INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Reitz, John R."
Hal. Awal Sebelumnya 201 202 203 204 205 Berikutnya Hal. Akhir
cover
KORELASI TINGKAT KEPARAHAN STROKE DENGAN VOLUME PERDARAHAN DAN DIAMETER OPTIC NERVE SHEATH SECARA CT SCAN (Studi pada pasien Stroke Hemoragik)
By Veronica Selvia Marisi ; Eddy Sudijanto ; Sukma Imawati
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Perdarahan intra serebri menyebabkan defisit neurologis dan kematian pada pasien stroke hemoragik. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara tingkat keparahan stroke yang diukur menggunakan National Institutes of Stroke Scale (NIHSS) dengan volume perdarahan dan diameter optic nerve sheath (ONSD) yang terkait adanya tanda peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Material dan metode : Penelitian bersifat analitik observasional, dilakukan prospektif dengan rancangan cross-sectional. Tingkat keparahan stroke diukur menggunakan NIHSS dan dikorelasikan dengan volume perdarahan dan ONSD yang diukur menggunakan computed tomographic (CT) Scan kepala. Hasil : Dilakukan CT scan pada 27 pasien stroke hemoragik dengan rentang usia 41-78 tahun (rata-rata 60,2 ± 10,1 tahun). Uji statistik Rank Spearman’s menunjukkan korelasi dengan keeratan kuat dan asosiasi linier postitif antara NIHSS dengan volume perdarahan (p=0,0001, rho= 0,809) serta korelasi dengan keeratan sedang dan asosiasi linier positif antara NIHSS dengan ONSD (p=0,000 rho=0,627). Kesimpulan : CT scan yang dilakukan saat pertama datang ke rumah sakit dapat mendeteksi tingkat keparahan stroke melalui pengukuran volume perdarahan dan ONSD. Kata kunci : National Institutes of Stroke Scale, volume perdarahan, diameter optic nerve sheath.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Korelasi Derajat MRI Stenosis Kanalis Servikal Berdasarkan Kang Dengan Skor Klinis Mielopati Servikal Spondilotik
By Maria Angelina Yashinta ; Hermina Sukmaningtyas ; Farah Hendara Ningrum
-- Semarang : FK Undip, 2019

