panjang topikal telah terbukti menurunkan ekspresi MMP-9 di TM sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraokuler, yang merupakan faktor risiko terjadinya glaukoma. DLBS1425 merupakan sediaan farmasi ekstrak Phaleria macrocarpa yang memiliki efek anti inflamasi. DLBS1425 topikal konsentrasi 1x101 mg/ml terbukti memiliki efek penurunan ekspresi COX-2 pada kornea. Studi ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi MMP - 9 di TM tikus Wistar yang diberikan DLBS 1425 topikal dibandingan dengan kontrol. Metode : Dua puluh dua ekor tikus Wistar dibagi menjadi dua kelompok, perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diberikan DLBS 1425 topikal konsentrasi 1x101 mg/ml 1 tetes setiap 4 jam, selama 4 minggu. Kelompok kontrol diberikan tetes substitusi air mata buatan (plasebo) 1 tetes setiap 4 jam, selama 4 minggu. Ekspresi MMP 9 pada TM diperiksa dengan pengecatan imunohistokimia. Data dikumpulkan dan diolah menggunakan menggunakan uji Mann Whitney karena distribusi data tidak normal. Hasil : Rerata ekspresi MMP-9 pada TM dengan skor Allred pada kelompok perlakuan (0,00 ± 0,00) lebih rendah secara signifikan (p=

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DLBS 1425 TOPIKAL TERHADAP EKSPRESI COX – 1 PADA CORPUS SILIARIS TIKUS WISTAR
By Heri Wijayanto ; Trilaksono Nugroho ; Dina Novita
-- Semarang : FK Undip, 2019

Pendahuluan : Siklooksigenase (COX) merupakan enzim katalisator dalam perubahan asam arachidonat menjadi prostaglandin. Ada 2 iso-enzime COX yaitu siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-2 (COX-2). COX-1 diekspresikan dan ditemukan pada kebanyakan jaringan normal dan lebih dominan menghasilkan prostaglandin untuk fungsi homeostatik. DLBS 1425 merupakan fraksi bioaktif terstandardisasi dari daging buah Mahkota Dewa ( Phaleria macrocarpa ) yang memiliki efek anti inflamasi. DLBS 1425 memiliki efek terhadap penurunan ekspresi COX-2. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian ekstrak DLBS 1425 konsentrasi 1 x 101 mg/ml terhadap ekspresi COX-1 pada corpus siliaris tikus wistar. Metode : Dua puluh dua ekor tikus Wistar dibagi menjadi dua kelompok, kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan DLBS 1425 topikal konsentrasi 1x101 mg/ml dengan dosis 6x/hari, selama 4 minggu. Kelompok kontrol diberikan tetes Cendo Hyalub 6x/hari, selama 4 minggu. Ekspresi COX-1 pada corpus siliaris diperiksa dengan pengecatan imunohistokimia. Data dikumpulkan dan diolah menggunakan program SPSS 15.0 for windows. Hasil : Rerata ekspresi COX-1 pada corpus siliaris dengan skor Allred pada kelompok perlakuan (± 5,09) lebih rendah secara signifikan (p˂0,001 ) dibandingkan kelompok kontrol (± 0,00). Kesimpulan : Ekspresi COX-1 corpus siliaris tikus wistar setelah pemberian ekstrak DLBS 1425 topikal konsentrasi 1 x 10 1 mg/ml lebih rendah dibanding kontrol. DLBS 1425 topikal konsentrasi 1 x 101 mg/ml menekan ekspresi COX-1 pada corpus siliaris tikus wistar. Kata Kunci : Siklooksigenase-1, corpus siliaris, DLBS 1425, Phaleria macrocarpa .

