INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Nofiar Rachman"
Hal. Awal Sebelumnya 16 17 18 19 20 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Efek penambahan Kinesio Taping pada latihan Gliding Nervus medianus terhadap fungsional tangan penderita Carpal Tunnel Sydrome
By Rosa Amanda Salim ; Tanti Ajoe Kesoema ; Suhartono
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang: CTS merupakan salah satu neuropati akibat jebakan yang paling sering terjadi. Lahitan gliding nervus medianus belum memperbaiki perbaikan klinis optimal pada CTS sehingga membutuhkan kombinasi terapi. Kinesio taping dapat mengurangi intensitas nyeri, meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan fungsional tubuh. Tujuan : Mengatahui efek penambahan kinesio taping pada latihan gliding nervus medianus terhadap fungsional tangan penderita carpal tunnel syndrome. Metoda: Penelitian ini merupakan penelitian eskperimental randomized pre and post test group design. Sampel adalah 24 pasien poliklinik Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Kariadi Semarang dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok intervensi (n=12, dropout 1) mendapatkan penambahan kinesio taping 7 kali pada latihan gliding nervus medianus 3 kali sehari setiap hari selama 4 minggu. Kelompok control (n=12, droput 1) melakukan latihan gliding nervus medianus saja. Kekuatan genggaman, ketangkasan tangan dan fungsional tangan dinilai dengan dynamometer Jamar, uji nine hole peg dan BCTQ. Hasil: Kekuatan genggaman dan ketangkasan tangan penderita CTS pada kelompok control meningkat namun tidak berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok control. Terdapat peningkatan bermakna skor BCTQ pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok control. Kesimpulan : Tidak terdapat pengaruh penambahan kinesio taping terhadap peningkatan kekuatan genggaman dan ketangkasan tangan penderita CTS yang mendapatkan latihan gliding nervus medianus. Terdapat pengaruh penambahan kinesio taping terhadap peningkatan skor fungsional tangan penderita CTS yang mendapatkan latihan gliding nervus medianus. Kata kunci: kinesio taping, carpal tunnel syndrome

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Biomekanika dasar gerakan manusia: dengan ilustrasi ergonomik, ortopedik & latihan
By Joseph Hamill ; Kathleen M. Knutzen ; Timothy R Derrick ; Weeke Budhyanti ; Nanda Citra Anggraeni ; Sudaryanto
-- Jakarta : EGC, 2018

Buku ini merupakan acuan tentang gerakan manusia. Tujuan buku ini sebagai buku pengantar dalam biomekanika yang mengintegrasikan antara anatomi dasar, fisika, kalkulus, dan fisiologi untuk pembelajaran gerak manusia. Adapun materi yang dibahas terbagi atas 3 bagian: Bagian I. Dasar Gerak Manusia 1. Terminologi Dasar 2. Pengaruh Skeletal Terhadap Gerakan 3. Pengaruh Otot Terhadap Gerakan 4. Pengaruh Saraf Terhadap Gerakan Bagian II. Anatomi Fungsional 5. Anatomi Fungsional Ekstremitas Atas 6. Anatomi Fungsional Ekstremitas Bawah 7. Anatomi Fungsional Trunkus Bagian III. Analisis Mekanis Gerakan Manusia 8. Kinematika Linier 9. Kinematika Angular 10. Kinetika Linier 11. Kinetika Angular Buku ini juga menjelaskan informasi kuantitatif. Analisis kuantitatif merupakan evluasi gerak numerik berdasarkan pada data yang terkumpul selama performa gerak.