Pendahuluan : Spondilosis servikal dengan degenerasi diskus dan korpus vertebra merupakan masalah kesehatan penting yang banyak ditemukan pada populasi umum. Spondilosis servikal menyebabkan stenosis kanalis servikal dan perubahan korda spinalis dengan gejala mielopati servikal. Yusuhn Kang, et al (2010) dalam penelitiannya tentang derajat stenosis kanalis servikal menggunakan MRI, membuat suatu sistem penilaian MRI untuk stenosis kanalis servikal berdasarkan citra T2-weighted. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara derajat stenosis kanalis servikal pada MRI berdasarkan Kang dengan skor klinis mielopati servikal spondilotik. Metode : Penelitian ini dilakukan secara prospektif dengan metode belah lintang terhadap 26 pasien spondilosis servikal yang menjalani pemeriksaan MRI Servikal di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Skor klinis mielopati servikal spondilotik dinilai dengan skor modified Japanese Orthopaedic Score (mJOA) dan Myelopati Disability Index (MDI). Derajat stenosis kanalis servikal pada citra sagittal MRI T2-weighted dinilai berdasarkan metode Kang. Penelitian telah mendapatkan ijin dari komite etik rumah sakit. Hasil Penelitian: Tidak terdapat korelasi antara derajat stenosis kanalis servikal pada citra sagital MRI T2-weighted berdasarkan Kang dengan skor klinis mielopati servikal spondilotik berdasarkan skor mJOA maupun dengan skor MDI. Kesimpulan : Tidak terdapat korelasi antara derajat stenosis kanalis servikal pada citra sagital MRI T2-weighted berdasarkan Kang dengan skor klinis mielopati servikal spondilotik. Kata kunci : stenosis kanalis servikal, Kang, mielopati servikal spondilotik, mJOA, MDI.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN MEDIA KONTRAS IOHEXOL 350 MG I/ML (OMNIPAQUE) DAN IOHEXOL 350 MG I/ML (XOLMETRAS) TERHADAP PERUBAHAN GFR PADA PEMERIKSAAN MSCT ABDOMEN
By Zaher Piavani ; A. Gunawan Santoso ; Titik Yuliastuti
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang: Penggunaan media kontras dalam prosedur kedokteran untuk kepentingan diagnostik maupun intervensi dapat menyebabkan contrast induced nefropathy (CIN). Perubahan fungsi ginjal setelah pemberian kontras dapat di monitor dengan mengukur Glomerular Filtration Rate (GFR). GFR digunakan untuk menghitung bersihan kreatinin yang kemudian dimasukkan dalam suatu formula Tujuan: untuk menilai perubahan GFR pada penggunaan media kontras Iohexol 350mg (Omnipaque) dan Iohexol 350mg (Xolmetras) pada pemeriksaan MSCT Scan abdomen di Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang. Bahan dan Metode: Desain penelitian analitik observasional dengan rancangan time series design. Dilakukan di bagian Radiologi RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan 26 sampel. Dua puluh enam pasien yang akan melakukan pemeriksaan MSCT Abdomen dilakukan pemeriksaan creatinin sebelum pemeriksaan, 24 jam dan 72 jam setelah pemeriksaan. Nilai kreatinin yang didapat dimasukkan ke formula Cockcroft-Gault untuk mendapatkan nilai GFR. Hasil: Uji statistik Mann Whitney pre kontras sebesar p = 0.457, paska 24 jam sebesar p = 0.572, paska 72 jam sebesar p = 0.397. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rerata GFR pre kontras, paska 24 jam dan paska 72 jam yang signifikan antara kelompok yang mendapatkan Omnipaque dan Xolmetrol ( p> 0.05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh pemberian Omnipaque maupun Xolmetras terhadap perubahan GFR pre kontras, paska 24 jam dan paska 72 jam Kata kunci: Contrast Induced Nefropathy (CIN), Glomerular Filtration Rate (GFR), Xolmetras, Omnipaque

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
GAMBARAN ULTRASONOGRAFI HEPAR DENGAN GANGGUAN FUNGSI HEPAR PADA PASIEN LEPTOSPIROSIS
By Puspita Sari ; Bambang Satoto ; Muchlis Achsan Udji Sofro
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar Belakang : Pasien leptospirosis dengan gangguan fungsi hati dan ultrasonografi abnormal, dalam bentuk hepatomegali dan hiperogenik, tidak ditemukan obstruksi intra dan ekstrahepatik. Pada leptospirosis, bilirubin serum dapat meningkat secara signifikan dibandingkan dengan enzim hati lainnya. Tantitanawat & Tanjatham menemukan bahwa bilirubin total lebih dari 2,5 mg /dL secara independen terkait dengan tingkat keparahan. Dalam penelitian ini, bilirubin langsung dan tidak langsung adalah 13 dan 5 mg / dL, masing-masing, dan 85% disajikan dengan bilirubin langsung lebih tinggi dari 3,5 mg / hari. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Dilakukan di Bagian Radiologi Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang, dengan 14 sampel. Hasil USG dinilai jika lebih dari 15 cm ukuran pembesaran hati ditemukan dan hyperechoic. Hasil laboratorium menunjukkan tingkat SGOT / SGPT yang tinggi. Hasil : Selama periode Januari 2016 hingga Mei 2018, pasien leptospirosis berjumlah 38 orang yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 14 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok usia tertinggi adalah> 70 tahun (3, 21%). Kelompok usia 50 tahun diperoleh dengan hati yang normal 3 (21%), hepatomegali 2 (14%) dan ekogenisitas meningkat sebesar 3 (21%) Kesimpulan: Pada pasien dengan leptospirosis hepatomegali dan hiperekoik baik dengan tingkat SGOT dan SGPT yang tinggi dan yang biasanya USG. Gangguan peningkatan kadar SGOT / SGPT pada pasien leptospirosis di RSUP dr. Kariadi Semarang juga dapat memiliki efek pada hasil ultrasonografi hepar, karena ada lebih banyak kelainan hati daripada hati normal. Kata kunci: ultrasonografi, hepatomegali, hiperekoik, hati

