INTEGRATED LIBRARY

Universitas Diponegoro

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Masuk
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Lokasi
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 10000 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author="Mett, Coreen L."
Hal. Awal Sebelumnya 521 522 523 524 525 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Evaluasi Post Thawing Motility (PTM) pada Semen Beku Sapi Simental Produksi BIB Ungaran. (3148/P)
By Prof. Dr. Ir. Umiyati Atmomarsono ; Lilis Susanthi ; Prof. dr. Ir. Dwi Sunarti, M.S. ; Jaafar Rifai ; drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. ; Dr. Ir. Nurwantoro, M.S. ; Daud Samsudewa, S. Pt., M.Si., Ph.D. ; Dr. Ir. Yon Soepri Ondho, M.S. ; Annisa Nur Maulida
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnANNISA NUR MAULIDA. 23010110130206. Evaluasi Post Thawing Motility (PTM) pada Semen Beku Sapi Simental Produksi BIB Ungaran (Pembimbing: YON SOEPRI ONDHO dan DAUD SAMSUDEWA).rnPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Post Thawing Motility (PTM) dan persentase mati sperma, baik yang dilakukan menurut Standar Operasional Prosedur (SOP) maupun pelaksanaannya di lapangan, mengetahui handling straw sejak di Satuan Pelaksana Inseminasi Buatan (SPIB) sampai dengan straw tersebut sampai di pos IB, dan mengetahui alur pendistribusian semen beku yang dilakukan dari Balai Inseminasi Buatan (BIB), SPIB, Pos IB sampai ke akseptor IB. Manfaat penelitian ini adalah memberikan informasi kepada para peternak dan pihak-pihak terkait, yaitu BIB dan Direktorat Jendral Peternakan untuk lebih memperhatikan kebijakan operasional untuk meningkatkan kualitas semen beku. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 Desember 2013 sampai 15 April 2014 di SPIB, Pos IB dan Peternak di Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga.rnMateri yang digunakan dalam penelitian ini adalah 128 mini straw. Alat yang digunakan adalah gelas, termos air, thermometer, pinset, tabung reaksi, mikroskop, object dan deck glass, bunsen, container, hand tally counter, penggaris kayu, gunting, formulir dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah eosin 2% dan 0,2% serta air bersuhu 37°C. Analisis yang digunakan adalah T-Test dengan 2 perlakuan, yaitu T0 sebagai perlakuan yang sesuai dengan SOP dan T1 sebagai perlakuan yang sesuai dengan pelaksanaan lapangan. Parameter yang diamati adalah Post Thawing Motility (PTM) dan persentase mati sperma.rnHasil pemeriksaan rata-rata terhadap PTM di SPIB, Pos IB, dan peternak yang mendapat perlakuan T0 dan T1 di Kabupaten Wonosobo berturut-turut adalah 65,00%, 69,16%, 63,12%, dan 62,5%, 57,91%, 42,22%, sedangkan di Purbalingga adalah 70%, 67,51%, 62,08% dan 70%, 64,16%, 54,68%. Rata-rata hasil pengamatan terhadap persentase sperma mati pada perlakuan T0 dan T1 di tiap titiknya di Kabupaten Wonosobo berturut-turut adalah 27,70%, 17,69%, 21,03% dan 33,69%, 29,48, 35,78% sedangkan di Purbalingga adalah 15,70%, 20,66%, 25,84% dan 20,73%, 24,36%, 31,17%. Handling straw di lapangan menggunakan suhu thawing yang kebanyakan menggunakan suhu dan durasi dibawah standar 37°C 30 detik. Tinggi container di kedua Kabupaten tidak memenuhi standar, kecuali pada Kecamatan Kutasari dengan perlakuan T1, yang memiliki tinggi container lebih dari 2/3 dari dasar container. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan nyata (p>0,1) antara perlakuan T0 dan T1 di Wonosobo dan Purbalingga.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh Lama Periode Brooding dan Level Protein Ransum Periode Starter terhadap Nisbah Daging Tulang dan Massa Protein Daging Ayam kedu Hitam Umur 10 Minggu. (3149/P)
By Daud Samsudewa, S. Pt., M.Si., Ph.D. ; Dr. Ir. Yon Soepri Ondho, M.S. ; Annisa Nur Maulida ; Prof. Dr. Ir. Umiyati Atmomarsono ; Lilis Susanthi ; Prof. dr. Ir. Dwi Sunarti, M.S. ; Akbar Bisanto ; Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijtna, M.P. ; Rina Muryani, S.Pt, M.Si.