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
EFEK DLBS 1425 TOPIKAL TERHADAP EKSPRESI TISSUE PLASMINOGEN ACTIVATOR (tPA) PADA TRABEKULAR MESHWORK TIKUS WISTAR
By Utami Widijanto ; Trilaksono Nugroho ; Maharani Cahyono
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar Belakang : Tissue plasminogen activator (tPA) merupakan serin protease yang dikode oleh gen PLAT berfungsi menjaga resistensi outflow dengan mengaktifkan matriks metalloproteinase (MMP). Matriks metalloproteinase merupakan proteinase yang berperan dalam degradasi matriks ekstraseluler. Penggunaan obat antiinflamasi terbukti menurunkan ekspresi tPA pada trabekular meshwork sehingga menyebabkan peningkatan resistensi outflow. DLBS 1425 konsentrasi 1x101 mg/ml merupakan ekstrak Phaleria macrocarpa yang terbukti memiliki efek antiinflamasi. Tujuan : Studi ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi tPA pada TM tikus Wistar yang diberikan DLBS 1425 topikal dibandingkan dengan kontrol. Metode : Uji eksperimental laboratorium dengan rancangan post -test only randomized controlled group design pada 22 ekor tikus Wistar dibagi menjadi dua kelompok, kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan DLBS 1425 topikal dengan dosis 6x/hari, selama 4 minggu. Kelompok kontrol diberikan tetes Hyalub Minidose® 6x/hari, selama 4 minggu. Ekspresi tPA pada TM diperiksa dengan pengecatan imunohistokimia. Data dikumpulkan dan diolah menggunakan program SPSS 15.0 for windows. Hasil : Rerata ekspresi tPA pada TM dengan Allred Score pada kelompok perlakuan (0,18 ± 0,60) lebih rendah secara signifikan (p < 0.001 ) dibandingkan kelompok kontrol (6,27 ± 0,91). Kesimpulan : DLBS 1425 topikal memiliki efek penekanan terhadap ekspresi tPA pada trabekular meshwork tikus Wistar dibandingkan kontrol. Kata Kunci : tissue plasminogen activator, trabekular meshwork, DLBS 1425, Phaleria macrocarpa.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOLIK DAUN MORINGA OLEIFERA TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS, DENSITAS KOLAGEN DAN UKURAN LUKA PADA LUKA BAKAR TIKUS WISTAR
By Duta Indriawan ; Trilaksono Nugroho ; Neni Susilaningsih
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Luka bakar merupakan salah satu jenis trauma yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Silver sulfadianzine (SSD) merupakan terapi topikal yang sering digunakan untuk pengobatan luka bakar. Moringa oliefera (MO) merupakan tanaman herbal yang memiliki potensi terapeutik terhadap penyembuhan luka bakr. Tujuan : Membuktikan ekstrak etanolik daun Moringa oleifera efektif dalam meningkatkan jumlah fibroblas, densitas kolagen dan ukuran luka bakar tikus wistar. Metode : Desain penelitian ini adalah “Randomized post test only with control group design”. Hewan coba yaitu 24 ekor tikus wistar jantan usia 2 bulan. Setelah diinduksi luka bakar partial thickness, tikus dibagi menjadi 4 kelompok secara random dengan jumlah 6 ekor per kelompok. Setiap hari tikus diberikan topikal MO 10% (I), kombinasi topikal MO 10% dan SSD (II), topikal SSD (III), dan vehiculum murni (IV). Pada hari ke-10, dilakukan penilaian terhadap status makriskopis ukuran luka bakar pada tikus serta pemeriksaan mikroskopis jaringan luka bakar. Jumlah fibroblas dinilai dengan pengecatan Hematoxylin-Eosin. Densitas kolagen dengan pengecatan Masson’s Trichrome. Data analisis dan diolah menggunakan uji statistik dengan program SPSS 25.0. Hasil : Jumlah fibroblas pada semua kelompok tidak berbeda (p=0,141). Densitas kolagen pada kelompok I dibandingkan kelompok IV (p=0,016) dan kelompok II dibandingkan dengan kelompok III dan IV (0,047, 0,009). Perbedaan bermakna juga didapatkan pada ukuran luka antara kelompok II dengan kelompok IV (p=0,029). Kesimpulan : Ekstrak etanolik daun Moringa oleifera terbukti efektif dalam meningkatkan densitas kolagen dan memperkecil ukuran luka pada luka bakar tikus wistar. Kata kunci : Moringa oleifera, silver sulfadiazine, fibroblas, densitas kolagen, ukuran luka bakar.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
THE EFFECT OF CAFFEINE CONSUMPTION ON AUTOLOGOUS FULL-THICKNESS SKIN GRAFT HEALING IN SPARAGUE DAWLEY RATS
By Tommy Supit ; Neni Susilaningsih ; Awal Prasetyo
-- Semarang : FK Undip, 2019