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
KORELASI KADAR INTERLEUKIN-1Betta SERUM DENGAN DERAJAT DEFEK KARTILAGO SENDI LUTUT SECARA MRI PASIEN OSTEOARTRITIS
By Yetty Sarah ; Hermina Sukmaningtyas ; Bantar Suntoko
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar Belakang : Osteoartritis (OA) merupakan penyakit degeneratif dan inflamasi sendi. Interleukin-1 (IL-1) berperan dalam patogenesis inflamasi jaringan sinovial sendi. Proses inflamasi pada OA dapat terjadi secara lokal sendi maupun secara sistemik di dalam darah. Kartilago merupakan target utama OA dimana degradasi kartilago superfisial adalah tanda pertamanya. Deteksi awal degradasi kartilago sangat penting dan magnetic resonance imaging (MRI) merupakan metode non invasif paling akurat. Penelitian ini menganalisa korelasi antara IL-1 serum dengan derajat defek kartilago sendi lutut pada pasien OA. Bahan dan Cara : Penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang. Sampel penelitian adalah 26 pasien OA rawat jalan di Poliklinik Reumatologi RSUP dr. Kariadi Semarang pada bulan Maret – Juli 2018. Hasil : Rerata umur pasien 59,03 tahun, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (80,8%), dengan nilai IMT terbanyak pada tingkat overweight dan obesitas (61,5%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar IL-1 dengan derajat defek kartilago secara MRI (p=0,061). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar IL-1 dengan derajat OA secara radiografi (p=0,264). Simpulan : Defek kartilago sendi secara MRI tidak berhubungan bermakna dengan kadar IL-1 serum pada penderita OA lutut. Kata Kunci : IL-1B, osteoartritis lutut, defek kartilago, MRI

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
PERBANDINGAN ANTARA ULTRASONOGRAFI NODUL TIROID DAN SIDIK TIROID DENGAN HISTOPATOLOGI
By MAriaGoretti Agni Darumurti ; F. Mardiana Wahyuni ; Gani Gunawan
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Pembesaran tiroid merupakan suatu permasalahan klinik yang sering ditemukan, angka keganasan tiroid terjadi 3 kali lipat lebih banyak pada wanita dibandingkan pada pria, dan kejadian tertinggi pada umur 49 tahun. USG dianggap sebagai modalitas terpilih karena tidak invasif, murah dan tersedia di hampir semua pelayanan kesehatan. Kombinasi pemeriksaan USG tiroid, sidik tiroid merupakan strategi penegakan diagnosis yang terbaik. Oleh sebab itu dilakukan penelitian menggunakan USG dan sidik tiroid dan histopatologi guna membandingkan keakuratan hasil pemeriksaan dengan modalitas tunggal maupun dengan modalitas kombinasi seperti USG, sidik dan histopatologi dalam menegakkan diagnosis nodul tiroid Metode :Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross sectional yang dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang. Subyek penelitian sebanyak 29 pasien dengan benjolan di leher, dilakukan USG tiroid, yang memenuhi kriteria eksklusi dikeluarkan dari penelitian, yang sisanya dilanjutkan dengan pemeriksaan sidik tiroid yang selanjutnya diprogramkan untuk biopsi nodul tiroid. Hasil dari ketiga pemeriksaan tersebut akan diuji hubungannya menggunakan program SPSS 17.0 for Windows dengan uji Kappa. Selain itu juga dilakukan uji diagnostik sensitivitas, spesifisitas dan akurasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 24 pasien berjenis kelamin perempuan dan 5 pasien laki-laki, dengan usia terbanyak pada kategori umur 41-50 tahun. Pada pemeriksaan USG tiroid hanya terdapat 20 pasien yang sesuai hasil USG dan histologinya, sedangkan 9 pasien tidak terdapat kesamaan antara hasil USG dan histologinya, dengan besaran uji Kappa sebesar 0,177 (p>0,05). Pada pemeriksaan sidik tiroid terdapat 19 pasien yang sesuai antara hasil sidik tiroid dengan histopatologi, sedangkan 10 pasien tidak terdaat kesamaan sidik tiroid dan histopatologi dengan besaran uji Kappa sebesar 0,058 (p>0,05). Pada hasil uji diagnostic didapatkan USG lebih sensitive dibandingkan dengan sidik tiroid dalam mendeteksi nodul tiroid ganas, sedangkan pada pemeriksaan gabungan antara USG dan sidik tiroid terdapat peningkatan sensitifitas dan akurasi. Kesimpulan : USG lebih sensitif dan akurat dalam mendeteksi nodul tiroid ganas dibandingkan dengan sidik tiroid. Metode penggabungan antara USG dan sidik tiroid dapat meningkatkan sensitifitas dan akurasi dalam mendeteksi nodul tiroid ganas Kata kunci : Nodul tiroid, USG tiroid, sidik tiroid, histopatologi