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnAKBAR BISANTO. 23010110120096. Pengaruh Lama Periode Brooding dan Level Protein Ransum Periode Starter terhadap Nisbah Daging Tulang dan Massa Protein Daging Ayam kedu Hitam Umur 10 Minggu. (Pembimbing : EDJENG SUPRIJATNA dan RINA MURYANI).rnTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara lama periode brooding dan level protein ransum periode starter yang berbeda terhadap nisbah daging tulang dan massa protein daging ayam kedu hitam umur 10 minggu. Penelitian dilakukan pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2013 hingga hari senin 31 Desember 2013 di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang.rnMateri yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam kedu hitam unsex umur 1 hari sebanyak 108 ekor dengan bobot rata-rata 38,52 + 3,38 gram (CV= 4,70%). Pakan yang digunakan terdiri dari pakan starter dengan persentase PK (protein kasar) 18, 20 dan 22% dan finisher dengan persentase PK 16%. Energi metabolis (EM) pakan starter dan finisher sebesar 2800 kkal/kg. Bahan pakan yang digunakan dalam formulasi ransum adalah jagung, bekatul, bungkil kedelai dan tepung ikan. Brooding mengunakan pemanas dari lampu 100 watt, lampu diletakkan diatas litter dengan ketinggian ± 20 cm. Pengukuran suhu di lakukan 3 kali dalam sehari yaitu pada pukul 05.00 pagi, 13.00 siang dan 21.00 malam. Rancangan percobaan yang digunakan untuk lama periode brooding dan level protein ransum periode starter terhadap performans ayam kedu hitam dalam penelitian ini adalah menggunakan Split Plot. Lama brooding dijadikan sebagai petak utama yaitu yang terdiri dari B1: lama periode brooding 1 minggu, B2: lama periode brooding 2 minggu, B3: lama periode brooding 3 minggu. Anak petak pada rancangan ini adalah pemberian level protein (P) fase starter yang terdiri dari P1: pemberian ransum dengan kadar protein 18%, P2: pemberian ransum dengan kadar protein 20%, P3: pemberian ransum dengan kadar protein 22%. Rancangan dasar yang digunakan adalah RAL terdiri dari 3 ulangan dan tiap unit percobaan terdiri dari 4 ekor ayam. Parameter yang diamati meliputi bobot tulang, bobot daging, nisbah daging tulang, kandungan protein daging dan massa protein daging.rnHasil penelitian tidak terjadi interaksi antara faktor lama brooding dan level protein periode starter terhadap semua perameter. Faktor brooding tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Faktor level protein berpengaruh nyata terhadap bobot daging, nisbah daging tulang dan massa protein daging. Pemeliharaan di dataran rendah lama brooding cukup 1 minggu dengan level protein 22%.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Evaluasi Mikroskopis Kualitas Spermatozoa pada Penanganan Semen Beku Sapi Simmental Produksi BIB Ungaran di Titik Distribusi Kabupaten Wonosobo Dan Purbalingga. (3150/P)
By Akbar Bisanto ; Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijtna, M.P. ; Rina Muryani, S.Pt, M.Si. ; Daud Samsudewa, S. Pt., M.Si., Ph.D. ; Dr. Ir. Yon Soepri Ondho, M.S. ; Annisa Nur Maulida ; Anisa Eska Cahyanti ; Dr. drh. Enny Tantini Setiatin, M.Sc. ; Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D.