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
EFEK CAFFEINE DOSIS BERTINGKAT TERHADAP JUMLAH SEL INFLAMASI PADA PENYEMBUHAN LUKA FULL THICKNESS SKIN GRAFT AUTOLOGOUS TIKUS SPARAGUE DAWLEY
By Neni Susilaningsih ; Wahyu Haris Prabowo ; Awal Prasetyo
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Skin graft saat ini menjadi salah satu terapi pilihan pada proses penyembuhan luka yang berkembang pesat. Sistem imunitas memiliki peran penting dalam penyembuhan luka skin graft. Kopi memiliki kandungan caffeine (1,3,7-trimethylxanthine) sebagai antioksidan memiliki peran yang penting dalam penyembuhan luka melalui sistem imun. Tujuan : Membuktikan efek caffeine dalam berbagai dosis dalam meningkatkan jumlah sel inflamasi pada luka skin graft. Metode : Penelitian ini adalah studi eksperimental dengan “Blinded randomized post test only controlled group design”. Seluruh sampel (Tikus Sparague Dawley) dilakukan skin graft autologus pada waktu yang bersamaan. Sampel dibagi secara acak menjadi 4 grup ( K=tanpa intake caffeine), (PI= Caffeine 3mg), (P2= Caffeine 6 mg), (P3= Caffeine 9 mg). Perhitungan jumlah sel makrofag jaringan, sel neutrofil dan monosit darah tepi dilakukan pada heri ke 7 pasca skin graft. Data dianalisis dengan metode ANOVA, kruskall-walls dan mann-whitney test. Hasil : Pada perbandingan jumlah makrofag jaringan didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok K dengan P2 (p=0,011), K dengan P3 (p= 0,008); P1 dengan P2 (p=0,009); P1 dengan P3 (p=0,006); dan P2 dengan P3 (p=0,008). Perbedaan yang tidak bermakna, didapatkan antara kelompok K dengan P1 (p=0,343). Pada hasil uji neutrofil darah tepi, uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,961, sehingga tidak didapatkan perbedaan bermakna. Pada hasil uji monosit, hasil uji One way ANOVA didapatkan nilai p=0,160, tidak ada perbedaan bermakna jumlah monosit darah tepi pada keempat kelompok. Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna jumlah sel makrofag jaringan pada penggunaan caffeine dosis bertingkat proses penyembuhan luka skin graft autologus tikus Sparague Dawley. Kata kunci : sel inflamasi, skin graft, caffeine