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
KORELASI ROTTERDAM DAN HELSINKI CT SCORE DENGAN GLASGOW COMA SCALE PADA PASIEN TRAUMATIC BRAIN INJURY
By Eddy Sudijanto ; Sukma Imawati ; PAulus Stefanus Dimu
-- Semarang : FK Undip, 2019

Latar belakang : Traumatic Brain Injury (TBI) merupakan masalah kesehatan dan sosial ekonomi seluruh dunia. Penderita yang berhasil selamat dari TBI, sebanyak 40% menunjukan gejala sisa jangka panjang dan disabilitas. Penilaian kesadaran setelah terjadi trauma merupakan penentu utama berat ringannya TBI, dinilai dengan Glasgow Coma Scale (GCS). Pencitraan terpilih berdasarkan American College Radiology (ACR) Appropriateness Criteria pasien cedera kepala akut adalah CT scan. Sistem penilaian yang digunakan untuk menentukan derajat keparahan TBI secara CT scan berdasarkan Rotterdam dan Helsinki score. Bahan dan Metode: Desain penelitian analitik observasional retrospektif dengan rancangan belah lintang. Empat puluh tiga pasien TBI dilakukan CT Scan kepala tanpa kontras dengan dinilai GCS serta Rotterdam dan Helsinki CT score. Uji korelasi menggunakan Rank Spearman’s pada ketiga parameter diatas. Hasil: Uji statistik terdapat korelasi negatif kuat antara Rotterdam CT score (p value = 0,000; rho = -0,755) dan Helsinki CT score (p value = 0,000; rho = -0,675) dengan Glasgow Coma Scale. Kesimpulan: Semakin tinggi Rotterdam dan Helsinki CT score maka nilai Glasgow Coma Scale semakin rendah pada pasien Traumatic Brain Injury. Kata kunci: CT, Rotterdam, Helsinki, GCS, Traumatic Brain Injury

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan Fungsi Kognitif Dengan Gangguan Keseimbangan Postural Pada Lansia : Studi Dilaksanakan Pada Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucanggading Dan Kelurahan Sampangan Kota Semarang
By Arrilia Putri Pramadita ; Arinta Puspita Wati ; Hexanto Muhartomo
-- Semarang : PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FK UNDIP, 2018

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Hubungan Tingkat Obesitas Terhadap Derajat Konka Hipertrofi
By Brilliani Bintang Permatasari ; Anna Mailasari
-- Semarang : PS KEDOKTERAN FK UNDIP, 2018

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbandingan Indeks Massa Tubuh Dengan Derajat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbalis
By Syahrinaldi Timur Erlangga ; Sukma Imawati ; Hexanto Muhartomo
-- Semarang : PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN FK UNDIP, 2018

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 201 202 203 204 205 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?