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnANISA ESKA CAHYANTI. 23010110130156. 2014. Evaluasi Mikroskopis Kualitas Spermatozoa pada Penanganan Semen Beku Sapi Simmental Produksi BIB Ungaran di Titik Distribusi Kabupaten Wonosobo Dan Purbalingga (Microscopic Evaluation of Sperm Quality on Handling Frozen Semen of Simental Produced by CAI Ungaran of Frozen Semen Distribution Point at Wonosobo and Purbalingga Residences). (Pembimbing: ENNY TANTINI SETIATIN dan DAUD SAMSUDEWA).rnProduktivitas sapi potong terutama sapi Simental di Indonesia dapat ditingkatkan dengan teknologi bioreproduksi. Salah satunya adalah Inseminasi Buatan (IB) dengan menginseminasikan semen beku ke ternak betina. Semen beku didapat dari BIB kemudian didistribusikan ke SPIB II, Pos IB dan peternak. Distribusi yang panjang tersebut menyebabkan adanya kemungkinan penurunan kualitas spermatozoa dari semen beku akibat adanya kesalahan penanganan semen beku. Abnormalitas spermatozoa dan tudung akrosom utuh (TAU) merupakan evaluasi spermatozoa yang penting untuk menunjang keberhasilan perkawinan IB. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh dari proses distribusi dan penanganan semen beku terhadap keutuhan tudung akrosom dan abnormalitas spermatozoa pada semen beku produksi BIB Ungaran.rnTujuan penelitian yaitu mengetahui kualitas semen beku pada tiap titik distribusi serta mengevaluasi faktor-faktor yang berpotensi menurunkan kualitas semen beku baik dari Balai Inseminasi Buatan hingga ke akseptor di Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2013 hingga Maret 2014 di titik distribusi semen beku produksi BIB Ungaran di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purbalingga dan di Laboratorium Genetika, Pemuliaan dan Reproduksi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.rnMateri yang digunakan dalam penelitian ini 128 straw sapi Simmental, larutan Williams, NaCl fisiologis 0,9%, air hangat 37oC, penggaris kayu, pinset, gelas ukur, termometer, stopwatch, tissue, gunting tabung reaksi, pipet tetes, mikroskop, object glass, deck glass¸ spuit, bunsen, hand tally, standing jar, box, dan alat tulis. Penelitian ini menggunakan rancangan paired sampel t-test. Perlakuan pada penelitian ini yaitu T0 = perlakuan sesuai SOP dan T1 = perlakuan sesuai keadaan di lapangan. Peremeter yang diamati adalah abnormalitas spermatozoa dan Tudung Akrosom Utuh (TAU).rnHasil penelitian yang diperoleh untuk abnormalitas spermatozoa dengan perlakuan sesuai SOP di setiap titik distribusi Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga berturut-turut adalah 8,00%, 8,17% dan 9,52% kemudian 6,89%, 8,93% dan 10,24%. Nilai abnormalitas spermatozoa dengan perlakuan sesuai keadaan di lapangan di setiap titik distribusi Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga berturut-turut adalah 9,2%, 10,83% dan 15,95% kemudian 7,81%, 10,34% dan 12,17%. Hasil penelitian untuk TAU dengan perlakuan sesuai SOP dirnvirnsetiap titik distribusi Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga berturut-turut adalah 61,09%, 60,27% dan 57,40% kemudian 60,52%, 57,87%, dan 56,38%. Nilai TAU dengan perlakuan sesuai keadaan di lapangan di setiap titik distribusi Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga berturut-turut adalah 55,74%, 54,19% dan 50,98% kemudian 58,93%, 56,95% dan 53,66%.rnSimpulan dari penelitian yaitu kualitas semen beku produksi BIB Ungaran di setiap titik distribusi Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga dengan perlakuan sesuai SOP, mempunyai kualitas yang jauh lebih baik dari perlakuan sesuai keadaan di lapangan. Titik kritis penurunan kualitas semen beku terlihat pada titik distribusi terakhir yaitu peternak. Saran dari penelitian ini adalah perlunya penyeragaman alat dan handling semen beku sesuai SOP dalam kegiatan inseminasi buatan sehingga dapat mengurangi penurunan kualitas spermatozoa pada semen beku.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Poultry Production
By Anisa Eska Cahyanti ; Dr. drh. Enny Tantini Setiatin, M.Sc. ; Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D. ; Akbar Bisanto ; Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijtna, M.P. ; Rina Muryani, S.Pt, M.Si. ; Leslie E. Card
-- Philadelphia : Lea and Febiger, 1961

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Income Over Feed Cost pada Pemeliharaan Ayam Lohman Unsexing yang Diberi Pakan Mengandung Gulma Air S. molesta. (3109/P)
By Leslie E. Card ; Anisa Eska Cahyanti ; Dr. drh. Enny Tantini Setiatin, M.Sc. ; Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D. ; Sri Lestari ; Agus Setiadi, S.Pt., M.Si., Ph.D. ; Hery Setiyawan, S.Pt., M.Sc.