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBEDAAN EFEK SUPLEMENTASI OMEGA-3 DAN RESTRIKSI KALORI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR BERDASARKAN METODE SKOR GREENHALGH PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY
By Boni Aditia Ginting ; Awal Prasetyo ; Najatullah
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Studi tentang efek omega-3 dan restriksi kalori masih mendapatkan hasil yang kontroversial, berpengaruh dan tidak terhadap penyembuhan luka. Metode valid yang dapat dipakai untuk menilai proses penyembuhan luka adalah skor Greenhalgh. Tujuan : Membuktikan perbedaan efek omega-3 dengan restriksi kalori dalam proses penyembuhan luka bakar grade II yang diukur dengan skor Greenhalgh. Metode : Blinded Randomized post test only controlled group design. Jumlah sampel sebanyak 27 tikus Sparague Dawley yang terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok kontrol (K) diberi pakan ad libitium. Kelompok perlakuan I (P1) ditambah omega-3 dosis 288 mg/kgBB, dan kelompok perlakuan II (P2) dilakukan restriksi 40% asupan kalori. Pada hari ke-8 semua kelompok dibuat luka bakar grade II. Hari ke-15 dilakukan penilaian luka secara mikroskopis dengan Greenhalgh scoring system. Hasil : Kelompok K yang paling banyak adalah Greenhalgh dengan skor 1 berjumlah 7 sampel, skor 0 dan 2 masing-masing 1 sampel. Kelompok P1 paling banyak skor 2 berjumlah 6 samepl, sisanya skor 3 berjumlah 3 sampel. Kelompok P2 paling banyak adalah skor 2 berjumlah 6 sampel, skor 1 berjumlah 2 samepl dan skor 3 berjumlah sampel. Uji beda skor Greenhalgh K vs P1 (p=

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
EFEK PEMBERIAN L-ARGININ TERHADAP BOBOT TUBUH, UKURAN LUKA, DAN SKOR GREENHALGH LESI LUKA BAKAR KULIT TIKUS SPARAGUE DAWLEY
By Aji Nawa Irawan ; Awal Prasetyo ; Najatullah
-- Semarang : FK Undip, 2019

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
EFEK KAFEIN DOSIS BERTINGKAT TERHADAP EPITELISASI DAN DENSITAS MIKROVASKULER PADA PENYEMBUHAN LUKA FULL THICKNESS SKIN GRAFT AUTOLOGUS TIKUS SPARAGUE DAWLEY
By Aditya Purnama ; Neni Susilaningsih ; Awal Prasetyo
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Skin graft saat ini menjadi salah satu terapi pilihan pada proses penyembuhan luka yang berkembang pesat. Proses epitelisasi dan pembentukan pembuluh darah baru memiliki peran penting dalam penyembuhan luka skin graft. Kandungan kafein (1,3,7 trimethylxanthine) sebagai antioksidan memiliki peran yang penting dalam penyembuhan luka. Tujuan : Membuktikan efek kafein dalam berbagai dosis dalam meningkatkan densitas mikrovaskuler dan epitelisasi pada luka skin graft. Metode : Penelitian ini adalah studi eksperimental dengan “Blinded randomized post test only controlled group design” terhadap 24 ekor tikus Sparague Dawley dilakukan skin graft autologous pada waktu yang bersamaan. Sampel dibagi secara acak menjadi 4 grup (K=tanpa pemberian kafein), (P1 = kafein 3 mg), )P2=kafein 6 mg), (P3=kafein 9 mg). Penilaian prosentase epitelisasi dan jumlah densitas mikrovaskuler jaringan dilakukan dengan pengecatan hematoxylin & eosin setelah hari ke 7 pasca skin graft. Hasil : Analisis statistik perbandingan prosentase epitelisasi jaringan didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok K vs P1 (p=0,003), K vs P2 (p=0,001), K vs P3 (p=0,001), P1 vs P2 (p=0,001), P1 vs P3 (p=0,001). Perbedaan yang tidak bermakna didapatkan antara kelompok P2 vs P3 (p=0,669) dan pada jumlah densitas mikrovaskuler, didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok K vs P2 (p=0,010), K vs P3 (p=0,008), P1 vs P2 (p=0,009), P1 vs P3 (p=0,007), P2 vs P3 (p=0,008). Perbedaan yang tidak bermakna didapatkan antara kelompok K vs P1 (p=0,343). Kesimpulan : Kafein dapat meningkatkan prosentase epitelisasi dan jumlah densitas mikrovaskuler jaringan pada proses penyembuhan luka skin graft autologus tikus Sparague Dawley. Kata kunci : kafein, skin graft autologus, epitelisasi, densitas mikrovaskuler.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 201 202 203 204 205 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?