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan sikap petugas kesehatan mengenai indikasi kateterisasi dan pencegahan terjadinya cauti (Catheter-Associated Urinary Tract Infection) di RSND
By Sri Wulandari ; Winarto ; Rebriarina Hapsari
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar Belakang: Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI) merupakan salah satu kejadian infeksi yang sering terjadi di rumah sakit. Timbul setelah pemasangan kateter yang dipengaruhi oleh lamanya penggunaan kateter, perawatan kateter yang kurang baik, serta indikasi pemasangan yang tidak tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan petugas kesehatan mengenai indikasi kateterisasi dan pencegahan terjadinya infeksi saluran kemih terkait pemasangan kateter. Tujuan: Membuktikan bahwa dengan edukasi tentang CAUTI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap petugas kesehatan mengenai indikasi kateterisasi urine dan pencegahan terjadinya CAUTI di RSND. Metode: Desain eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design periode Februari – Maret 2020. Responden diberikan kuesioner berupa data demografi dan pengetahuan petugas mengenai CAUTI dan pencegahannya. Analisis deskriptif dengan uji chi square, uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Nilai p dianggap bermakna jika

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbedaan jumlah diatom dalam paru dan lambung tikus wistar saat kondisi tenggelam periode antemortem dan postmortem
By Hendrik Septiana ; Intarniati Nur Rohmah ; Tuntas Dhanardhono
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang: Diagnosis karena tenggelam sulit ditentukan, ketika mayat yang sangat membusuk, temuan makroskopis dan hasil pemeriksaan yang terbatas. Penggabungan tes diatom akan semakin meningkatkan kepastian kesimpulan sebab kematian. Penelitian pada hewan percobaan yaitu 35 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi tujuh kelompok dan ditenggelamkan pada media yang berbeda periode antemortem dan postmortem. Untuk media tenggelam air tawar dilakukan di Aliran Banjir Kanal Barat, Muara Pantai Marina untuk media tenggelam air payau dan Pantai Marina untuk media tenggelam air laut, kemudian diidentifikasi jumlah diatom pada paru dan lambung hewan percobaan tersebut serta diidentifikasi jenis diatom pada area sekitar penenggelaman. Uji diatom menggunakan digesti asam yaitu, HNO3, H2SO4, NaNO3 yang dilakukan di Laboratorium Universitas Negeri Semarang. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan jumlah diatom pada paru dan lambung saat tenggelam periode antemortem dan posmortem pada media air tawar, air payau dan air laut. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan desain yang dipakai adalah post test only control group design. Sampel penelitian adalah tikus wistar jantan dan betina pada kondisi antemortem dan postmortem yang ditenggelamkan pada tiga jenis media yaitu: air tawar, air payau dan air laut. Perlakuan dibagi menjadi tujuh kelompok, setiap kelompok terdiri dan lima ekor tikus. Kelompok kontrol tidak dilakukan perlakuan. Saat akhir perlakuan, paru dan lambung tikus diambil kemudian diperiksa di laboratorium untuk mengetahui jumlah dan jenis diatom pada organ tersebut. Data hasil perhitungan yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan program komputer SPSS, diuji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk, yang akhirnya dianalisis dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil: Didapatkan diatom pada organ paru dan lambung periode antemortem lebih dari lima per lapang pandang besar. Pada kontrol dan postmortem didapatkan diatom tetapi jumlahnya kurang dari empat perlapang pandang besar. Analisis jumlah diatom diolah menggunakan program SPSS for window. Uji normalitas Shapiro-Wilk pada kedua organ didapatkan distribusi data tidak normal, kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis pada kelompok paru didapatkan nilai P =

