Modul Neuropediatrik diharapkan dapat memiliki kompetensi bermacam-macam cedera tulang. Pembahasan pada modul ini diawali dengan pendahuluan, dilanjutkan dengan bahasan karakteristik peserta didik serta rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran. Pembahasan pada modul ini terdiri dari 7 Bab. Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Karakteristik peserta didik Bab 3 Rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran Bab 4 Membahas lingkup bahasan dan metode pembelajaran, Bab 5 Sumber daya Bab 6 Evaluasi hasil pembelajaran Bab 7 Evaluasi modul Kata kunci: neuropediatrik, bedah saraf
Melalui modul neuroonkologi diharapkan dapat menyempurnakan pengetahuan mengenai berbagai macam cedera tulang belakang, diharapkan bagi mahasiswa PPDS-1 mampu menjadi dokter bedah saraf yang dapat mendiagnosis dan melakukan penanganan secara cepat, tepat dan komperhensif. Pembahasan pada modul ini terdiri dari 7 Bab. 1. Pendahuluan 2. Karakteristik peserta didik 3. Rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran. 4. Lingkup bahasan dan metode pembelajaran 5. Sumber daya 6. Evaluasi hasil pembelajaran 7. Evaluasi modul Kata kunci: neuroonkologi, bedah saraf
Melalui buku ajar ini diharapkan peserta didik PPDS-1 Bedah saraf dapat menyempurnakan pengetahuan mengenai bermacam-macam cedera tulang belakang sehingga dapat mendiagnosis dan memberikan penanganan secara cepat, tepat dan komperhensif. Pembahasan pada modul ini terdiri dari 7 Bab. 1. Pendahuluan 2. Karakteristik peserta didik 3. Rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran. 4. Lingkup bahasan dan metode pembelajaran 5. Sumber daya 6. Evaluasi hasil pembelajaran 7. Evaluasi modul Kata kunci: spine, bedah saraf
Buku ajar ini diharapkan peserta didik PPDS-1 Bedah saraf dapat menyempurnakan pengetahuan mengenai bermacam-macam cedera tulang belakang sehingga dapat mendiagnosis dan memberikan penanganan secara cepat, tepat dan komperhensif. Pembahasan pada modul ini terdiri dari 7 Bab. 1. Pendahuluan 2. Karakteristik peserta didik 3. Rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran. 4. Lingkup bahasan dan metode pembelajaran 5. Sumber daya 6. Evaluasi hasil pembelajaran 7. Evaluasi modul Kata kunci: neuroradiologi, bedah saraf
Melalui modul neurologi diharapkan dapat menyempurnakan pengetahuan mengenai berbagai macam cedera tulang belakang, diharapkan bagi mahasiswa PPDS-1 mampu menjadi dokter bedah saraf yang dapat mendiagnosis dan melakukan penanganan secara cepat, tepat dan komperhensif. Pembahasan pada modul ini terdiri dari 7 Bab. 1. Pendahuluan 2. Karakteristik peserta didik 3. Rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran. 4. Lingkup bahasan dan metode pembelajaran 5. Sumber daya 6. Evaluasi hasil pembelajaran 7. Evaluasi modul Kata kunci: neurologi, bedah saraf
Melalui modul neurofisiologi diharapkan dapat menyempurnakan pengetahuan mengenai berbagai macam cedera tulang belakang, diharapkan bagi mahasiswa PPDS-1 mampu menjadi dokter bedah saraf yang dapat mendiagnosis dan melakukan penanganan secara cepat, tepat dan komperhensif. Pembahasan pada modul ini terdiri dari 7 Bab. 1. Pendahuluan 2. Karakteristik peserta didik 3. Rumusan kompetensi tujuan, dan sasaran pembelajaran. 4. Lingkup bahasan dan metode pembelajaran 5. Sumber daya 6. Evaluasi hasil pembelajaran 7. Evaluasi modul Kata kunci: neurofisiologi, bedah saraf
Buku modul supportive group therapy lansia dengan hipertensi yang mengalami stres Buku ini terdiri dari 3 bab , membahas: 1. Pendahuluan; a. Latar Belakang b. Tujuan 2. Pedoman Pelaksanaan supportive group therapy a. Definisi b. Tujuan supportive group therapy C. Manfaat supportive group therapy D. Prinsip supportive group therapy E. Aturan supportive group therapy F. Indikasi Pemberian supportive group therapy G. Karakteristik supportive group therapy H. Pengorganisasian supportive group therapy I. Waktu pelaksanaan supportive group therapy J. Tempat pelaksanaan K. Pelaksanaan supportive group therapy 3. Standar Operasional Prosedur a. Pelaksanaan b. Evaluasi dan Dokumentasi Kata kunci: supportive group therapy, lansia, hipertensi, stress