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnSRI LESTARI. 23010110120090. Income Over Feed Cost pada Pemeliharaan Ayam Lohman Unsexing yang Diberi Pakan Mengandung Gulma Air S. molesta (Income Over Feed Cost of Unsexed Lohman Rearing Fed with Duck Weed S. molesta Containing formula). (PEMBIMBING : AGUS SETIADI dan HERY SETIYAWAN).rnPermasalahan terbesar yang dihadapi oleh peternak salah satunya adalah mahalnya harga pakan, 60-70% biaya produksi merupakan biaya pakan. Cara untuk menekan biaya pakan yang merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi salah satunya adalah dengan mencari alternatif bahan pakan yang murah dan mudah didapatkan. Salah satu bahan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemanfaatan gulma air S. molesta (kiambang).rnPenelitian ini dilaksanaka pada bulan 27 Agustus – 09 Oktober 2013 di kandang Itik dan Mentok (TikTok) Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan daun S. molesta pada ransum dapat meningkatkan Income Over Feed Cost dan dapat meningkatkan performa pada ayam Lohman unsexing.rnMateri yang digunakan adalah 100 ekor Day Old Chick (DOC) ayam Lohman Unsexing. Bahan penyusun ransum terdiri dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak, kapur, premix, methionin, lysin serta penambahan tepung S. molesta. Model rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan, dan setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari T0 = ransum tanpa S. molesta, T1 = ransum dengan S. molesta 6%, T2 = ransum dengan S. molesta 12%, T3 = ransum dengan S. molesta 18%. Ransum hasil dari penyusunan diberikan pada saat periode starter dan finisher. Pengambilan data yaitu performa ayam, dan hasil penjualan.rnHasil penelitian menunjukan bahwa Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi terdapat pada ayam tanpa penambahan S. molesta namun pada pemberian S. molesta 6% tidak menurunkan nilai IOFC hasil IOFC mengalami penurunan pada level pemberian 12%, kandungan omega 3 paling tinggi pada pemberian S. molesta 6%. Kesimpulan penelitian Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa IOFC tidak berubah dengan adanya S. molesta hingga 6% dalam pakan, tetapi mulai turun pada level pemberian 12%. Namun demikian penjualan tidak menghargai kandungan omega 3 yang tinggi pada karkas.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh Taraf Protein dan Lisin Ransum Terhadap Performans Produksi Ayam Kampung. (3108/P)
By Sri Lestari ; Agus Setiadi, S.Pt., M.Si., Ph.D. ; Hery Setiyawan, S.Pt., M.Sc. ; Leslie E. Card ; Primasta Adi Permana ; Prof. Dr. Ir. Umiyati Atmomarsosno ; Prof. Dr. Ir. Vitus Dwi Y.B.I., M.S., M.Sc
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnPRIMASTA ADI PERMANA. 23010110110017. 2014. Pengaruh Taraf Protein dan Lisin Ransum Terhadap Performans Produksi Ayam Kampung (Effect of Dietary Protein and Lisin Level on the Performance Production of Native Chicken) (Pembimbing : UMIYATI ATMOMARSONO dan VITUS DWI YUNIANTO)rnPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pemberian taraf protein dan lisin ransum yang sesuai terhadap performans ayam kampung, yang meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum, presentase karkas, dan meat bone ratio. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah dapat menentukan dan memberikan informasi tentang taraf protein dan lisin ransum yang sesuai sehingga mampu menghasilkan ayam kampung yang produkstivitasnya optimal yang dipelihara secara intensif.rnMateri penelitian adalah anak ayam kampung sebanyak 240 ekor unsex mulai umur satu hari dengan bobot rata-rata 25,2 ± 1 g (CV 3,97 %). Bahan pakan yang digunakan adalah jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, minyak nabati, tepung ikan, premix, L-lisin HCL, metionin, CaCO3, vaksin dan vitamin. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial (2x3) dengan 4 ulangan, sehingga ada 24 unit percobaan masing-masing unit percobaan berisi 10 ekor ayam kampung dengan perlakuan P1L1 : Protein 17% + lisin 0,6 %, P1L2 : Protein 17% + lisin 0,7 %, P1L3: Protein 17% + lisin 0,8 %, P2L1 : Protein 14% + lisin 0,6 %, P2L2 : Protein 14% + lisin 0,7 %, P2L3 : Protein 14% + lisin 0,8 %. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan analisis ragam uji F pada ketelitian 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Pengaruh nyata dari perlakuan dilanjutkan dengan perhitungan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dengan bantuan SPSS 16.rnHipotesis dari penelitian ini yaitu taraf protein rendah dan taraf penambahan lisin terkecil memberikan pengaruh terbaik terhadap pemanfaatan protein ayam kampung umur 12 minggu yang mencakup konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, dan kualitas karkas yang dihasilkan seperti presentase karkas dan meat bone ratio. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh interaksi antara protein dan lisin ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, presentase karkas, dan meat bone ratio. Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa penambahan lisin sintesis dalam ransum tidak dapat memberikan pengaruh yang berbeda dalam performans ayam kampung.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Persentase Karkas dan Non Karkas serta Lemak Abdominal Ayam Broiler yang Diberi Acidifier Asam Sitrat dalam Pakan Double Step Down. (3110/P)
By Primasta Adi Permana ; Prof. Dr. Ir. Umiyati Atmomarsosno ; Prof. Dr. Ir. Vitus Dwi Y.B.I., M.S., M.Sc ; Sri Lestari ; Agus Setiadi, S.Pt., M.Si., Ph.D. ; Hery Setiyawan, S.Pt., M.Sc. ; Jesica Sibarani ; Dr. Ir. Luthfi Djauhari Mahfudz, M.Sc.
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnJESICA SIBARANI. 23010110110006. 2014. Persentase Karkas dan Non Karkas serta Lemak Abdominal Ayam Broiler yang Diberi Acidifier Asam Sitrat dalam Pakan Double Step Down (Percentage of Carcass and Non-Carcass and Abdominal Fat of Broiler Chickens were Given Acidifier Citric Acid in Feed Double Step Down) (Pembimbing : Luthfi Djauhari Mahfudz dan Vitus Dwi Yunianto. B. I.)rnAyam broiler memiliki potensi genetik yaitu daya produktivitas dan efisiensi pakan yang tinggi, hal ini dipengaruhi oleh pakan yang baik. Pakan yang baik pada ayam broiler sangatlah mahal, untuk menekan biaya produksi perlu dilakukan manajemen pemberian pakan, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu menurunkan kadar protein pakan (step down). Step down dikahwatirkan mengakibatkan ayam broiler kekurangan asupan protein dan menghambat pertumbuhan pada ayam broiler, untuk mencegah hal tersebut perlu adanya penambahan feed aditif berupa asam organik (acidifier). Acidifier berupa asam sitrat mampu menurunkan pH dan meningkatkan BAL (bakteri asam laktat) dalam saluran pencernaan. Turunya pH dan meningkatnya BAL pada saluran pencernaan mengakibatkan meningkatnya pencernaan dan penyerapan nutrisi, sehingga ayam broiler mampu bertumbuh dengan baik, produktifitas karkas yang tinggi.rnPenelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2013, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan acidifier asam sitrat dalam pakan double step down (fase stater, dan finisher) terhadap bobot hidup, bobot dan presentasi karkas/ non karkas dan lemak abdominal. Manfaat penelitian ini diharapkan memberikan informasi mengenai penambahan acidifier berupa asam sitrat dalam pakan duoble step down terhadap presentasi karkas, non karkas dan lemak abdominal pada ayam broiler. Materi yang digunakan ayam broiler strain Lohmann MB 202 sebanyak 168 ekor terdiri 84 ekor jantan dan 84 ekor betina, umur 7 hari dengan bobot badan rata – rata 186,3 ± 0,68 gram (cv= 0,36). Pakan perlakuan yang terdiri dari jagung, bekatul, minyak nabati, bungkil kedelai, tepung ikan, CaCO3, dan tepung kulit kerang. Metode menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu: Pakan kontrol (tanpa double step down dan asam sitrat), pakan double step down tanpa asam sitrat, pakan double step down + jeruk nipis 0,8%, pakan double step down + asam sitrat sintetik 0,4; 0,8; 1,2; dan 1,6 %. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (P

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Pengaruh Penggunaan Whey dan Feses Sapi Madura sebagai Substrat Biogas terhadap Produksi Metan, Kecernaan Nitrogen dan Total Amonia Nitrogen. (3123/P)
By Prof. Dr. Ir. Vitus Dwi Y.B.I., M.S., M.Sc ; Jesica Sibarani ; Dr. Ir. Luthfi Djauhari Mahfudz, M.Sc. ; Primasta Adi Permana ; Prof. Dr. Ir. Umiyati Atmomarsosno ; Prof. Dr. Ir. Agung Purnomoadi, M.Sc., Ph.D. ; Ony Lipiyanto ; Sutaryo, SPt., MP., PhD.