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penegakkan hukum pada kasus kekerasan seksual pada anak di Kota Semarang
By Liya Suwarni ; Tuntas Dhanardhono ; Bianti Hastuti Machros
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang : Kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan setiap tahun, korbannya mulai dari kalangan dewasa, remaja, anak-anak hingga balita. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 23 kasus, 2014 sebanyak 53 kasus, 2015 sebanyak 133 kasus, 2017 telah mencapai 1.337 kasus dan hingga bulan Juli 2018 terdapat 424 kasus. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses penegakkan hokum kasus kekerasan seksual di Kota Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik terhadap kasus kekerasan seksual pada anak, berdasarkan data rekam medis di Rumah Sakit, dokumen di Mapolrestabes, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Kota Semarang periode Januari 2015 hingga Desember 2018. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 213 kasus kekerasan seksual dari data rekam medis di Rumah Sakit di Kota Semarang. Kasus kekerasan seksual pada anak terbanyak terjadi pada tahun 2018 sebanyak 72 kasus. Korban terbanyak adalah kelompok usia 12-14 tahun, berjenis kelamin perempuan. Jenis kasus terbanyak adalah kasus senggama. Mayoritas pelaku merupakan orang yang dikenal oleh korban, pelaku tidak bekerja dan tempat kejadian terbanyak adalah di rumah terdakwa. Pada tahap penuntutan dan persidangan, jumlah kasus tersebut berkurang secara signifikan menjadi 8 kasus saja. Faktor-faktor yang terkait menyebabkan hal tersebut antara lain kurangnya alat bukti, sulitnya mendapatkan keterangan dari korban, keterangan pelaku yang berbelit-belit, tidak adanya saksi dan tingginya angka diversi. Kesimpulan : Kasus kekerasan seksual meningkat dari tahun ke tahun. Proses penegakkan hokum terhadap kasus ini masih memiliki banyak kendala pada tiaptahap yang masih sulit diatasai. Kata kunci : kekerasan seksual, anak, penegakkan hokum, Kota Semarang

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Ekspresi reseptor estrogen dan reseptor progesteron pada pasien dengan leiomioma uteri
By Finot ; Indra Wijaya ; Dik Puspasari
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang: Leiomioma uteri merupakan tumor jinak dengan prevalensi yang cukup tinggi dan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh hormon steroid. Sementara itu masih terdapat pertentangan pada penelitian mengenai ekspresi reseptor estrogen dan reseptor progesteron pada leiomioma uteri, serta belum dipahami tentang etiologi dan patogenesis leiomioma uteri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi reseptor estrogen dan reseptor progesteron pada leiomioma uteri. Metoda: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan rancangan case control design, dilakukan di Laboratorium Patologi anatomi Rumah sakit umum pusat Dr. Kariadi, Semarang. Populasi penelitian adalah blok histopatologi dengan diagnosa leiomioma uteri pada tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana, setelah memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Berdasarkan karakteristik usia pada kelompok leiomioma uteri, yang terbanyak adalah kelompok usia > 40 tahun. Dari segi karakteristik Indeks Massa Tubuh (IMT), pada kelompok Leiomioma uteri IMT yang paling banyak dijumpai adalah normoweight, tetapi terdapat kecendrungan kasus Leiomioma uteri meningkat pada IMT yang lebih tinggi, dengan jumlah kumulatif pada IMT overweight dan obese adalah sebanyak 6 kasus (40%). Karakteristik paritas pada kelompok Leiomioma uteri yang terbanyak adalah nullipara yaitu 7 kasus (46,7%). Seluruh kelompok leiomioma uteri mengeskpresikan reseptor estrogen dengan rerata skor 7,20 ± 0,78 dan reseptor progesteron dengan rerata skor 7,47 ± 0,74. Pada pengujian Mann-whitney terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi reseptor estrogen antara jaringan leiomioma uteri dan miometrium normal (p = 0,045). Dan terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi reseptor progesteron antara jaringan Leiomioma uteri dan miometrium normal (p = 0.022). Pada pengujian dengan uji korelasi spearman’s terhadap ekspresi RE dan RP dihubungkan dengan karakteristik usia, index massa tubuh dan paritas, didapatkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan : Tidak didapatkan perbedaan bermakna antara ekspresi ER dan PR terhadap karakteristik usia, index massa tubuh dan paritas pada pasien leiomioma uteri. Kata kunci: Leiomioma uteri, miometrium, reseptor estrogen, reseptor progesteron

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Ekspresi p53 dan e-cadhepin sebagai prediktor prognosis pada karsinoma sel skuamosa rongga mulut di RSUP Dr. Kariadi Semarang
By Clara Meliana Oshinta Pangaribuan ; Udadi Sadhana ; Meira Dewi KA
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang : Karsinoma sel skuamosa rongga mulut (KSSRM) adalah salah satu kanker yang sering terjadi di seluruh dunia. Penelitian-penelitian mengenaik KSSRM tidak sebanyak penelitian karsinoma sel skuamosa di organ lain, padahal keganasan ini menimbulkan angka kecacatan dan kematian terutama apabila sudah didapati adanya metastasis. Parameter histopatologik dengan menggunakan p53 dan E-cadherin diharapkan dapat membantu penilaian prediksi progresifitas dan prognosis pada KSSRM, akan tetapi data lebih lanjut masih diperlukan. Tujuan: Mengetahui ekspresi p53 dan E-cadherin pada pasien KSSRM dengan dan tanpa metastasis di RSUP dr. Kariadi Semarang. Metode : Merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan desain cross sectional. Sebanyak 33 blok histopatologi RSUP dr. Kariadi Semarang dengan diagnosis karsinoma sel skuamosa rongga mulut tahun 2015-2018 dilakukan pengecatan immunohistokimia antibody p53 dan E-cadherin. Analisa hasil dengan menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil : Pada analisa Mann Whitney terdapat perbedaan tidak bermakna untuk p53 (p=0,056) antara pasien KSSRM tanpa dan dengan metastasis. Pada E-cadherin terdapat perbedaan bermakna (p=0,001) antara kelompok KSSRM tanpa metastasis dengan kelompok metastasis. Kesimpulan : Ekspresi imunohistokimia E-cadherin dapat menjadi predictor prognostic pada KSSRM tetapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Kata kunci : karsinoma sel skuamosa rongga mulut, metastasis, p53, E-cadherin

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Ekspresi Her-2 dan Ki-67 pada gleason grade adenokarsinoma asinar prostat di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 1 Januari 2015 hingga 1 Januari 2018
By Putri Ajeng Ayu Larasati ; Ika Pawitra Miranti ; Vega Karlowee
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar Belakang : Menurut Badan Internasional untuk Penelitian, Database GLOBOCAN 2012, kanker prostat merupakan penyebab utama kelima kematian pada pria.2 Pemahaman tentang peran onkogen dan tumor suppressor genes mendominasi penelitian tentang biologi kanker saat ini dan berpotensi menghasilkan target terapi kanker terbaru. Salah satu yang perannya pada adenokarsinoma prostat yang masih belum jelas ialah Her-2 dan Ki-67.5 Perbedaan ekspresi profil molekular Her-2 dan Ki-67 yang dianalisa berdasarkan Gleason Grade diharapkan membantu prognosis penyakit dan resiko metastasis pada kanker prostat. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi Her-2 dan Ki-67 pada Gleason Grade adenokarsinoma asinar prostat di RSUP Dr. Kariadi. Metode: Merupakan penelitian observatif analitik dengan desain cross-sectional menggunakan 31 blok histopatologi laboratorium Patologi Anatomik RSUP dr. Kariadi, dengan diagnosis Adenokarsinoma Asinar Prostat tahun 2015 – 2017. dilakukan pengecatan imunohistokimia menggunakan antibodi Her-2 dan Ki-67. Analisa hasil menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Spearman. Hasil : Terdapat perbedaan dan korelasi signifikan antara ekspresi Ki-67 dengan Gleason grade. Terdapat perbedaan yang tidak signifikan, dan tidak terdapat korelasi antara ekspresi Her-2 dengan Gleason Grade. Kata kunci : Adenokarsinoma asinar prostat, Her-2, Ki-67, Gleason grade