-- Semarang : Fak. Peternakan & Pertanian Undip, 2014

RINGKASANrnONY LIPIYANTO. 23010110120018. 2014. Pengaruh Penggunaan Whey dan Feses Sapi Madura sebagai Substrat Biogas terhadap Produksi Metan, Kecernaan Nitrogen dan Total Amonia Nitrogen (The Effect of Whey and Madura Cattle Manure as Substrate in the Biogas Digester on the Methane Production, Nitrogen Digestibility and Total Ammonia Nitrogen). (Pembimbing: AGUNG PURNOMOADI dan SUTARYO).rnTingginya volume limbah feses dari peternakan dapat diolah menjadi biogas. Biogas membutuhkan kadar air 90% untuk menghasilkan gas optimal, alternatif pencair menggunakan whey. Whey mempunyai kandungan nitrogen sehingga dapat dimanfaatkan oleh bakteri untuk menghasilkan gas yang lebih optimal, tetapi apabila kadar nitrogen terlalu tinggi dapat menimbulkan racun.rnTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan whey dalam substrat biogas dengan bahan baku feses sapi Madura terhadap produksi metan, kecernaan nitrogen dan total amonia nitrogen (TAN). Penelitian dilaksanakan bulan Oktober - Desember 2013, di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.rnMateri yang digunakan dalam penelitian ini adalah feses sapi Madura yang diberi pakan untuk produksi yang baik yaitu sebanyak 2 hidup pokok sebagai bahan utama, whey susu yang diperoleh dari perusahaan keju Indrakila Kabupaten Boyolali dan air sebagai bahan pencair feses, ammonia reagent kit serta larutan NaOH 4% (w/w). Alat yang digunakan adalah 2 buah rangkaian digester dengan kapasitas 7000 ml, karet penutup, botol kaca, selang teflon, malam dan tedlar gas bag. Alat pengukur metan terdiri dari pompa air, gelas ukur kapasitas 1000 ml, rangkaian kayu untuk menopang gelas ukur, selang karet, pompa air dan bak penampung air. Perlakuan yang diterapkan yaitu T1 dengan bahan isian feses sapi madura dicairkan dengan air (FA) dan T2 dengan bahan isian feses sapi madura dicairkan dengan whey (FW). Variabel penelitian yang diamati meliputi produksi metan, nitrogen tercerna dan total amonia nitrogen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan t-test.rnHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata (P0,05).rnKesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan whey dalam substrat biogas dengan bahan baku feses sapi Madura berpengaruh terhadap produksi metan dengan adanya peningkatan produksi metan yang dihasilkan tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap TAN.

Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Bahasa Indonesia: Dasar Penulisan Ilmiah
By Tim Penyusun Buku Ajar Bahasa Indonesia Fak. Sastra Undip
-- Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2000

Ketersediaan3
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Textbook of Inorganic Chemistry
By Istiati Soetomo, dkk ; Prof. Dr. Ir. Agung Purnomoadi, M.Sc., Ph.D. ; Ony Lipiyanto ; Sutaryo, SPt., MP., PhD. ; S. Young Tyree Jr. ; Kerro Knox
-- : ,

Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 521 522 523 524 525 Berikutnya Hal. Akhir
INTEGRATED LIBRARY
Universitas Diponegoro
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?