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Perbandingan remifentanil dan fentanyl terhadap rasio netrofil limfosit pada operasi laparoskopi ginekologi
By Erik Maruli Tua ; Taufik Eko Nugroho ; Johan Arifin
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang: Laparoskopi merupakan salah satu tindakan bedah paling umum dan telah berkembang. Tindakan pembedahan dapat menginduksi respons inflamasi akut dan menyebabkan banyak komplikasi yang dapat terjadi. Peran prediktif RNL dapat sebagai penanda inflamasi, serta menunjukkan bahwa RNL dapat menjadi sebuah indicator prediktif yang berguna untuk menilai nyeri pasca operasi yang dihasilkan dari jalur inflamasi sekunder akibat adanya trauma pembedahan. Tujuan : Membandingkan penggunaan remifentanil dan fentanil terhadap rasio neutrofil limfosit pada operasi laparoskopi ginekologi. Metoda: Penelitian ini merupakan eksperimental single blind randomized. Variabel merupakan pasien yang menjalani operasi laparoskopi ginekologi dengan counsecutive sampling yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi. Kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 diberikan analgetik remifetanil dengan dosis 1 mcg/kgbb serta dosis rumatan 0,05 mcg/kgbb/jam dan kelompok 2 diberikan fentanil dengan dosis induksi 2 mcg/kgbb serta dosis rumatan 0,5 mcg/kgbb/jam. Sebelum induksi dicatat heart rate (HR), mean atrial pressure (MAP) dan selama durante operasi tiap 15 menit. Rasio Netrofil Limfosit (RNL) dinilai pre dan paska operasi, NRS dicatat 30 menit setelah pasien berada di ruang pemulihan. Hasil: Penelitian ini terdapat 36 sampel dengan perbandingan data awal berat badan, tinggi badan dan body weight index p . 0,05. Perbandingan nilai rerata RNL post operasi didapatkan nilai p sebesar 0,050. Nilai RNL pre dan post operasi didapatkan p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh pemberian edukasi video pembiusan terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi vitrektromi di RSUP dr. Kariadi Semarang
By Reidy Bayu Nugroho ; Aria Dian ; Doso Sutiyono
-- Semarang : FK Undip, 2020

Latar belakang: Kecemasan praoperatif secara umum terjadi pada pasien yang akan menjalani prosedur pembiusan dan pembedahan elektif. Kecemasan praoperatif dapat mempengaruhi beberapa aspek perioperatif. Kebutuhan obat premedikasi dan analgetik yang lebih besar pada saat induksi, dosis obat pemeliharaan anestesi yang lebih besar, kebutuhan obat analgetik pascabedah yang lebih besar dan fase pemulihan pasien. Video adalah metode praktis untuk menyediakan standar informasi pra operasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pemberian informasi yang dibantu multimedia kepada pasien dapat meningkatkan pengetahuan mereka, mengarah ke hasil yang lebih baik pada kuesioner pengetahuan daripada penyediaan informasi verbal secara tatap muka. Tujuan : Membandingkan tingkat kecemasan pasien yang diberi edukasi video pembiusan pre operasi dan yang tidak diberi edukasi pada operasi vitrektomi. Metoda: Penelitian ini merupakan uji klinik randomized clinical trial pada pasien dewasa yang menjalani operasi vitrektomi dengan ASA 1-2. Dengan random sampling dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok video dan tidak video yang dinilai kecemasannya dengan menggunakan APAIS score. Dan pengolahan data statistic menggunakan uji Chi-square test. Hasil: Terdapat 36 pasien yang menjalani operasi vitrektomi, pada kelompok perlakuan 88,9% tidak mengalami kecemasan dan 11,1% orang mengalami kecemasan. Sedangkan kelompok yang tidak diberi perlakuan terdapat 11,1% yang tidak mengalami kecemasan dan 88,9% mengalami kecemasan. Dengan hasil statistic chi square perbedaan 2 kelompok tersebut sangat bermakna dengan p

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 16 17 18 19 20 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?